Sabtu, 13 Mei 2023

AKHLAK

AKHLAK

MATERI KULIAH AKHLAQ

A.      Pendahuluan

1.       Pengertian Akhlaq

2.       Sumber akhlaq

3.       Ruang Lingkup Akhlaq

4.       Urgensi Akhlaq (Pentingnya Akhlak)

5.       Akhlaq, moral dan etika

6.       Baik dan Buruk

 

Pendahuluan

 

 Dalam keseluruhan ajaran Islam, akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting.  Tidak kurang dari 1500 ayat Al-Qur’an berbicara tentang akhlaq. Belum lagi hadis-hadis Nabi yang memberikan pedoman akhlaq yang mulia dalam segenap aspek kehidupan. Tidaklah berlebihan jika misi utama kerasulan Muhammad SAW. adalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. Sejarah mencatat keberhasilan dakwah beliau adalah karena ditopang oleh akhlaq yang mulia.

 

Akhlaq Islam bukanlah moral yang kondisional-situasional. Nilai-nilai baik dan buruk, terpuji dan tercela berlaku kapanpun dan di mana saja dalam segala aspek kehidupan. Kejujuran dalam ekonomi sama dengan kejujuran dalam politik, kejujuran belaku sama, baik terhadap muslim maupun non muslim. Keadilan harus ditegakkan sekalipun terhadap diri dan keluarga sendiri. Kebencian terhadap musuh tidak boleh menyebabkan  kita tidak berlaku adil.

 

Ajarah akhlaq Islam sesuai dengannya fitrah manusia. Manusia akan memperoleh kebahagiaan yang hakiki, bukan yang semu, apabila mengikuti nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Al-Qur’an dan Sunnah, dua sumber akhlaq Islam.

 

Akhlaq Islam memelihara jati diri manusia sebagai makhluq Allah yang  “ahsanu taqwim’” (dalam bentuk yang sebaik-baiknya)sehingga dia mampu menjalankan fungsinya sebagai “khalifah” di muka bumi.

 

Saat ini manusia dihadapkan pada permasalahan akhlaq dan moral yang cukup serius, yang jika dibiarkan akan menghancurkan masa depannya sendiri. Praktek hidup yang menyimpang, korupsi, kolusi, nepotisme, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, perampasan hak-hak asasi manusia , terjadi di berbagi belahan bumi.

 

Kemajuan di berbagai bidang Ilmu pengetahuan dan Teknolodi, di samping menawarkan kemudahan dan kenyamanan hidup, juga membuka peluang bagi munculnya modus-modus tindak kejahatan yang baru dan lebih canggih.

 

Tingkat persaingan hidup semakin keras, yang menyebabkan manusia stress dan frustasi. Pola hidup yang  materialistis (serba materi) dan hedonistis ( haus kesenangan duniawi) mendorong orang menempuh jalan pintas, mengabaikan nilai-nilai akhlaq dan moral.

 

Fenomena kehidupan modern tersebut di atas menyadarkan kita bahwa bukan hanya uang, ilmu pengetahuan, dan teknologi saja yang dibutuhkan manusia, tetapi juga akhlaq.

  

A.      Pengertian Akhlaq

Secara etimologis (menurut asal-usul bahasa), “akhlaq”  berasal dari kata bahasa Arab akhlaq yang merupakan bentuk jamak atau plural dari kata khuluq yang berarti “budi pekerti”, “perangai”, “tingkah laku”, atau “tabiat”.

Secara terminologis (menurut istilah) kata akhlaq memiliki beberapa pengertian, antara lain:

1.       Pengertian yang diberikan oleh Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumud-din:

فالخلق عبارة عن هيئة فى النفس راسخة عنها تصدر الأفعال بسهولة و يسر من غير حاجة  إلى فكر و رؤية.

                       "Akhlaq adalam sifat yang meresap dalam jiwa yang darinya keluar perbuatan perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan dan pertimbangan."

2.       Menurut Ibrahim Anis dalam Al-Mu'jam al-wasith:

الخلق حال للنفس راسخة تصدر عنها الأفعال من خير أو شر من غير حاجة إلى فكر و رؤية.

"Akhlaq adalah sifat yang meresap dalam jiwa, yang dengannya lahirlah bermacam-macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan."

               Berdasarkan kutipan diatas dapat dinyatakan bahwa akhlaq adalah sifat  yang tertanam  meresap di dalam jiwa sehingga dia akan muncul secara sepontan tanpa  pemikiran dan pertimbangan lebih dahulu.

              Contoh: Seseorang disebut dermawan jika dia selalu sukarela memberi sumbangan (tidak kadang kala, tidak terlebih dulu dimotivasi atau stimulasi, tidak terpaksa).

Disamping akhlaq, dikenal istilah etika dan moral. Ketiganya berbicara tentang nilai baik dan buruk sikap dan perbuatan manusia. Perbedaannya terletak pada standar masing-masing. Bagi akhlaq standarnya adalah Al-qur'an dan sunnah; bagi etika standarnya adalah pertimbangan akal pikiran; dan bagi moral standarnya adat kebiasaan yang umum berlaku di masyarakat.

 

Ciri-ciri perbuatan akhlaq:

1.       Perbuatan yang telah mendarah daging sehingga menjadi identitas bagi yang membedakan diri pemiliknya dari orang lain.

2.       Perbuatan akhlaq muncul dengan mudah dan spontan.

3.       Perbuatan akhlaq timbul dari dalam diri, atas dasar kemauan, pilihan, dan keputusan yang bersangkutan, atau bukan karena  tekanan orang lain.

4.       Perbuatan akhlaq dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan rekayasa atau sandiwara (pencitraan).

5.       Perbuatan akhlaq (yang luhur) dilakukan semata-mata karena Allah.

 

B.      Sumber Akhlaq

Yang dimaksud dengan sumber akhlaq adalah yang menjadi ukuran baik dan buruk, atau mulia dan tercela. Sebagai mana keseluruhan ajaran Islam, sumber akhlaq adalah al-Qur'an dan Sunnah. Sifat jujur, sabar, pemaaf, dermawan, dan syukur adalah akhlaq mulia. Dasarnya karena Al-Qur'an dan sunnah menilai demikian. Sebaliknya sifat dusta, pendendam, pemarah atau pengeluh-kesah, kikir, dan tidak syukur adalah akhluq tercela kerena dinilai demikian oleh Al-Qur'an dan Sunnah.

 

C.      Ruang Lingkup Akhlaq

Secara garis besar ruang lingkup akhlaq akhlaq dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu:

1.       Akhlaq Terhadap Allah SWT

2.       Akhlaq Terhadap Rasulullah

3.       Akhlaq Pribadi

4.       Akhlaq dalam Keluarga

5.       Akhlaq Bermasyarakat

6.       Akhlaq Bernegara

 

D.     Kedudukan Akhlaq dalam Islam

Aklaq menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting dalam Islam.  Di antaranya:

 

1.        Akhlah menjadi salah satu misi utama Rasulullah sam.Sabda beliau:

إنما بعثت لاتم مكارم الاخلاق (رواه البيهاقى)

               ("Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia."         (HR. Baihaqi)

2.       Akhlaq yang baik memberatkan timbangan kebaikan seseorang pada Hari Kiyamat.

ما من شئ اثقل فى ميزان العبد المؤمن يوم القيامة من حسن الخلق... (رواه الترميذى)

                "Tidak ada sesuatu yang lebih berat di dalam timbangan (kebaikan) seorang  hamba mukmin pada Hari Kiamat dari pada akhlaq yang baik." (HR> Tirmidzi)

3.       Akhlaq murupakan ukurun kualitas iman seseorang.

أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا  (رواه الثرميذى)

                ("Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling  baik akhlaqnya." (HR. Tirmidzi)

4.       Akhlaq yang baik menjadi buah ibadah kepada Allah.

و أقم الصلاة , إن الصلاة تنهى عن الفحشاء و المنكر (العنكبوت: 45)

                 ("…dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah (prbuatan-perbuatan) keji dan munkar." (QS> AL-'Ankabut: 45)

ليس الصيام من الأكل و الشرب إنماالصيام من اللغو و الرفث. فان سابك أحد أو حهل عليك فقل إنآ صائم (رواه ابن حزيم)

"Bukanlah puasa itu hanya menahan makan dan minum, tapi puasa itu menahan perkataan yang kotor . Jika seseorang mencaci dan menjahilimu maka katakana: Sesungguhnya aku sedang puasa. (HR. Ibnu Khuzaimah)

5.       Di dalam Al-Qur'an banyak terdapat ayat tentang akhlaq.

 

I.           AKHLAQ TERHADAP ALLAH SWT

1.      Taqwa

2.      Cinta dan Ridha

3.      Ikhlash

4.      Khauf dan Raja’

5.      Tawakkal

6.      Syukur

7.      Muraqabah

8.      Taubat

 

A.     TAQWA (Akhlak terhadap Allah 1) 

1.      Pengertian taqwa

Secara etimologis kata "taqwa" dalam bahasa Arab bersal dari akar kata "waqa-yaqi-wiqayah" yang berarti "menjaga." Secara terminologis kata tersebut didefinisikan sebagai: "menjaga diri dari siksaan Allah dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Orang yang bertagwa dalam bahasa Arab disebut "muttaqi" . Bentuk jamak/pluralnya "muttaqin" (orang-orang yang taqwa).

 

2.      Buah dari taqwa

a.       Mendapatkan sikap "forqan", sekap tegas membadakan anatara yang haq dan yang batil, benar dan salah, halal dan haram sehingga Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan, dan engapuni dosa-dosa orang yang benar-benar taqwa kepada-Nya.

يا أيها الذين ءامنوا إن تتقوا الله يجعل لكم فرقانا و يكفر عنكم سيئاتكم و يغفرلكم والله ذو الفضل العظيم (الأنفال: 29)

                      "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu "furqan" dan menghapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." QS. Al-Anfal: 29)

b.      Mendapatkan berkah dari langit dan bumi

و لو أن أهل القرى ءامنوا و اتقوا لفتحنا عليهم بركت من السماء و الأرض و لكن كذبوا فأخذنهم بما كانو يكسبون. (الأعراف: 96)

                    "Jikalau sekiranga penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS. Al-A'raf: 96)

 

c.       Mendapatkan jalan keluar dari kesulitan

و من يتق الله يجعل له مخرجا (الطلاق:2)

                      "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan membuatkan baginya jalan keluar." (QS.  At-Thalaq; 2)

d.      Mendapatkan rizki tanpa diduga-duga

و يرزقه من حيث لا يحتسب (الطلاق: 3)

                        "…Dan Dia akan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka." (QS> At-Thalaq: 3)

e.       Mendapatkan kemudahan dalam urusannya

و من يتق الله يجعل له من أمرخ يسرا (الطلاق: 4)

                      "Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kebudahan dala urusannya." ( QS. At-Thalaq: 4)

 

B.    CINTA DAN RIDHA (Akhlaq Terhadap Allah-2)

1.      Pengertian

 

Cinta adalah kesadaran diri, perasaan jiwa dan dorongan hati yang menyebabkan seseorang hatiya sangat suka dan sayang kepada yang dicintainya.

 

2.      Tingkatan

 

Bagi seorang mukmin, cinta kepada Allah di atas segala cintanya kepada yang lain. Jika dibuat tingkatan, maka cinta kapada Allah dan Rasulnya berada di urutan atas (al-Mahabbah al-ula), cinta kepada ayah, anak, sanak saudara, istri, harta, kedudukan dan sebagainya berada di urutan tengah (al-Mahabbah al-wustha)yang harus berada di bawah cinta utama dan karena itu tidak boleh melebihi  cinta utama. Jika sampai terjadi demikian maka cinta menengah akan turun ke tingkat rendah(al-Mahabbah al-adna).

 

Allah berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 24:

قل إن كان ءاباؤكم و ابناؤكم و إخوانكم و أزواجكم و عشيرتكم و أموال قترفتموها و تجارة تحشون كسادها و مساكن ترضونها أحب اليكم من الله و رسوله وجهاد فى سبيله فتربصوا حتى يأتى الله بأمره و الله لا يهدى القوم الفاسقين (التوبة: 24)

              "Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, sanak-saudara, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang  kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (Q.S. At-Taubah/9: 24)

 

               Sejalan dengan cinta kepada Allah, seorang muslim haruslah ridha, menerima dengan sepenuh hati segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasulnya, baik yang berupa perintah, larangan ataupun petunjuk-petunjuk lainnya.

Allah berfirman:

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعونى يحببكم الله و يفرلكم ذنوبكم و الله غفور رحيم (ال عمران: 31)

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang." (QS. 'Ali 'Imran/3: 31)

              Sudah seharusnya juga seorang mukmin rela menerima segala qadha dan qadar Allah terhadap dirinya. Dia akan mensyukuri setiap nikmat-Nya, dan bersabar atas cobaan-Nya.

 

C.      IKHLAS (Akhlaq Terhadap Allah-3)

 

1.      Pengertian

 

Secara etimologis, kata ikhlas berasal dari bahasa Arab akhlasha-ikhlash yang berarti membersihkan, menjernihkan, atau memurnikan.

 Secara terminologis, ikhlash adalah beramal semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

 

2.      Unsur-unsur ikhlash

a.       Niat yang Ikhlash (ikhlashun- niyah). Semua perbuatan yang dilakukan seorang muslim haruslah dilandasi niat yang ikhlash, semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

إنما الأعمال باالنيات و إنما لكل امرئ ما نوى.....(رواه البخارى و مسلم)

                      "Sesunggguhnya setiap amal perbuatan tergantung kepada apa yang diniatkan….." (HR. Bukhari dan Muslim)

b.       Beramal dengan sebaik-baiknya (itqanul-'amal).  Seorang muslim yang telah niat dengan ikhlas untuk melakukan suatu perbuatan, harus membuktikannya dengan melakukan sebaik-baiknya. Mengerjakan sesuatu seenaknya, asal-asalan, tanpa memerhatikan kualitas kerja bertentangan dengan dasar keikhlasan.

إن الله ثعالى يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه. (رواه البيهاقى)

                      "Sesungguhnya Allah SWT menyukai, apabila seseorang beramal, dia melakukannya dengan sebaik-baiknya." (HR. Baihaqi)

c.        Memanfaatkan hasil usaha dengan tepat (jaudatul-ada'). Hasil yang diperoleh

                      seorang muslim haruslah dimanfaatkan untuk kepentingan-kepaentingan yang diridhai Allah SWT.

قل إن صلاتى و نسكى و محياى و مماتى لله رب العالمين (الأنعام: 162)

                    "Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-An'am: 162)

 

و ما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء... (البينة: 5)

"               Dan mereka hanyalah diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus… (QS. Al-Bayyinah/98: 5)

D.     TAWAKKAL (Akhlaq Terhadap Allah-4)

 

1.      Pengertian Tawakkal

Secara etimologis "tawakkal" berasal dari verba "tawakkala." Verba "tawakkal" berasal dari akar kata "wakala" yang artinya: menyerahkan, memperrcayakan. Verba "tawakkala" berarti: bersandar.

 

Secara terminologis, taqwa adalah membebaskan hati dari ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan  keputusan segala sesuatu kapada-Nya.

dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan." (QS. Hud/11: 123)

و على الله فتوكلوا ان كنتم مؤمنين (المائدة: 23)

Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriiiman."

2.      Tawakkal dan Ikhtiar

Tawakkal kepada Allah harus berdasarkan kerja keras dan usaha maksimal (ikhtiar). Berpangkutangan, menunggu nasib bertentangan dengan hakekat tawakkal.

 

Contoh:

Suatu ketika pada masa Rasulullah SAW ada seorang badui yang membiarkan untanya tidak diikat. Menurutnya itulah perujudan dari tawakkal.  Rasulpun menegurnya:

                                "Ikat dan tawakkallah! (HR. Tirmidzi. Ibnu khuzaimah, dan Thabrani)

3.      Hikmah Tawakkal

Ø  Sikap tawakkal melahirkan ketenangan batin.

Ø  Sikap tawakkal melahirkan percaya diri dan optimisme.

Ø  Orang yang bertawakkal akan dilindungi oleh Allah SWT.

و من يتوكل على الله فهو حسبه (الطلاق: 3)

                                     Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah nicaya Allah mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At-Thalaq/65: 3)

E.       SYUKUR (Akhlaq Terhadap Allah-5)

1.      Pengertian Syukur

Menurut bahasa, syukur berasal dari kata Arab syakara yang berarti: berterimakasih, memuji.

 

Menurut istilah syukur ialah memuji sipemberi nikmat atas kebaikan yang telah dilakukannya.

 

2.      Komponen Syukur

Komponen pengertian syukur: mengakui dalam hati adanya nikmat yang diterima, menyatakannya secara verbal(al-hamdulillah, asy-syukru lillah), dan menjadikanya sarana untuk taat kepada Allah.

 

3.      Keutamaan Syukur

Ø  Bersyukur pada hakekatnya untuk kepentingan manusia sendiri

و من يشكر فإنما يشكر لنفسه و من كفر فإن الله غنى حميد (لقمان: 12)

                              "…Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha terpuji." (QS. Luqman/31: 12)

Ø  Bersyukur akan menambah nikmat

لئن شكرتم لأزيدنكم و لئن كفرتم إن عذابى لشديد (إبراهيم: 7)

"…Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat)kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) , maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim/14: 7)

F.       MURAQABAH (Akhlaq Terhadap Allah-6)

1.      Pengertian

Secara etimologis, muraqabah berasal dari raqaba yang berarti menjaga, mengamati.

Secara terminologis muraqabah adalah kesadaran seorang muslim bahwa dia selalu dalam pengawasan Allah SWT.

2.      Dasar-dasar Nash

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, Dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan ditak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfuzh). QS. Al-An'am/6; 59)

 .... إن الله كان عليكم رقيبا (النساء: 1)

                                Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa/4: 1)

....و كان الله على كل شئ رقيبا (الأحزاب: 52)

                                Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu. (QS. Al-Ahzab/33: 52)

G.      TAUBAT (Akhlaq Terhadap Allah-7)

1.       Pengertia

Kata taubat berasal dari taba yang berarti kembali. Di dalam bahasa Arab terdapat kata lain yang searti dengan taba, yakni anaba.

Orang yang bertaubat kepada Allah berarti kembali dari segala yang tidak diridhai Allah kepada yang diridhai-Nya.

 

2.       Dasar-dasar Nash

و توبوا إلى الله جميعا أيه المؤمنون لعلكم تفلحون (النور: 31)

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nur/24: 31)

"Hai orang-orang yang beriiman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya  sungai-sungai…" (QS> At-Tahrim/66: 8)

كل بنى ادم خطاء و خير الخطائين التوابون (الترمذى و ابن ماجه و الحاكم)

"Setiap manusia (dapat berbuat) salah. Dan sebaik-baik orang bersalah adalah yang bertaubat." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim).

3.      Komponen Taubat

a.   Mengakui dan menyadari kesalahan.

b. Meninggalkan dan menyesali kesalahan.

c.        Memohon Ampun dan bertaubat kepada Allah. 

d.       Bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan.

e.       Mengubur kesalahan dengan amal shaleh, sesuai hadits Nabi Saw sbb.

dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan itu akan menghapuskannya, (HR. Imam Tirmidzi).

"Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shaleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (Thaha/20: 82).

 

II.     AKLAQ TERHADAP RASULULLAH

1.     Mencintai dan Memuliakan Rasul

2.     Mengikuti dan Mentaati Rasul

3.     Mengucapkan Shalawat dan Salam

 

A.      MENCINTAI DAN MEMULIAKAN RASUL

Sebagai mana disebutkan dalam Hadits Sbb.

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sebelum aku lebih dicintai dari pada dirinya dan semua manusia." (HR. Bukhari, Muslim , dan Nasa'i)

              "Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, sanak-saudara, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang  kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (Q.S. At-Taubah/9: 24)

 

B.      MENGIKUTI DAN MENAATI RASUL (Akhlaq Terhadap Rasulullah)

و ما أرسلنا من رسول إلا ليطاع بإذن الله  (االنساء: 64)

" Dan kami tidak mengutus seorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah…(QS. An-Nisa/4: 64)

و ما ءاتكم الرسول فخذوه و ما نهاكم عنه فانتهوا و اتقوا الله إن الله شديد العقاب (الحشر: 7)

"Apa yang diberikan Rasul padamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." (QS. Al-Hasyr/59: 7)

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما: كتاب الله و سنتى. (رواه الحاكم)

"Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua hal, kamu sekalian tidak akan sesat selamanya jika berpegang teguh dengannya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku." (HR> Hakim)

C.      MENGUCAPKAN SHALAWAT DAN SALAM (Akhlaq Terhadap Rasulullah)

إن الله وملئكته يصلون على النبى , يأيها الذين امنوا صلوا عليه و سلموا تسليما. (الأحزاب: 56)

"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman bershalawatlah kamu kepada Untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab/33; 56)

Kata "shalawat'' merupakan bentuk jamak dari "shalat" yang berarti: "do'a," "istighfar," dan "rahmah." Berdasarkan makna-makna yang tersebut, maka shalawat dari Allah SWT. bagi Nabinya, berarti memberinya rahmat; shalawat para Malaikat berarti istighfar (permohonan ampun); dan shalawat dari orang mukmin atas nabi berarti do'a dan penghormatan.

 Selain do'a dan penghormatan bagi Nabi, kebaikan shalawat juga akan kembali kepada yang mengucapkan.

إن أولى الناس بى يوم القيامة  أكثرهم على صلاة. (رواه الترميذى)

"Sesungguhnya orang yang paling utama kepadaku nanti pada Hari Kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku." (HR. Tirmidzi)

البخيل من ذكرت عنده فلم يصل على (رواه الترميذى و أحمد)

"Yang benar-benar orang pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di dekatnya dia tidak mengucapkan shalawat kepadaku."

من صلى على مرة صلى الله عليه عشرا (رواه أحمد)

"Barangsiapa yang bershalawat kepadake sekali, maka Allah akan  bershalawat kepadanya sepuluh kali."

 

                Teks Shalawat dan Salam

1.       Dalam Shalat

السلام عليك أيها النبى و رحمة الله و بركاته

                "Semoga kesalamatan bagi engkau, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah."

اللهم صل على محمد و على ال محمد كما صليت على إبراهيم و على ال ابراخيم , و بارك على محمد و على ال محمد كما باركت على إبراهيم إنك حميد مجيد.

"Ya Allah limpahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkannya kepada Ibrahim dan keluarganya. Dan berkahilah Muhammad dan keluarganaya sebagaimana Engkau telah melimpahkannya kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha mulia.

2.       Tatkala mendengar nama Nabi disebut:

صلى الله عليه و سلم

                "Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada beliau."

اللهم صل و سلم و بارك عليه

                "Ya Allah berilah shalawat dan salam kepada beliau."

 

III.             AKHLAQ PRIBADI (Akhlaq Terhadap diri-sendiri)

1.      Shidiq (jujur),

2.      Amanah (dipercaya),

3.      Istiqamah (konsisten dan konsekwen),

4.      'iffah (menjaga kehormatan diri),

5.      Mujahadah (mencurahkan segenap kemampuan),

6.      Syaja'ah (keberanian),

7.      Tawadhu (rendah hati),

8.      Malu

9.      Sabar

10. Pemaaf

 

A.      SHIDIQ

Shidiq (ash-shidqu) artinya benar atau jujur, antonim dusta/bohong (al-kidzbu). Kejujuran atau kebenaran dalam akhlaq meliputi: kebenaran hati (shidqul-qalbi), benar perkataan (shidqul-hadists), dan benar perbuatan (shidqul-'amal). Ketiganya harus sama, antara hati, ucapan dan tindakan.

 

Allah berfirman:

يا ايها الذين امنوا اتقوا الله و كونوا مع الصادقين. (التوبة:119)

"Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kapada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar." (QS. At-Taubah: 119)

Rasulullah SAW. bersabda:

" Kamu sekalian harus bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke sorga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai yang jujur (shiddiq). Dan jauhilah sifat bahong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan dan kelahatan membawa ke neraka. Orang yang selalu bohong dan mencari-cari kebohongan akan ditulis oleh Allah sebagai sebagai pembohong (kadzdzab). (HR. Bukhari)

1.      Bentuk-bentuk kejujuran, anara lain:

a.       Benar dalam perkataan (shidqul-hadits)

ايات المنافق ثلاث: إذا حدث كذب, و إذا وعد أخلف, و إذا ائتمن خان (متفق عليه)

"Tanda-tanda orang munafiq ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji ingkar, dan jika diberi kepercayaan, berkhianat." (HR. Muttafaqun 'Alaih)

b.      Benar dalam pergaulan (shidqul mu'amalah)

Kejujuran mendasari pergaulan hidup seorang mukmin. Dia menjauhi segala bentuk kepalsuan, penipuan, apalagi penghianatan.

c.       Benar dalam kemauan (shidqul-'azm)

Sebelum melakukan suatu tindakan, seorang mukmin mempertimbangkannya lebih dahulu, baik-buruknya, manfaat –madharatnya.  Apabila sudah yakin, dia akan melaksanakannya tanpa ragu-ragu.

... فإذاعزمت فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين (ال عمران: 159)

"Dan apabila  kamu telah bertekad, maka bertawakkalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (QS. Ali 'Imran/3: 159)

d.      Benar dalam berjanji (shidqul-wa'd)

Menetapi janji merupakan salah satu indicator orang yang bertaqwa (al-muttaqun).

dan orang-orang yang  menepati janjinya jika telah berjanji, (QS. Al-Baqarah/2: 177)

e.       Benar dalam kenyataan/senyatanya.

Orang mukmin menamnampilankan dirinya  sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, tidak dibuat-buat, dan jauh dari kepalsuan.

 

                Dusta atau Bohong (lawan dari Siddiq/Jujur)

Dusta merupakan salah satu sifat yang sangat tercela. Seharusnya seorang mukmin tidak memiliki sifat bohong. Nabi Muhammad SAW. bersabda:

أيكون المؤمن جبانا؟ قال: نعم, قيل له: أيكون المؤمن بخيلا؟ قال: نعم, قيل له: أيكون المؤمن كذابا؟ قال: لا (رواه مالك)

"Apakah ada orang mukmin ynag penakut? Nabi bersabda: "Ada". Beliauu ditanya lagi: "Apakah ada orang mukmin yang kikir?" Beliau bersabda: "Ada." Kemudian ditanya lagi: "Apakah ada orang mukmin yang pembohong?" Beliau menjawab: "Tidak." (HR. Malik)

2.      Bentuk-bentuk Kebohongan:

a.       Khianat adalah perbuatan tidak setia merupakan bentuk kebohongan yang paling jelek. Jika sifat ini meluas dalam suatu masyarakat,  maka masyarakat tersebut sedang menuju keruntuhann.

يا أيهاىالذين ءامنوا لا تخونوا الله و الرسول و تخونوا أمنتكم و أنتم تعلمون (الأنفال: 27)

"Wahai orang-orang yang beriiman janganlah kamu sekalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) jangan menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu.

b.      Ingkar janji

c.       Kesaksian palsu

Salah satu sifat 'ibadurrahman (hamba Allah yang akan mendapat kasih-sayang-nya, ialah tidak memberikan kesaksian palsu.

و الذين لايشهدون الزور (الفرقان: 72)

                        Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu." (QS. Al-Furqan/25: 72)

                                Perkataan dan sumpah palsu meruapakan salah satu dosa besar (kabair) :

...ألا وقول الزور و شهادة الزور...

                                Begitu juga pekataan dan sumpah palsu (merupakan dosa-dosa besar)…

d.      Fitnah

Fitnah adalah perkataan bohong dengan maksud menjelek-jelekkan atau tujuan tidak baik lainnya.

e.       Gunjingan (ghibah) membicara keburukan orang atau sesuatu yang tidak disukainya dari belakang.

...و لا يغتب بعضضكم بعضا...(الحجرات: 12)

Dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain…(QS. Al-Hujurat/49:12)

 

B.      AMANAH (Akhlaq Pribadi-2)

Amanah artinya "dapat dipercaya" berasal dari verba "amuna-ya'munu "yang berarti "jujur , dapat dipercaya"

Sifat amanah lahir dari kekuatan iman.

لاإيمان لمن لا أمانة له, و لا دين لمن لا عهد له (رواه أحمد)

"Tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah (tidak bisa dipercaya), dan tidak (sempurna) agama seseorang yang tidak menunaikan janji." (HR> Ahmad)

 

Pengertian amanah secara sempit adalah memelihara titipan dan mengembalikannya kepada pemiliknya dalam keadaan utuh. Pngertiannya secara luas meliputi antara lain: menyimpan rahasia, melaksanakan tugas yang diberikan.

إنا عرضنا الأمانة على السموت و الأ رض و الجبال فابين أن يحملنها وأشفقن منها و حملها الإنسان , إنه كان ظلوما جهولا (الأحزاب: 72)

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. (QS. AL-Ahzab/33:72)

Bentu-bentuk Amanah

1.      Memelihara Titipan

Jika seorang muslim dititipi orang lain maka dia harus menjaga barang titipan tersebut dengan baik dan mengembalikan kepada yang punya dalam keadaan seperti sediakala.

إن الله يأمركم أن تؤدوا الأمنت إلى أهلها (النساء: 58)

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisa/4: 58)

2.      Menjaga Rahasia

Seorang muslim wajib menjaga rahasia, apakah rahasia pribadi, keluarga, perusahaan, organisasi, atau lebih-lebih rahasia negara. Dia memeliharanya agar tidak jatuh ke tangan orang yan tidak berhak mengetahhuinya.

إذا حدث رجل بحديث ثم التفت فهو أمانة (رواه أبو داود)

"Apabila seseorang membicaraka sesuatu kepada orang lain (sambil) menoleh kiri-kanan maka itulah amanah (yang harus dijaga) (HR. Abu Daud)

3.      Tidak Menyalahgunakan jabatan

Segala bentuk penyalahgunaan amanah baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, family, atau kelompoknya termasuk perbuatan melanggar amanah.

من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا, فأخذ بعد ذلك فهو غلول (رواه أبو داود)

"Barang siapa yang kami pakai untuk suatu pekerjaan (diangkat sebagai karyawan) dan kami beri upah menurut semestinya, maka apa yang ia ambil lebih dari yang semestinya, maka itu namanya ghulul (korupsi)." HR. Abu Daud).

4.      Menunaikan kewajiban dengan baik

Semua amanah dan tugas dijalankan dengan sebai-baiknya karena dia harus mempertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Semuanya akan dihitung dan beri balasannya.

فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره (7) وممن يعمل مثقال ذرة شرا يره (8)

"Barang siapa yang berbuat baik sebarat zarah pun, niscaya dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang melakukan kejahatan sebarat zarah pun niscaya dia akan melihatnya. (QS. Zilzalah/99: 7-8)

C.      ISTIQAMAH (Akhlaq Pribadi-3)

Menurut asal usul kata, istiqamah berasal dari istaqama-yastaqimu yang artinya tegak lurus. Menurut istilah akhlaq, istiqamah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.

 

Perintah untuk beristiqamah terdapat di dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Antara lain:

Firman Allah:

فاستقم كما أمرت و من تاب معك و لا تطغوا إنه بما تعملون بصير (هود: 112)

"Maka beristiqamahlah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Hud/11: 112)

               Nabi bersabda:

قل أمنت بالله ثم استقم (رواه مسلم)

                "Katakanlah: Saya beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah! (HR. Muslim)

                Ujian Keimanan

Setiap orang yang menyatakan dirinya beriman akan diuji oleh Allah. Ujian tersebut tidak selalu dalam bentuk yang tidak menyenangkan (musibah), tapi juga dalam dalam bentuknya yang menyenagkan (ni'mah).

أ حسب الناس أن يتركوا أن يقولوا ءامنا و هم لا يفتنون (العنكبوت: 4)

"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: "Kami telah beriman",  padahal mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut/29: 4)

                Buah dari Istiqamah

                Di antara buah dari istiqamah disebutkan dalam surat Fushilat/41: 30-32:

1.       Dijauhkan dari rasa takut dan sedih yang tidak wajar atau tidak pada tempatnya.

2.       Akan di tempatkan di sorga dengan segala kenikmatannya.

3.       Akan dilindungi Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat.

 

D.     SYAJA'AH (Akhlaq Pribadi-4)

Pengertian

                Menurut bahasa, syaja'ah berati "keberanian"

Keberanin merupakan sifat hati yang mantap dan percaya diri dalam menghadapi bahaya, kesulitan dan sebagainya. Keberanian yang dimaksud  berlandaskan kebenaran dan pertimbangan yang masak.

                Bentuk-bentuk Keberanian antara lain:

1.       Keberanian menhadapi musuh dalam peperangan (jihad fi sabilillah). (QS. Al-Anfal: 15-16)

2.       Keberanian menyatakan kebenaran sekalian di depan penguasa yang zalim.

أفضل الجهاد كلمة عدل عند سلطان جائر (رواه أبو داود و لترميذى)

               "Jihad yang paling utama adalah memperjuangkan keadilan di depan penguasa                       yang zalim. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

3.       Keberanian untuk mengendalikan diri ketika marah sekalipun dia mampu melampiaskannya.

               "Bukanlah yang dinamakan pemberani itu yang kuat secara fisik, melainkan sesungguh nya pemberani itu yang sanggup mengendalikan diri waktu marah. (HR. Muttafaq 'Alaih)

      Sumber Keberanian

1.       Rasa takut kepada Allah:

"Orang-orang menyampaikan risalah Allah, mereka takut kepada-Nya, dan mereka tidak merasa takut kepada seorangpun selain Allah. Dan cukuplah Allah sebagi Pembuat Perhitungan." (QS. Al-Ahzab/33: 39)

2.       Lebih mencintai akhirat dari pada dunia:

"Hai orang-orang yang beriman, apa sebabnya jika dikatakan  kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah", kamu merasa berat dan memilih tinggal diam? Apakah kamu merasa puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akherat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akherat hanyalah sedikit". (QS. At-Taubah/9: 38)

3.       Tidak takut mati:

"Di manapun kamu berada, kematian akan menemukan kamu, walaupun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh (banker)… (QS. An-Nisa/4: 78)

4.       Tidak menomorsatukan kekuatan materi, tetapi mengutamakan pertolongan Allah dengan bersabar.

"Betapa banyak terjadi golongan yang kecil (sedikit) dapat mengalahkan golongan yang besar (banyak) atas izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS.Al-Baqarah/2: 249)

5.       Tawakkal dan yakin adanya pertolongan Allah:

"Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)…" (QS. Ath-Thalaq/65: 3)

 

E.      IFFAH (Akhlaq Pribadi-5)

Pengertian

Secara etimologis, iffah berasal dari bahasa Arab 'iffah yang berarti "kesucian tubuh."

Secara terminologis, iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkannya.

Kehormatan timbul dari ketaatan kepada Allah, melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

        Bentuk-bentuk 'Iffah

1.       Menjaga kehormatan diri dengan menghindari perbuatan zina,

و لا تقربوا الزنى ، إنه كان فاحشة وسآء سبيلا (الإسراء: 32)

"Dan janganlah kamu mendekati zina; karena sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra'/17: 32)

2.       Menjaga kehormatan diri dalam hubungannya dengan masalah harta, dengan berinfak atau bersedekah jepada orang-orang berjuang di jalan Allah. (Al-Baqarah/2: 273)

3.       Menjaga kehormatan diri dalam hubungannya dengan kepercayaan orang lain.

"Berikan jaminan kepadaku terhadap enam perkara, maka aku akan menberi jaminan kalian masuk sorga. Yaitu, jujurlah bila kamu berkata-kata, tepatilah bila kamu berjanji, tunaikanlah amanah kepada yang berhak jika kamu diberi amanah, jagalah kemaluanmu, kendalikanlah pandanganmu, dan tahanlah tanganmu (sehingga tidak menyakiti orang lain)." (HR. Ahmad dan Ibn Hibban)

F.       MUJAHADAH (Akhlaq Pribadi-6)

Pengertian

Mujahadah berasal dari bahasa Arab yang artinya mencurahkan segala kemampuan (jahada-yujahidu-mujahadah-jihad).

Dalam kajian akhlaq, mujahadah diartikan sebagai mencurahkan segala kemampuan untuk mengatasi hal-hal yang menghambat pendekatan diri kepada Allah SWT, baik yang bersifat internal, maupun eksternal.

Hambatan internal bersumber dari jiwa yang mendorong kepada keburukan (nafsu ammarah bis-su').  Sedangkan hambatan eksternal datang dari syaitan, orang munafiq, orang kafir, dan para pelaku kemaksiatan dn kemungkaran.

        Kerja keras dan perjuangan untuk melawan hambatan tersebut dinamakan mujahadah.

و الذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا ، و إن الله لمع المحسنين (العنكبوت: 69)

"Dan orang-orang yang mujahadah/berjuang untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut/29: 69)

         Objek Mujahadah

1.    Jiwa/nafsu yang selalu mendorong kepada keburukan.

Firman Allah dalam Surat Yusf/12: 53

...إن النفس لامارة بالسوء إلا ما رحم ربى ، إن ربى غفور رحيم (يوسف: 53)

"…karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang  diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Yusuf/12: 53)

2.    Godaan syetan.

QS. Al-Baqarah/2: 206

يأيها الذين أمنوا ادخلوا فى السلم كافة و لا تتبعوا خطوات الشيطان ، إنه لكم عدو مبين (البقرة: 208)

"Hai orang-orang yang beriiman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syatan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah/2: 206)

3.    Kecintaan kepada kehidupan dunia yang berlebihan.

QS. At-Taubah/9: 38

"Hai orang-orang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah!", kamu merasa berat dan ingiin tinggal di tempatmu?  Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai pengganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akherat hanyalah sedikit." QS. At-Taubah/9: 38)

4.    Gangguan orang kafir dan musyrik.

QS. Al-Barah/2: 120

و لن ترضى عنك اليهود و لا النصارى حتى تتبع ملتهم ... (البقرة: 120)

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…(QS. Al-Baqarah/2: 120)

يأيهاالنبى جاهد الكفار و المنافقين واغلظ عليهم ، ومأواهم جهنم م بئس المصير (التوبة: 73)

"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-oarang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburu-buruknya." (QS. Taubah/9: 73)

G.      MALU (Akhlaq Pribadi-7)

Malu (al-haya') perasaan sangat tidak enak hati (hina, rendah dsb) karena berbuat sesuatu yang tidak baik atau yang rendah.

 

HADIS TENTANG MALU

إن لكل دين خلقا و خلق الإسلام الحياء (رواه مالك)

       "Setiap agama memiliki aran akhlaq, dan akhlaq Islam adalah malu." (HR. Malik)

الحياء والإيمان قرناء جميعا ، فإذا رفع أحدهما رفع الأخر (رواه الحاكم)

                                       "Rasa malu dan iman berpadu menjadi satu, jika salah satu diantara keduanya hilang maka hilang juga yang lain." (HR. Hakim)      

الحياء من الإيمان و الإيمان فى الجنة ، و البذاء من الجفاء والجفاء فى النار (رواه الترميذ ى)

"Malu itu bagian dari iman, dan iman itu di dalam sorga. Lidah yang keji termasuk kebengisan, dan kebegnisan itu dalam neraka)

KATEGORI MALU

1.       Malu kepada Allah.

2.       Malu terhadap diri sendiri.

3.       Malu kepada orang lain.

Malu kepada Allah seharusnya menjadi dasar dari dua malu yang lain. Karena Malu kepada Allah bersumber dari iman, bahwa Allah SWT selalu melihat, mendengarkan dan mengawasi apa yang kita lakukan.

   Jika rasa malu luntur

Rasa malu menjadi pengontrol (rem) bagi manusia dari perbuatan yang tidak baik. Jika control tersebut hilang, orang akan berbuat apa saja tanpa memperhatikan baik-buruknya.

إن مما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى : "إذا لم تستح فاصنع ما شئت (رواه البخارى)

" Di antara perkataan yang diketahui orang berasal dari kenabian pertama ialah: "Jika kamu tidak lagi punya rasa malu, lakukan sesuka hatimu." (HR. Bukhari)

H.     TAWADHU' (Akhlaq Pribadi-8)

Pengertian

Di dalam bahasa Indonesia, tawadhu' berarti rendah hati (bukan rendah diri), lawan kata sombong.

 

Orang yang tawadhu' tidak menganggap dirinya lebih (hebat, kaya, pandai, elok dan sebagainya) dari orang lain, meskipun kenyataannya bisa demikian. 

 

Rendah hati bersumber dari kesadaran bahwa apa yang ada pada dirinya, harta, kekayaan, ilmu, kedudukan dan lainnya berasal dari Allah.

 

Orang yang sombong merasa dirinya lebih dari orang lain secara berlebihan. Boleh jadi kenyataannya tidaklah demikian.

 

Orang yang rendah diri adalah orang yang kehilangan kepercayaan kepada diri sendiri, menganggap dirinya rendah dibanding orang lain.

 

       Firman Allah:

و عباد الرحمن الذين يمشون على الأرض هونا (ألفرقان: 63)

"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan hati…" (QS. Al-Furqan/25: 63)

ما نقصت صدقة من مال، و ما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا، وما تواضع أحد لله إلا رفغه الله (رواه مسلم)

"Harta tidak berkurang karena sedekah, Allah tidak akan menambahkan kepada seorang hamba yang memberi maaf kecuali memuliakannya, dan tidaklah seorang hamba yang tawadhu' karena Allah kecuali diangkat (derajatnya)-nya." (HR. Muslim)

       Takabbur (Kebalikan dari Tawadu)

       Pengertian

       Takabbur berasal dari bahasa Arab yang berarti: "kesombongan, keangkuhan"

Orang yang sombong akan menolak kebaikan atau kebenaran yang datang dari orang lain yang dianggapnya rendah.

        Nabi bersabda:

الكبر بطر الحق و غمط الناس (رواه مسلم)

"Sombong itu menolak kebenaran, dan melecehkan orang lain." (HR. Muslim)

لا يدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من كبر (رواه مسلم)

                                "Tidak masuk sorga orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong meskipun hanya sebesar zarrah." (HR. Mslim)

I.        SABAR (Akhlaq Pribadi-9)

 

Pengertian

Kata sabar berasal dari bahasa Arab "shabr" yang artinya "menahan dan mengekang".

 

Menurut istlah, sabar berarti menahan diri dari segala sesuatau yang tidak disukai karena mengharap ridha Allah.

 

Sabar tidak hanya terhadap hal-hal yang sering disebut musibah, seperti sakit, kematian, kemiskinan, dan sebagainya, tetapi juga terhadap hal-hal yang sering dipandang sebagai nikmat, seperti harta kekayaan, kedudukan dan sebagainya.

 

Macam-macam sabar

1.       Sabar meneriima cobaan hidup

"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang ynag sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah/2: 155-157)

2.       Sabar menahan hawa nahsu

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu menjadikan kamu lalai dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (QS. Al-Munafiqun/63: 9)

3.       Sabar dalam mentaati Allah SWT

رب السموت و الأرض و ما بينهما فاعبده و اصطبر لعبدته ، هل تعلم له سميا (مريم: 65)

"Tuhan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada orang yang sama dengan Dia?) (QS. Maryam/19: 65)

4.       Sabar dalam berdakwah

يبنى أقم الصلوة وأمر بالمعروف و انه عن المنكر و هصبر على ما أصابك ، إن ذلك من عزم الأمور (لقمان: 17)

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman/31: 17)

      Keutamaan Sabar disebutkan dalam Al-Qur'an

1.       Sabar mempunyai kedudukan yang istimewa. Hal tersebut antara lain dikaitkannya sifat sabar dengan keyakinan (As-Sajdah/32: 24), dengan syukur (Ibrahim/14: 5), dengan tawakkal (An-Nahl/:41-42), dan taqwa (Ali "imran/3: 15-17).

2.       Orang-orang yang sabar akan memperoleh tempat yang  tinggi di dalam sorga (Al-Furqan/25: 75).

3.       Cara untuk memperoleh pertolongan Allah (Al-Baqarah/2: 45 dan 153) dalam urusan dunia dan akherat.

 

J.        PEMAAF (Akhlaq Pribadi-10)

Kata "maaf " berasal dari bahasa Arab " 'afwun " yang berarti "kelebihan atau berlebih."  Misalnya kata 'afwun dalam Surat Al-Baqarah ayat 219: 

"Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "yang lebih dari keperluan."… (QS. Al-Baqarah/2: 219)

الْعَفْوَ kata afwa artinya maaf. Dalam tafsir Al Qur'an diartikan   "yang lebih dari keperluan."

Sifat pemaaf merupakan salah satu perujudan dari taqwa kepada Allah SWT sebagai mana firman Allah dalam Surat Ali Imran/3: 133-134:

"133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."

Islam mengajarkan kepada umat Islam untuk dapat memaafkan kesalahan orang lain tanpa harus menunggu permintaan maaf dari yang bersalah.

IV.             AKHLAQ DALAM KELUARGA

1.      Birrul Walidain

2.      Akhlak Suami Isteri

3.     Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak

4.      Silaturrahim Dengan Karib Kerabat

 

A.      BIRRUL WALIDAIN

 

Kata "birr" berarti"kebajikan", dan "al-walidain" artinya "dua-orang tua atau ibu bapak."

 

Berbakti kepada ibu bapak menempati kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.  Terdapat ayat-aya Al-Qur'an dan hadis yang menjelaskan haltersebut, antara lain:

"Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra'/17: 23)

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, …" (QS. An-Nisa/4: 36)

"Diriwayatkan dari Abi 'Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: "Aku bertanya kepada Nabi saw: Apa amalan yang paling disukai oleh Allah SWT? Beliau menjawab; "Shalat tepat pada waktunya." Aku bertanya lagi; Kemudia apa? Beliau menjawab: "Birrul walidain." Kemudian aku bertanya lagi: seterunya apa lagi? Beliau menjawab: "jihad fi sabililah." (HR. Muttfaq 'alaih)

رضى الله فى رضى الوالد، و سخط الله فى سخط الوالد (رواه الترميذى)

"Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan kemarahan Allah ada pada kemarahan orang tua." (HR. Tirmidzi)

       Bentuk-bentuk Birrul walidain antara lain:

1.       Mengikuti keinginan dan saran orang tua yang tidak bettentangan dengan ajaran Islam. (QS. Luqman/31: 15)

" Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

2.       Menghormati dan memuliakan dua orang tua dengan penuh kasih saying. (QS. Luqman/31: 14)

3.       Membantu dua orang tua secara fisik dan meteriil.

4.       Mendo'akan mereka.

5.       Apabila mereka telah meninggal:

a.       Menyegerakan pemakaman jenazahnya.

b.       Melunasi hutanh-hutangnya.

c.        Melaksanakan wasiatnya..

d.       Melestarikan silaturahmi yang telah dibangun mereka.

e.       Menghormati sahabat-sahabatnya.

f.         Mendoakan mereka.

يا رسول الله ، هل بقى من بر أبوى شئ أبرهما بعد موتهما؟ قال : نعم ، الصلاة عليهما و الاستغفار لهما و إنفاذ عهدهما من بعدهما و صلة الرحم التى لا توصل إلا بهما و إكرام صديقهما (رواه أبو داود)

"Ya Rasulallah, adakah sesuatu keebaikan yang masih dapat saya kerjakan untuk ibu bapak saya setelah keduanya meninggal dunia? Rasulullah menjawab: "Ada, yaitu: Menshalatkan jenazahnya, memintakan ampun baginya, menunaikan janjinya, meneruskan silaturahimnya dan memuliakan sahabatnya. (HR. Bukhari)."

'Uququl walidain (durhaka kepada dua orang tua)

Durhaka kepada dua orang tua merupakan salah satu dosa besar setelah menyekutukan Allah

الكبائر : الإشراك با الله ، و عقوق الوالدين و قتل النفس و اليمين الغموس (رواه البخارى)

"Dosa-dosa besar adalah: mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh orang, dan sumpah palsu." (HR. Bukhari)

 

B.      AKHLAK SUAMI ISTERI

Tujuan Perkawinan dalam Islam membangun keluarga yang tenteram, bahagia, sejahtera lahir dan batin. Allah berfirman dalam Surat Ar-Run/30, ayat: 21

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

Kriteria Memilih Pasangan

تنكح المرأة لأربع : لمالها و لحسبها و لجمالها و لدينها ، فاظفر بذات الدين تربت يداك (رواه البخارى و مسلم و ابوداود)

"Seorang wanita dinikahi berdasarkan empat pertimbangan: karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Peganglah yang memiliki agama niscaya kedua tanganmu tidak akan terlepas (akan mendapat keberuntuungan)." (HR. Bukhari, Muslim dan Abu daud)

Ada beberapa kriteria untuk memilih calon isteri atau suami: kecantikan atau kegagahan, harta, keturunan, dan agamanya. Kriteria agama merupakan yang terpenting. Yang dimaksud agama dalam konteks ini adalah komitmen atau keseungguhannya dalam melaksanakan agama.

Hak-hak Bersama Suami Isteri

1.      Hak saling mencintai.

"Dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An-Nisa/4: 19)

2.      Hak saling mewarisi. Suami wewarisi isteri, dan isteri mewarisi suami. Hubungan saling mewaris hanya berlaku dalam perkawinan yang sah.

"Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, Maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. jika kamu mempunyai anak, Maka Para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), Maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun. (QS. An-Nisa/4: 12)

3.      Hak nasab anak yang dilahirkan dalam perkawinan adalah anak berdua.

Dalam Islam, seorang anak dinisbahkan kepada bapaknya. Anak perempuan yang telah nikahpun dinisbahkan kepada bapaknya, bukan kepada suaminya.

Hak dan Kewajiban Suami-Isteri

Hak adalah apa-apa yang diterima oleh seseorang dari orang lain. Kewajiban adalah apa yang mesti dilakukan seseorang terhadap orang lain. Kewajiban suami merupakan hak bagi isteri, Kewajiban isteri merupakan hak suami.

"…Dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. akan tetapi Para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya…" (QS. Al-Baqarah/2: 228)

Hak dan kedudukan isteri semisal atau seimbang dengan hak dan kedudkan suami. Meskipun demikian, suami mempunyai kedudukan setingkat lebih tinggi, yaitu sebagai kepala rumahtangga.

Kewajiban suami Kepada Isteri

1.      Memberi Nafkah

Nafkah adalah menyediakan keperluan isteri berupa makana, minuman, pakaian, rumah dan lainnya.

2.      Bergaul dengan isteri dengan cara yang baik (ihsanul-mu'asyarah).

"Dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An-Nisa/4: 19)

3.      Membimbing dan mendidik keagamaan isteri. Seorang suami adalah pemimpin rumah tangga. Ia bertanggung jawab di hadapan Allah untuk mendidik dan mengajar isterinya agar menjadi wanita yang shalihah.

Kewajiban Isteri kepada Suami

1.      Patuh kepada suami selama tidak dibawa kepada kemaksiatan.

2.      Bergaul dengan suami dengan cara yang baik (makruf).

3.      Menjaga dirinya, dan harta suaminya jika suami tidak berada di rumah.

 

C.      TANGGUNG JAWAB ORANG TUA TERHADAP ANAK

Anak adalah amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan setiap orang, tempat mencurahkan kasih-sayang, dan tabungan akhirat. Oleh sebab itu dia berkewajiban untuk membesarkan, memelihara, merawat, dan mendidik putra-purinya dengan sebaik-baiknya.

 Hubungan orang tuan dan anak secara garis besar dapat diklasifikasi kedalam tiga hal pokok:

1.      Hubungan Tanggung Jawab

Anak adalah milik dan amanah Allah yang dipercayakan kepada orang tuanya. Orang tua bertanggungjawab atas kebutuhan jasmaniah dan rohaniah anak-anaknya agar tumbuh menjadi orang mukmin yang saleh.

2.      Hubungan Kasih Sayang

Setiap keluarga mendambakan kehadiran anak, tempat mencurahkan kasih sayang.

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS. Al-Kahfi/19; 46)

3.      Hubungan Masa Depan

Anak adalah investasi akhirat orang tuanya. Anak yang saleh akan mengalirkan pahala kepada kedua orang tuanya.

إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة : صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له (رواه مسلم)

"Jika seorang manusia meninggal dunia putuslah (pahala) amalannya kecuali salay satu dari tiga hal: shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendo'akannya." (HR. Muslim)

Anak Dalam Al-Qur'an

1.      Anak Sebagai Perhiasan hidup Dunia

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً -٤٦-

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS. Al-Kahfi/18: 46)

 

2.      Anak Sebagai Ujian

وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ -٢٨-

"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. Al-Anfal/8: 28)

 

3.      Anak sebagai Musush

"Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu[1479] Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (At-Taghabun/64: 14)

 

4.      Anak sebagai Cahaya Mata (qurrata a'yun)

"Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan/28: 74)

 

D.     SILATURRAHIM DENGAN KARIB KERABAT

Silaturahim berasal dari bahasa Arab shillah yang berarti "hubungan, jalinan," dan rahim yang artinya "peranakan". Dalam bahasa Indonesi, silaturahim, atau silaturahmi, berarti menjalin tali persaudaraan.

 

Keluaga dalam konsep Islam adalah, extended family yang tidak hanya terdiri dari suami, isteri, dan anak(nuclear family/keluarga inti), tapi juga mencakup ke atas: kakek dan nenek, ke bawah: cucu-cicit, ke samping kakak, adik, keponakan, sepupu dan sebagainya.

 

Setiap muslim berkewajiban untuk bersikap baik terhadap karib kerabatnya, menjaga hubungan di antara mereka.

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An-Nisa/4:1)

Bentuk-bentuk Silaturrahim

1.       Berbuat baik (ihsan) terutama memberikan bantuan materiil untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (QS. An-Nisa/4: 36)

الصدقة على المسكين صدقة و على ذى الرحم ثنتان: صدقة و صلة (رواه الترميذى)

"Sedekah kepada orang miskin bernilai satu yaitu sedekah. Sedangkan sedekah kepada karib kerabat bernilai dua: yaitu sedekah dan silaturrahim." (HR. Tirmidzi)

2.       Memelihara dan meningkatkan kasih sayang, saling hormat dan menghormati, kunjung-mengunjungi, membantu dan kerjasama.

تعلموا من أنسابكم ما تصلوا به احامكم فإن صلة الرحم محبة فى الأهل مثرأة فى المال منسأة فآ الأثر (رواه الترميذى)

"Pelajarilah silsilah keluarga yang akan menghubungkan tali kasihmu, karena sesungguhnya silaturrahim itu melahirkan kasih sayang pada keluarga, kemudahan memperoleh harta dan panjang umur." (HR. Tirmidzi)

 

V.                  AKHLAQ BERMASYARAKAT

 

A.      BERTAMU DAN MENERIMA TAMU

Bertamu

Islam mengajarkan agar sebelum bertamu atau memasuki rumah seseorang, terlebih dahulu meminta izin dan mengucapkan salam kepada penghuninya.

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#qè=äzôs? $·?qãç/ uŽöxî öNà6Ï?qãç/ 4_®Lym (#qÝ¡ÎSù'tGó¡n@ (#qßJÏk=|¡è@ur #n?tã $ygÎ=÷dr& 4 öNä3ÏsŒ ׎öyz öNä3©9 öNä3ª=yès9 šcr㍩.xs? ÇËÐÈ  

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat." (QS. An-Nur/24: 27)

Jika sang penghuni sedang tidak di rumah, atau tidak bersedia menerima tamu, maka tamu tidak diperbolehkan mendesak, atau memaksakan keinginannya untuk bertamu.

bÎ*sù óO©9 (#rßÅgrB !$yÏù #Yymr& Ÿxsù $ydqè=äzôs? 4Ó®Lym šcsŒ÷sムö/ä3s9 ( bÎ)ur ŸÏ% ãNä3s9 (#qãèÅ_ö$# (#qãèÅ_ö$$sù ( uqèd 4s1ør& öNä3s9 4 ª!$#ur $yJÎ/ šcqè=yJ÷ès? ÒÎ=tæ ÇËÑÈ  

"jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, Maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, Maka hendaklah kamu kembali. itu bersih bagimu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS. An-Nur/24: 28)

Menerima Tamu

Menerima dan memuliakan tamu dalam Islam dipandang sebagai perbuatan mulia, dan dianjurkan.  Oleh Nabi Muhammad SAW memuliakan tamu dijadikan salah satu tugas seorang mukmin.

من كان يؤمن با الله و اليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت، و من كان يؤمن با الله و اليوم الآخر فليكرم جاره، و من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليكرم ضيفه (رواه البخارى و مسلم)

"Barang sapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allad dan Hari akhir hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. (Hr. bukhari dan Muslim)

B.      HUBUNGAN BAIK DENGAN TETANGGA

Tetangga adalah pihak terdekat setelah anggota keluarga sendiri. Merekalah yang diharapkan lebih dahulu memberpertolongan atau bantuan ketika memerlukan. Misalnya ketika kita mengadakan hajatan, atau menitipkan rumah.

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, Ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri," QS. An-Nisa/4: 36)

[294] Dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang Muslim dan yang bukan Muslim.

[295] Ibnus sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma'shiat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.

من كان يؤمن با الله و اليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت، و من كان يؤمن با الله و اليوم الآخر فليكرم جاره، و من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليكرم ضيفه (رواه البخارى و مسلم)

"Barang sapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allad dan Hari akhir hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. (Hr. bukhari dan Muslim)

لايدخل الجنة من لا يأمن جاره بوائقه  (مسلم)

"Tidak masuk sorga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya." (HR. Muslim)

C.      HUBUNGAN BAIK DENGAN MASYARAKAT

Bermasyarakat merupakan salah satu fitrah manusia. Allah berfirman:

$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /äoYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNäoYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu‘$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& yYÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ    

"Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal."

Kewajiban Sosial Sesama Muslim:

حق الملس على المسلم خمس: رد السلام، و عيادة المريض، واتباع الجنائز ، و إجابة الدعوة ، و تشميط العاطش. (رواه  الخمسة)

"Kewajiban seorang Muslim atas Muslim lainnya ada lima: menjawab salam, mengunjungi orang sakit, mengiring jenazah, memenuhi uundangan, dan menjawab orang yang bersin." (HR. Khamsah)

1.       Mengucapkan dan menjawab salam.

2.       Mengunjungi orang sakit.

3.       Mengiring jenazah.

4.       Menjawab/mengabulkan undangan.

5.       Menyahut  orang yang bersin.

TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAAN

Membina hubungan baik dengan non muslim juga dianjurkan oleh Islam. Akan tetapi ada larangan dalam hal-hal tertentu, anatar lain:

1.       Mengikuti upacara, atau peribadatan mereka.

2.       Mengurus jenazah mereka secara Islam.

3.       Mendo'akan mereka untuk mendapat rahmat Allah. (Adanya larangan menggunakan/ mengucapkan salam Islam, "Assalamu'alaikum warahmatullahi…" , tapi diganti dengan ucapan lain/sapaan lain.)

Islam mengajarkan kaum muslimin bersikap toleran kepada non Muslim, yakni menghormati agama dan keyakinan mereka, dan tidak memaksakan keyakinan kita kepada mereka, atau sebaliknya.

ö/ä3s9 ö/ä3ãÏŠ uÍ<ur ÈûïÏŠ ÇÏÈ  

"Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

 

 

Sabtu, 29 April 2023

Tentang Do'a Qunut dalam Shalat

Imam Ahmad bin Hambali > Qunut Naziilah pada setiap shalat fardu. 

Imam Abu Hanifah > Tidak Qunut, mengambil dalil dari peristiwa Bir al Mauna, turunyai Al Quran Surat Al-'Imran ayat 128

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ اَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَاِنَّهُمْ ظٰلِمُوْنَ
Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad) apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim.

Imam Asy Syafi'i > Qunut Subuh, dalilnya dari Ibnu Umar, diajarkan oleh Nabi kpd cucunya al Hasan kalimatnya :

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكَ لِن فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Allahummah dinii fii man hadairs, wa 'aafiinii fii man 'aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a'thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa 'alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalaits.
("Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk,
berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan.
Tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan,
berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan,
Karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atasMu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.").

Imam Malik > Qunut Subuh pada rakaat ke-2 setelah i'tidal bacaan qunut nya di sirkan.

Sumber : Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA, link https://youtube.com/shorts/zaRlfPHuzHY?feature=share,

Kamis, 27 April 2023

AIK-2 IBADAH

IBADAH

o Pendahuluan 

o A. Nama Mata Kuliah dan Jumlah SKS 1. 

o 1. Nama Mata Kuliah di seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah adalah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, disingkat AIK

o 2. Jumlah jam pembelajaran dan SKS masing-masing PTM dapat berbeda, minimal 8 SKS dan maksimal 12 SKS. 

o Jumlah Jam/Kredit : AIK II 100 menit/Minggu (2 sks) Prasyarat : AIK 1

o AIK I (Kemanusiaan dan Keimanan), 

o AIK II (Ibadah, Akhlak dan Muamalah). 

o AIK III (Kemuhammadiyahan), 

o AIK IV (Islam dan Ilmu Pengetahuan). 

o Pedoman ini hanya mengatur jumlah minimal SKS yang wajib diselenggarakan oleh semua PTM.


B. Tujuan Pendidikan AIK 

Tujuan umum pendidikan AIK adalah terbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, berkemajuan dan unggul dalam IPTEKS sebagai perwujudan tajdid dakwah amar makruf nahi munkar. 

Tujuan umum tersebut dijabarkan menjadi tujuan yang lebih terukur (Tujuan Khusus) sebagai berikut: 

1. AIK I: Membentuk sarjana muslim yang mengenal diri dan Tuhan, misi, tujuan dan manfaat hidupnya sebagaimana dituntunkan dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah. 

2. AIK II: Membentuk sarjana muslim yang taat dan benar dalam beribadah, unggul dalam bermuamalah, dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. 

3. AIK III: Membentuk sarjana muslim sebagai kader persyarikatan Muhammadiyah yang mampu beramar makruf nahi munkar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

4. AIK IV: Membentuk sarjana muslim yang berjiwa dan berperilaku cendekia (ulul albab).


C. Standar Kompetensi Lulusan. Setelah menyelesaikan program pendidikan ini mahasiswa memiliki kompetensi sebagai berikut: 

1. Mengetahui dan memahami hakekat Tuhan, manusia dan kehidupan sesuai dgn tuntunan Al-Qur’an dan Hadits yang shahih dan ilmu pengetahuan (AIK I) 

2. Mengamalkan tata cara beribadah yang benar berdasarkan alQur’an dan as-Sunnah maqbullah (AIK II). 

3. Berakhlakul karimah dalam bermuamalah yang bermanfaat bagi diri, masyarakat, bangsa dan negara (AIK II). 


2. Hakekat Ibadah: 

o a. Konsep ibadah; 

o Konsep ibadah adalah mencakup segala apapun yg dikerjakan dan dilakukan dengan niat yg ikhlas karena Allah (karena semata-mata menaati perintah Allah dan mengharap keridhaan-Nya). (Qs.51/56, Qs. 98/5). 

o b. Ibadah mahdhah dan ghaira mahdhah; 

o (Ibsdah Khusus & Ibadah Umum). 

o Ibadah Mahdah adalah ibadah yg sudah jelas perintah dan tata cara pelaksanaannya. ibadah yang tatacaranya, waktunya, dan bahkan tempatnya sudah ditentukan aturan pelaksanaannya. Contonya : Shalat, Zakat, Puasa, Haji 


o Ibadah Ghaira Mahdah adalah ibadah umum.  Ibadah ghaira mahdhah-mu'amalah.  Misalnya: menuntut ilmu dengan niat ibadah (mengabdi mencari ilmu dengan ridha Allah),  pegawai yang berniat supaya pengabdiannya atau pekerjaannya bernilai ibadah, petani yang mengolah sawah-ladangnya dengan niat ibadah karena Allah. dsb.

KAIDAH IBADAH :

Qa'idah Ibadah Mahdah

الأصل في العبادة حرام حتى يأتي الدليل

"Hukum asal Ibadah (mahdah) itu adalah terlarang (haram) sampai ada dalil (yang memerintahkan)." . 

Jadi prinsipnya, jangan mengerjakan kalau tidak ada dalil yang memerintahkannya.   :

Qaidah Ibadah ghaida mahdah (Muamalah) :

الشرع ما دامت المعاملات جائزة إلا إذا قام دليل يمنعها

"Hukum asal muamalah boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya (mengharamkannya) ".

Jadi prinsipnya kerjaka terus kebaikan (amal / amal sholih / amal jariyah) selama tidak ada larangannya. 


o c. Fungsi ibadah; 

o (1) (Hablum minallah & Hablum minannas) 

o (2) Untuk ningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. 

o (3) Sebagai bukti kesyukuran kepada Allah SWT. atas segala nikmat-Nya.  

o d. makna spiritual ibadah bagi kehidupan sosial. 

o Perhatikan ayat berikut :

o Al-Ma'idah (5) ayat 35 

o يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

o Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.

o Apakah wasilah itu ? 

o Perhatikan ayat berikut :

o Al-'Imran ayat 51 :                     

o اِنَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُ ۗهٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ 

o Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.

o Tugas para Rasul Allah :

o Perhatikan ayat berikut :

o An-Nahl ayat 36 :

o وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ

o Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).


o Ibadah dan hubungan sosial :

o An-Nisa' ayat 36

۞ وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

o Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diridiri. 


3. Shalat: 

o a. Hakikat shalat, 

Hakikat shalat itu adalah ibadah, zikir dan do’a.

Shalat itu adalah zikir, dalilnya Qs.Taha (20) ayat 15

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.

Dan Shalat itu adalah do’a

Qs. At-Taubah ayat 103

وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Imam Muslim di dalam kitab Sahih-nya telah meriwayatkan: Ketika Abu Aufa  membawa zakatnya kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam mendoakan : 

اللَّهُمَّ صَل عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى"

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Abu Aufa.

Di dalam hadis lain disebutkan bahwa seorang wanita berkata, "Wahai Rasulullah, berdoalah untuk diriku dan suamiku." Maka Rasulullah Saw berdoa:

  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكِ، وَعَلَى زَوْجِكِ

Semoga Allah merahmati dirimu juga suamimu.

o b. Mengapa Allah mewajibkan shalat; 

Karena kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah dan bagaimana cara beribadah kepada Allah Swt, maka karena itu Allah pun menunjukkan cara kita beribadah kepadanya setiap hari dengan melaksanakan shalat. 

Lihat dalilnya Qs.Taha (20) ayat 15

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.

o c. Tujuan dan fungsi shalat; 

o Tujuan shalat adalah untuk beribadah kepada Allah (Qs.51/56).

o Fungsi shalat adalah menceah dari perbuatan keji dan mungkar (Qs.29/45).

o d. Akhlak dalam shalat; 

o Shalat yg bermanfaat adalah shalat yg khusyuk, sebagaimana disebutkan dalam QS. 23/1-2, Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya. Dan untuk khusyuk dlm shalat diperlukan maka diperlukan akhlak, antara lain: ketenangan, kesabaran, tu’maninah (tenang dan berhenti sejenak pada setiap perpindahan gerakan atau rukun shalat). Ini diperlukan praktik.

o e. Hikmah Ibadah Shalat; 

o (1) Menenteramkan hati. 

o (2) Mendapatkan kecintaan dan keridhaan Allah SWT.

o (3) Mencegah perbuatan keji dan mungkar.

o (4) Shalat berjamaah, memakmurkan masjid dan mempekokoh persaudaraan muslim

o f. Makna Spiritual Ibadah Shalat; 

o Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku.(Ta ha ayat 14).

o Seseorang yang shalat berarti melakukan hubungan langsung (direct connecting) dengan Allah SWT. Dengan demikian, tercipta rasa aman, tenang, damai, indah, sejuk, dan lapang di dada (di hati), seperti yang dilukiskan Allah dalam ayat, "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. (Ar-Ra'd ayat 28).

o g. Ancaman bagi yang meninggalkan shalat. 

o فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ 

o Maka celakalah orang yang salat Al-Ma'un ayat 4),

o الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ  

o yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya (Al-Ma'un ayat 5).

o مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ” 

o (Penghuni surga bertanya kepada penghuni Neraka) “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?” (Al-Muddassir ayat 42). 

o قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ 

o Mereka (penghuni Neraka) menjawab, “Dahulu (di dumia) kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat (Al-Muddassir ayat 43) ,


Al-Baqarah, ayat 45-46

{وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45) الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (46) }

Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amal berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى (132) 

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.


Rasululah bersabda

أَوَّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

“Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila shalatnya buruk, maka seluruh amalnya pun buruk. (HR. Thabrani)

Dalam hadits yang lain Rasulullah juga bersabda

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْـجَحَ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، وَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَةٍ ؛ قَالَ الرَّبُّ : اُنْظُرُوْا ! هَلْ لِعَبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكَمَّلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيْضَةِ ، ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَىٰ ذٰلِكَ

"Sungguh amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka beruntung dan selamat-lah dia. Namun jika rusak (sholatnya) maka merugi dan celakalah dia. Jika dalam shalat wajibnya ada yang kurang, maka Rabb Yang Mahasuci lagi Mahamulia berkata (kepada Malaikat) ‘Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka shalat wajibnya disempurnakan oleh shalat sunnah tadi. Lalu dihisablah seluruh amalan wajibnya sebagaimana sebelumnya.’” (HR. Tirmidzi, no. 413) 


Selasa, 18 April 2023

HISAB PASTI TERJADI

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ
“Tidak akan bergeser dua kaki seorang hamba, sampai dia dimintai pertanggungjawaban tentang:

√ umurnya, untuk apa dia habiskan?
√ ilmunya, apakah diamalkan atau tidak?
√ hartanya, dari mana dia mendapatkan dan untuk apa dia belanjakan?
√ jasadnya (fisiknya/tubuhnya), untuk apa dia gunakan ?*

Tentang umur. Kita hidup di dunia ini hanya dalam waktu singkat, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa umur manusia sekarang, sekitar antara 60 sampai 70 tahun dan sedikit yang lebih dari itu. Dari umur yang kita jalani (setiap orang berbeda-beda sesuai dengan takdirnya) berapa yang kita pergunakan untuk beribadah dan berapa yang kita gunakan untuk urusan dunia. Seharusnya seluruh hidup kita (umur kita) dipergunakan untuk beribadah, sesuai dengan firman Allah "Dan tidaklah Kami ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku" (Qs. Asy-Syariyah/51, ayat 56). Bisakah begitu ? Jawabannya, bisa. Yaitu dengan cara seluruh apapun yang kita lakukan kita niatkan karena Allah (mengharap Ridha Allah). Hal ini sesuai dengan Hadits 'Setiap amal ditentukan oleh niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan". Dan itu adalah karakter orang yang beriman. Jadi orang yang beriman selain mendapatkan hasil kerjanya di dunia ini, sekaligus mendapatkan bekal untuk kehidupannya nanti di akhirat (yang biasa kita sebut dengan 'pahala' (balasan, ganjaran). Tetapi hanya dengan niat tentu tidak cukup, harus disertai (dibuktikan) dengan perbuatan atau tindakan yang benar yang biasa kita sebut dengan 'amal sholeh'. Jadi dalam hal ini ada tiga hal yang harus sinkron yaitu niat, perkataan dan perbuatan yang benar. Tidak hanya benar tetapi juga harus baik, bahkan sebaik-baiknya. Dengan demikian, Insya Allah umur kita bisa kita pertanggung jawabkan, bisa selamat.

Tentang ilmu. Ilmu yang kita miliki pastikan adalah ilmu yang benar, ilmu yang bermanfaat, bisa diamalkan. Jangan kikir dengan ilmu. Pakai prinsip "ilmu jika diamalkan akan bertambah, tapi jika tidak diamalkan akan hilang". 

Tentang harta. Harta akan lebih berat prtanggung jawabannya, karena ada dua pertanyaan, yaitu dari mana diperoleh dan ke mana dipergunakan. Dari mana diperoleh, harus dari jalan dan cara yang halal dan baik. Dan kemana dipergunakan, kepada hal-hal yang bermanfaat, berguna, atau biasa disebut maslahat.

Tentang jasad atau tubuh kita. Kaki ke mana saja dilangkahkan, tangan ke mana saja dipergunakan, mata, telinga, dan seluruh anggota tubuh, mestinya semuanya dipergunakan kepada hal-hal yang berguna atau bermanfaat (bernilai ibadah). 

Dengan demikian Insya Allah kita akan selamat dari hisab (perhitungan amal) di hari pembalasan (Akhirat).

*Sumber: (Hadits riwayat at-Tirmidzi no. 2417 dari sahabat Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani

Senin, 17 April 2023

YANG TIDAK TERSENTUH API NERAKA

Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu Rasulullah Shallallahu‘alaihi Wa Sallam bersabda: 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ:  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟, قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ: ” كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ قَرِيبٍ سَهْلٍ“

"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?"

Para sahabat berkata:

"Mau, wahai Rasulullah!"

Beliau menjawab:

"yang haram tersentuh api Neraka adalah orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, dan Sahl."

(Hadits Riwayat At-Tirmidzi & Ibnu Hibban, dishahihkan Al-Albani)

Hayyin (Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin).

Layyin (Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur kata atau bersikap).

Qarib (Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara).

Sahl (Orang yang tidak mempersulit sesuatu).

Kesimpulan :

Orang yang akan selamat dari api neraka adalah orang yang memiliki karakter :

1. Ketenangan dan keteduhan hati dan tindakan.

2. Lemah lembut dan santun baik dalam perkataan maupun tindakan.

3. Akrab, ramah dan menyenangkan dalam berkomunikasi.

4. Memudahkan dalam segala urusan.

(Sumber : Yayasan Cendikia Muslim).

Kamis, 06 April 2023

Nasihat Pernikahan

 

Nasihat pernikahan ini untuk pengantin baru dan pengantin lama, yaitu :

Surat An Nur ayat 32. Allah SWT berfirman:

Penyejuk Hati dan Jiwa, Berisi Motivasi Hidup, Agama, dan Cinta

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendiri di antara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS: An Nur:32)

Nikah itu sunnah Rosululloh SAW,

  النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِى فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى وَتَزَوَّجُوا فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

“Nikah itu sunnahku.. siapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku. Menikahlah, karena saya merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat.” (HR. Ibnu Majah 1919 dan dihasankan al-Albani).

Allah menolong orang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ

Ada 3 orang yang berhak mendapatkan pertolongan dari Allah, (1) Orang yang berjihad di jalan Allah, (2) Budak mukatab yang ingin menebus dirinya untuk merdeka, dan (3) Orang yang menikah, karena ingin menjaga kehormatannya. (HR. Nasai 3133, Turmudzi 1756, dan dihasankan al-Albani).

“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menikahi Aisyah ketika beliau berusia 6 tahun. Dan beliau tinggal serumah bersama Aisyah ketika ia berusia 9 tahun” (HR. Bukhari no.5134).

Dalam hadits riwayat Muslim dijelaskan, 
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻗَﺎﻟَﺖْ: ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ اﻟﻠﻪِ -ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: "ﺃُﺭِﻳْﺘُﻚِ ﻓِﻲ اﻟﻤَﻨَﺎﻡِ ﺛَﻼَﺙَ ﻟَﻴَﺎﻝٍ ﺟَﺎءَ ﺑِﻚِ اﻟﻤَﻠَﻚُ ﻓِﻲ ﺳَﺮَﻗَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺣَﺮِﻳْﺮٍ ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ: ﻫَﺬِﻩِ اﻣْﺮَﺃَﺗُﻚَ ﻓَﺄَﻛْﺸِﻒُ، ﻋَﻦْ ﻭَﺟْﻬِﻚِ ﻓَﺈِﺫَا ﺃَﻧْﺖِ ﻓِﻴْﻪِ. ﻓَﺄَﻗُﻮْﻝُ: ﺇِﻥْ ﻳَﻚُ ﻫَﺬَا ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ اﻟﻠﻪِ ﻳُﻤْﻀِﻪِ" 

"Dari Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, 'Aku bermimpi tentangmu selama tiga malam. Malaikat membawamu dalam sebuah tempat yang terbuat dari sutera. Malaikat itu kemudian berkata, 'Ini adalah istrimu.' 'Aku buka wajahmu ternyata engkau di dalamnya.' Aisyah berkata, 'Jika ini datang dari Allah, maka akan berlanjut.'" (HR Muslim) 

Mahar Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah ra saat menikah jika dikonversikan dengan emas adalah 200 gram emas terbaik, atau sebanyak 500 dirham. Jika merujuk pada hasil konversi dalam emas, maka mahar itu senilai Rp1,3 miliar. Itu jika menggunakan hitungan emas 24 karat per gram yang dihargai setara Rp6,5 juta.

"Mahar Rasulullah kepada para isterinya ialah 12 Uqiyah dan satu nash". Lalu, Aisyah melanjutkan, "Tahukah Anda apakah nash itu?" Abdur Rahman menjawab, "Tidak, ya, Aisyah." Istri Rasulullah itu berkata, "Setengah Uqiyah". Jadi, semuanya 500 dirham. Itulah mahar Rasulullah untuk para istrinya. (HR Muslim).

Rasulullah SAW bersabda:
«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»

"Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah, dan siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu menjadi benteng baginya.”

Hadits tentang pernikahan lainnya yakni anjuran menikahi perempuan yang amanah.

مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِه

”Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Allah kecuali memiliki seorang istri yang sholihah. Yang bila disuruh, menurut dan bila di pandang menyenangkan, dan bila janji menepati, dan bila ditinggal pergi bisa menjaga diri dan harta suaminya.” (HR. Ibnu Majah

Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي هريرة قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إذا أتاكم من ترضون خلقه و دينه فانكحوه إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض . رواه الحاكم وقال هذا حديث صحيح الإسناد و لم يخرجاه

"Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila datang kepada kalian siapa yang kalian ridhai akhlak dan agama nya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan menjadi fitnah dan muka bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Al-Hakim – sanadnya shahih).

Rasulullah SAW menganjurkan untuk memilih calon istri yang penyayang dan subur.

تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I dan  Abu Dawud)

Rasulullah SAW mengajurkan untuk memilih calon pasangan yang baik agamanya.

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Featured Post

JADILAH SEPERTI MUSAFIR

source image: detik.com عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل...