Jumat, 19 Januari 2024

Do'a agar dibebaskan dari Kesulitan

Abu Daud telah meriwayatkn... dari Abu Darda yang mengatakan, "Barang siapa yang mengucapkan kalimat berikut di saat pagi dan petang hari sebanyak tujuh kali, niscaya Allah akan memberinya kecukupan dari apa yang menyusahkannya," yaitu: 

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arasy yang agung. (Qs. At-Taubah (9) ayat 129). (Baca Tafsir Ibnu Katsir). 


Do'a mohon perlindungan

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِير

Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami, sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami.


Do'a mohon diberikan kekuasssn

قُلِ اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (Al-'Imran ayat 26).


Do'a dibebaskan dari utang

𝚁𝚊𝚜𝚞𝚕𝚞𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚘'𝚊 𝚜𝚋𝚋.

اللَّهمَّ اكفني بِحلالِكَ عن حرامِكَ، وأغنِني بِفَضلِكَ عَمن سواكَ

"Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezeki yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram. Dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu." (HR Tirmidzi).

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan," "aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang."

Jumat, 12 Januari 2024

Orang Yang Beruntung

 Rasulullah SAW bersabda,

من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون.( رواه الحاكم)

Artinya: "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR Al Hakim). 

Kata rabih atau rabihat (beruntung)(Qs.2/16), sinonim (searti) dengan kata faaza atau fauzan , fauzan afziima, al faaizun. 
Maka ditemukan dalam ayat 

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. (Qs. Al Imran ayat 185).

Dan juga kata falah , al falah, al-muflihun (orang-orang yang beruntung). Ada juga kata hadzdzin, dzuu hadzdzin 'adzim (keberuntungan yang be𝚜ar). 
Disebutkan dalam Al-Qur'an 46 kali. 

Dari hadits Nabi Saw ini dapat kita petik pelajaran bahwa Islam menghendaki pemeluknya (kaum muslimin dan muslimat semuanya) untuk senantiasa meningkatkan kualitas kehidupan masing-masing. Kualitas kehidupan kita dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu dari segi materi atau harta, dari segi pemikiran atau intelektual, dan dari segi spiritualnya atau keagamaan atau keimanan. 

Biasanya seseorang itu bahagia kalau kebutuhan terutama kebutuhan sehari-harinya terpenuhi, apalagi jika usaha atau bisnisnya beruntung. Jangan lupa bahwa rezki berupa harta, terutama berupa makanan dan minuman harus memenuhi dua syarat yaitu halal dan baik (halaman toyibah). Dari segi halal, rizki berpa harta harus halal zatnya, sumbernya maupun cara memperoleh nya. Dari segi toyib atau baiknya harus berkualitas, jika itu berpa makanan harus bergizi. 

Kualitas intelektual kita meningkat karena ilmu kita bertambah, khusunya anak-anak, generasi muda kita karena pendidikan mudah dan murah terjangkau. Dan kehidupan spiritual kita, kehidupan beragama kita terjamin, aman, tertib, damai, rukun, nyaman dan bahagia.
Pertanyaan; Bagaimana  mewujudkan nya? Mesti harus ada kerja keras, usaha maksimal secara bersama-sama, secara kolektif dalam rumah tangga kita masing-masing, dalam lingkungan kita, dalam masyarakat, dan bahkan dalam berbangsa dan bernegara kita dengan pemerintah, penguasa, pemegang amanah rakyat.


Rabu, 03 Januari 2024

MALAIKAT, RASUL, JIN DAN KITAB SUCI

 > MALAIKAT adalah salahsatu makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya yang ditempatkan di alam ghaib.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ ». (رواه مسلم)
("Malaikat itu diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian (dari tanah)." (HR. Muslim).
Jumlah malaikat ada banyak sekali. Secara spesifik jumlah malaikat hanya Allah yang mengetahui. Namun, ada 10 malaikat yang mesti diketahui.
1. Malaikat Jibril, yang bertugas menyampaikan Wahyu dari Allah kepada Nabi dan Rasul.
Ayat-ayat yang menyebutkan :

Qs. Al-Ma'arij ayat 4

تَعْرُجُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍۚ
Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.

Qs. As-Sajdah ayat 5

يُدَبِّرُ الْاَمْرَ مِنَ السَّمَاۤءِ اِلَى الْاَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗٓ اَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ
Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

 Qs. Al-Qadr ayat 4

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

 
2. Malaikat Mikail, yang bertugas Membagi Reski kepada seluruh makhluk Allah.

Ayat yang menyebutkan :

Qs. Al-Baqarah ayat 98

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ
Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.

 
3. Malaikat Israfil, yang bertugas meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat. Tiupan pertama mematikan seluruh makhluk, dan tiupan kedua menghidupkan seluruh makhluk.

ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ تُبْعَثُوْنَ
Kemudian, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.(Al-Mu'minun ayat 16).
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ  تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ 
(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,
(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua. (An-Nazi'at ayat 6-7).
فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (An-Nazi'at ayat 14).

4. Malaikat Israil (Malaikat Al Maut), yang bertugas mencabut nyawa bagi orang yang sudah tiba ajalnya. Makanya disebut Malaikat Maut, disebutkan dalam Qs. As-Sajdah ayat 11

۞ قُلْ يَتَوَفّٰىكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ ࣖ
Katakanlah (sampaikanlah), “Malaikat maut yang diserahi (tugas) untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan (dibangkitkan/dihidupkan kembali untuk selamanya).”
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.(An-Nazi'at ayat 1)
وَلَوْ تَرٰٓى اِذْ يَتَوَفَّى الَّذِيْنَ كَفَرُوا الْمَلٰۤىِٕكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَدْبَارَهُمْۚ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ
Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (Al-Anfal ayat 50).
{وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ}
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawa kalian.” (Al-An'am: 93).
وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.(An-Nazi'at ayat 2).
الَّذِيْنَ تَتَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ طَيِّبِيْنَ ۙيَقُوْلُوْنَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), “Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.” (An-Nahl ayat 32).

5/6. Malaikat Rakib dan Atid
Malaikat Rakib, yang bertugas Mencatat Amal Baik, selama hidupnya sejak dari usia balig.
Malaikat Atid, yang bertugas mencatat Amal Buruk, selama hidupnya sejak dari usia balig.

مَا يَفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).[Qaf (50) ayat 18].

7/8. Malaikat Munkar dan Nakir
Malaikat Munkar, akans menanyai orang dalam kubur. Dan Malaikat Nakir, yang bertugas Menyiksa (memukul orang-orang yang berdosa) di dalam kubur.
Mereka akan menanyai mayat dalam kubur, siapakah Tuhanmu? Siapa Nabimu? Apa Agamamu?
“ Apabila mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan datangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Mungkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata (bertanya) : Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad Saw. )?, maka ia menjawab sebagaimana ketika di dunia: Abdullah (hamba Allah)  dan Rasul-Nya, aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku menyaksikan bahwa Muhammad adalah (hamba dan) utusan Allah. Keduanya berkata: Kami telah mengetahui )jawabanmu) bahwa kamu terlebih dahulu telah mengatakan itu. Kemudian kuburannya (diluaskan) seluas 70 x 70 hasta, dan diberi penerangan (cahaya dalam kuburnya dari cahaya mata hari) , dan dikatakan (kepadanya); Tidurlah. Dia menjawab: “Aku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargaku (tentang berita ini) ”. Keduanya (Munkar & Nakir) berkata: “Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut ”.

Apabila yang meninggal adalah orang munafik, ia menjawab : Saya mendengar orang mengatakan akupun mengikutinya dan saya tidak tahu. Keduanya (Malaikat Munkar & Nakir) berkata: kami berdua sudah mengetahui (jawabanmu) bahwa kamu terlebih dahulu mengatakan itu. (Lalu) Dikatakan kepada bumi: Himpitlah dia, maka dihimpitlah jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan, dan ia akan selalu merasakan adzab (siksaan) sampai Allah bangkitkan dari tempat tidurnya tersebut. (Hadits ini dihasankan oleh Al Baani dalam shahih Tirmidzi)

9/10. Malaikat Ridwan & Malik
Malaikat Ridwan, yang bertugas menjaga Pintu Surga. Dan Malaikat Malik menjaga pintu Neraka.
Qs. Az-Zumar ayat 73

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.”
Az-Zumar ayat 74
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ صَدَقَنَا وَعْدَهٗ وَاَوْرَثَنَا الْاَرْضَ نَتَبَوَّاُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاۤءُ ۚفَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ
Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.

Qs. Az-Zumar ayat 71

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى جَهَنَّمَ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا فُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَتْلُوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۗقَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, ada,” tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.
قِيْلَ ادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚفَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ
Dikatakan (kepada mereka), “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, (kamu) kekal di dalamnya.” Maka (neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri.(Az-Zumar ayat 72).

Dari Anas RA dari Nabi SAW bersabda, "Jika suatu jenazah sudah diletakkan didalam kuburnya dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya, dia mendengar gerak langkah sandal sandal mereka, maka akan datang kepadanya dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya seraya keduanya berkata, kepadanya: "Apa yang kamu komentari tentang laki-laki ini, Muhammad SAW?". Maka jenazah itu menjawab, "Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusanNya." Maka dikatakan kepadanya, "Lihatlah tempat dudukmu di neraka yang Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga." Nabi SAW selanjutnya berkata, "Maka dia dapat melihat keduanya." Adapun (jenazah) orang kafir atau munafiq akan menjawab, "Aku tidak tahu, aku hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang." Maka dikatakan kepadanya, "Kamu tidak mengetahuinya dan tidak mengikuti orang yang mengerti." Maka kemudian dia dipukul dengan palu godam besar terbuat dari besi diantara kedua telinganya sehingga mengeluarkan suara teriakan yang dapat didengar yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluq (jin dan manusia)" (HR Bukhari dan Muslima)

NABI DAN RASUL
Berdasarkan hadits, jumlah nabi ada 124 ribu, sedangkan jumlah rasul ada 313 (Rasul itu sekaligus Nabi). Dan yang wajib atau penting untuk diketahui ada 25.
Perbedaan nabi dan rasul, nabi tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu yang ia terima dari Allah kepada umat manusia. Sementara rasul diperintahkan Allah (wajib) untuk menyampaikan wahyu yang diterima kepada umat manusia pada zaman ia diutus.
Daftar 25 Nabi dan Rasul dalam Islam:
(1) Nabi Adam A.S (Umur 930 tahun)
(2) Nabi Idris A.S (Umur 345 tahun)
(3) Nabi Nuh A.S (Umur 950 tahun)
(4) Nabi Hud A.S (Umur 472 tahun)
(5) Nabi Sholeh A.S (Umur 70 tahun)
(6) Nabi Ibrahim A.S (Umur 175 tahun)
(7) Nabi Luth A.S (Umur 80 tahun)
(8) Nabi Ismail A.S (Umur 137 tahun)
(9) Nabi Ishak A.S (umur 180 tahun)
(10) Nabi Yaqub A.S (umur 147 tahun)
(11) Nabi Yusuf A.S (umur 110 tahun)
(12) Nabi Ayub A.S (Umur 120 tahun)
(13) Nabi Syu’aib A.S (Umur 110 tahun)
(14) Nabi Musa A.S (Umur 120 tahun)
(15) Nabi Harun A.S (Umur 122 tahun)
(16) Nabi Daud A.S (Umur 100 tahun)
(17) Nabi Sulaiman A.S (Umur 66 tahun)
(18) Nabi Ilyas A.S (Umur 60 tahun)
(19) Nabi Ilyasa A.S (Umur 90 tahun)
(20) Nabi Yunus A.S (Umur 70 tahun)
(21) Nabi Dzulkifli A.S (Umur 75 tahun)
(22) Nabi Dzakaria A.S (umur 122 tahun)
(23) Nabi Yahya A.S (Umur 32 tahun)
(24) Nabi Isa A.S (Umur 33 tahun)
(25) Nabi Muhammad S.A.W (umur 63 tahun)

Jin, Iblis dan Setan
Al-Qur'an menggambarkan jin sebagai makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dari api dan ditempatkan di alam ghaib, sedangkan Iblis adalah makhluk Allah yang melakukan pembangkangan secara terang-terangan atas perintah Allah ketika dia disuruh bersujud kepada Nabi Adam, dan setan adalah makhluk yang selalu memperdayakan manusia ke dalam kesesatan. Sebenarnya Iblis dan Setan sama saja atau itu jga Cuma sifatnya sedikit berbeda.
Disebutkan dalam Al Quran. “Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-A'raf ayat 27)
Iblis dan setan dari jenis jin (dari api diciptakan). Iblis dan setan adalah kata sifat. Jin selalu menggoda manusia, sedangkan setan selalu menakut-nakuti manusia, tujuannya sama yaitu untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar (lurus). Maka jika manusia meniru atau menyerupai sifat Iblis dan setan, manusia disebut juga iblis atau setan. Sebagai mana dijelaskan dalam Al Qur'an Surah An-Nas, ayat 1-6

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia (1). Raja manusia (2). Sembahan manusia  (3), dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi (4), yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada (hati) manusia (5), dari (golongan) jin dan manusia (6).

KITAB-KITAB AGAMA SAMAWI :
Pertama, Kitab Zabur.
Allah SWT berfirman, “Dan telah Kami berikan Zabur kepada Daud” (al-Nisaa/4: 163). Secara bahasa, menurut pengarang Tafsir Jalalain, “Zabur” itu adalah nama kitab yang diturunkan atau yang tertulis untuk Nabi Daud.

Kedua, Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa. Allah SWT tegaskan, “Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa al-Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk” (QS. al-Baqarah/2: 53).

Ketiga, Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa. Allah SWT berfirman, “Isa berkata, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi” (QS. Maryam/19: 30).

Keempat, Kitab Suci Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW  yang terdiri dari 30 Juz, 114 Surah, 6.214 ayat.
Ayat yang pertama turun yaitu
Surah Al-'Alaq, ayat 1-5

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Dan ayat yang terakhir turun adalah
Surah Al Maidah ayat 3
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian NikmatKu. dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagi kalian.
Al-Qur’an dengan bahasa Arabnya menjadi tuntunan semua umat Islam akhir zaman. Tidak seperti Zabur yang diturunkan dalam bahasa Qibti yang khusus untuk Bani Isral. Begitu juga Taurat yang diturunkan dalam bahasa Ibrani yang khusus untuk Bani Isail. Begitu juga Injil dalam bahasa Suryani yang lagi-lagi diturunkan untuk Bani Israil.

Minggu, 24 Desember 2023

ISLAM

Agama Islam dan Istilah-istilah penting dalam Islam

Disebutkan 16x dalam Al Quran.
Contoh ayat :

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ . . -١٩-

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.

Islam (agama dari Allah), Islam (berserah diri kepada Allah), seluruh makhluk berserah diri kepada Allah. Yang berarti seluruh makhluk adalah Islam, semuanya tunduk kepada hukum-hukum Allah. 

أَفَغَيْرَ دِينِ اللّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعاً وَكَرْهاً وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ -٨٣-

Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi (semuanya) berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan? (Qs.3/83).

Islam, agama yang diridhai Allah Swt.
Islam, agama yang sempurna. Islam adalah nikmat dari Allah SWT. :

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ -٨٥-

Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi. (Qs.3/85).

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً
Pada hari ini (masa haji wada) telah Aku Sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku Cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku Ridai Islam sebagai agamamu. (Qs.5/3).

Islam adalah jalan lurus (jalan/cara hidup yang benar).

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ -١٥٣-
Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa (Al-An'am ayat 153).

Islam ditujukan kepada dua hal yaitu agama Islam dan umat Islam. Pengertian Islam secara umum ialah agama yg di wahyukan kepada para nabi dan rasul mulai dari nabi Adam 'Alaihissalam (AS.) sampai kepada nabi Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wasallam (SAW). Dan secara khusus, Islam adalah agama yang  diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Muslim (orang Islam). Jamaknya; Muslimun atau Muslimin (orang-orang Islam). Disebutkan 9x dalam Al Quran.
Contoh dalam ayat-ayat sbb. :

وَوَصّٰى بِهَآ اِبْرٰهٖمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُۗ يٰبَنِيَّ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ۗ
Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (Al-Baqarah ayat 132).
وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya).”

Mukmin (orang yang beriman). Jamaknya Mukminun atau Mukminin.
Disebutkan 57x dalam Al Quran.
Contoh dalam ayat-ayat sbb. :

وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin berlawakal. 
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu. (Al-Anfal ayat 64).

Muhsin (orang yang berbuat baik/ihsan/beramal shalih). Jamaknya Muhsinun7 atau Muhsinin. Disebut juga Muslihun, dan Al Bir. Disebutkan 28x dalam Al Quran.
Contoh dalam ayat-ayat sbb. :

وَاصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan. (Hud ayat 115).
اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ  ۔
Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (An-Nahl ayat 128).

Mukhlis (orang yang beramal dengan ikhlas). Jamaknya Mukhlisun atau Mukhlisin. Disebugjan dalam Al Quran.
Contoh ayat :

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (40)
Berkata (Iblis), "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku "sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti 'aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.” 

Muttaqin (orang-orang yang bertaqwa). Disebutkan 50× dalam Al Quran.
Arti taqwa menurut Buya Hamka mengandung arti cinta, kasih, harap, cemas, tawakal, ridha, dan sabar. Juga berarti berhati-hati  dan berani.

Kafir. Jamaknya; Kafirun atau Kafirin   (orang-orang karir).
Kata kafir adalah istilah dalam agama Islam, Kata kafir dalam bahasa Arab (bahasa Al-Qur’an) berasal dari kata  "kafara- yakfuru- kufran" yang berarti "menutupi". Dikatakan demikian karena orang itu menutup hatinya untuk menerima agama Islam, tidak mau percaya kepada nabi Muhammad, Al Qur'an dan hari Kiamat.

Kata kafir disebutkan 25× dalam Al Quran. Dan yang disebut orang kafir itu adalah orang di luar Islam (tidak beragama Islam). Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al-Bayyinah, ayat 6-8

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
Al-Baqarah, ayat 6
{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) }
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
Bahkan ada satu surah yang disebut surah Al Kafirun (surah ke-109).

Ada yang disebut Kafir Harbi (orang-orang kafir yang memusuhi Islam).
Dan Kafir Dzimmi (orang-orang kafir yang tidak memusuhi Islam, di negara- negara Islam, mendapat perlindungan  dengan membayar jizya (pajak).

Munafik. Jamaknya Munafikun atau MFasikunin (orang-orang munagik). Disebutjan 38× dalam Al Quran. Bahkan ada satu surah yang disebut surah Al Munafiqun (Surah ke-63).
Munafik yaitu orang-orang yang suka berdusta (berbohong), khianat dan ingkar janji. Sebagaimana Hadits Nabi SAW menyatakan : tanda orang munafik itu, bila berkata ia dusta, bila berjanji ia ingkar, dan bila diberi amanat ia khianat.
Orang munafik kelak di akhirat menari bahan bakarnya api neraja.

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ
Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (An-Nisa' ayat 145).

Fasik. Jamaknya Fasikun atau Fasikin. Yaitu orng-orang fasik. Disebutkan 51× dalam Al Quran.
Dalam Islam, pengertian fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Kitab Mukasyafatul Qulub, mengatakan, fasik adalah orang yang berbuat durhaka, melanggar janji, serta keluar dari jalan hidayah, rahmat, dan ampunan-Nya.
Orang fasik juga disebut dalam Al-Qur’an orang yang lupa kepada Tuhan.

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ  اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. (QS. Al-Hasyr ayat 19).

Dzalim. Jamaknya Dzalimun atau Dzalimin. Kata dzalim biasa juga ditulis dolim yang artinya melampaui batas. Tindakan, perbuatan atau perkataan yang melampaui batas. Disebutkan 57× dalam Al Quran. Contoh 

 أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ
Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka mereka disambar petir karena kedzalimannya (QS. An-Nisa ayat 153).

Al-Mujrimun atau Mujrimin (orang-orang yang berdosa). Disebutkan 50× dalam Al Quran.
Contoh ayat :
Ar-Rahman ayat 43

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
 وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.

Islamofobia adalah suatu ketakutan terhadap Islam yang didasarkan kepada prasangka buruk karena tidak mengenal agama Islam secara benar atau secara keseluruhan (kaffah) seperti yg diperintahkan dlm Al Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 208

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً  ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

Resolusi PBB menangkal Islamofobia momentum menyadarkan masyarakat global.
15 Maret 2023, adalah momentum bersejarah memperingati satu tahun berlakunya “Resolusi PBB Anti Islamophobia. ”Resolusi tersebut, yang diadopsi melalui konsensus oleh 193 anggota badan dunia dan disponsori bersama oleh 55 negara mayoritas muslim, menekankan hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan.Juga mengingatkan Resolusi 1981 yang menyerukan “penghapusan segala bentuk intoleran dan diskriminasi berdasarkan agama dan kepercayaan.”Melalui resolusi PBB ini, diharapkan dapat menyadarkan masyarakat global untuk bersama-sama secara kolaboratif mengambil peran dalam menangkal Islamophobia
PBB akhirnya mengakui adanya tantangan besar dunia, yaitu “Gerakan Islamophobia”. Penghormatan terhadap simbol dan praktik agama, serta membatasi pidato kebencian dan diskriminasi sistematis terhadap muslim. Tantangan selanjutnya, adalah memastikan implementasi resolusi penting ini. (tempo.co).Islamophobia telah menjadi fenomena global yang sekaligus menjadi ancaman globalisasi, karena dapat menjadi ancaman perdamaian dunia. Oleh karena itu, PBB menganggap bahwa isu Islamophobia telah diakui sebagai masalah besar dan ancaman dunia, sehingga Sidang Umum PBB 15 Maret 2022, mengeluarkan “Resolusi Anti Islamophobia” dan menetapkan 15 Maret sebagai “Hari Anti Islamophobia Internasional”. Islamophobia adalah pandangan dan sikap anti Islam yang melahirkan prasangka, ketakutan, dan kebencian terhadap orang-orang Islam. Awalnya pandangan ini sengaja dipropagandakan di Barat, karena dipicu oleh tragedi serangan teroris 11 September 2001 pada Gedung WTC di Washington DC Amerika Serikat, yang kebetulan pelakunya adalah orang Islam, akhirnya berkembang menjadi isu global internasional adalah suatu ketakutan yang berlebihan dan prasangka buruk yang tidak logis dan tidak objektif. Yang seharusnya tidak perlu dikembangkan hanya karena pelakunya adalah orang Islam.

Senin, 18 Desember 2023

SYIRIK DAN SYIRIK MODERN

SYIRIK (MEMPERSEKUTUKAN ALLAH SWT DENGAN SESUATU)

Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah. Syirik merupakan dosa besar yang tidak diamuni oleh Allah SWT. Secara etimologi, syirik berasal dari kata syarikat yang berarti menyekutukan atau mensyarikatkan. Secara terminologi, syirik adalah keyakinan bahwa ada yang menyamai Allah atau ada yang bisa disembah selain Allah.
Jadi syirik adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain dalam bentuk kata, perbuatan, dan i'tiqad (kepercayaan).


Syirik ada dua macam, yakni syirik rububiyah dan syirik uluhiyah. Syirik rububiyah yaitu meyakini bahwa ada selain Allah yang dapat menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan, dan sifat ar-ruubiyah lainnya.
Sedangkan syirik uluhiyah adalah meyakini bahwa ada sesuatu yang bisa atau berhak disembah selain Allah. Atau mengambil perantara dalam beribadah atau beribadah kepada Allah SWT. 

Perhatikan Nasehat Lukman kepada anaknya. Dan menyampaikan bahwa dosa syirik termasuk dosa besar. Pertanyaan. Luqman (31) ayat 13

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ ب ِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Al Quran menyampaikan bahwa dosa syirik tidak diamuni . Pertanyaan. An-Nisa' (4) ayat 48
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْ مًا عَظِيْمًا Sesungguhnya Allah tidak akan
mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah melakukan dosa yang besar.

Al Qur'an menyampaikan bahwa dosa syirik diharamkan masuk surga. Pertanyaan. Al-Ma'idah (5) ayat 72
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۗوَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۗاِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya adalah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.

Al Qur'an juga menyampaikan bahwa ada orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.
Al-Jasiya (45) ayat 23
اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ dan غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْ دِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْن َ Maka pernahkah kamu
melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah mengijinkan sesat dengan sepengetahuannya - Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran (tak dpt mendengar nasehat tentang tanda-tanda kekuasaan Allah) dan hati (tak dapat metasakan kekuasaan Allah) serta memasang tutup atas penglihatannya (sehingga tak bisa melihat bukti-bukti kekuadaan Allah) ? Maka siapa yang mampu memberikan petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Ada pula orang yang menjadikan dunia (termasuk harta) sebagai tuhannya, sebagaimana disebutkan dalam Qs. 79 (An-Nazi'at :
فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37) وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَ حِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39) Mengenai
orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, (mempertuhankan harta dan segala kemewahannya, kekuasaan, dsb. . ) maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya).
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَو َ ى (40) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (41)
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). 

Ada pula orang yang mempertuhankan SEBAB.
Contoh Qarun
Qs. Al-Qasas/28 ayat 78
قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْۗ اَوَلَمْ يَعْلَم ْ اَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهٖ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ اَشَد ُّ مِنْهُ قُوَّةً وَّاَكْثَرُ جَمْعًا ۗوَلَا يُسْـَٔلُ عَنْ ذُنُوْبِهِم ُ الْمُجْرِمُوْنَ Dia (Karun) berkata, “ Sesungguhnya aku
diberi (harta itu ), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia (Qarun) tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat darinya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.

Al-Qasas/28 ayat 79
فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ فِيْ زِيْنَتِهٖ ۗقَالَ الَّذِيْنَ يُرِيْدُ وْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا يٰلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَآ اُوْتِيَ قَارُوْنُۙ اِنَ ّ هٗ لَذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ Maka
keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, “Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Karun, sesungguhnya dia benar-benar memperoleh kekayaan yang besar.”

Al-Qasas/28, ayat 80
وَقَالَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللّٰهِ خَي Tetapi لِّمَنْ اٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ۚوَلَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الصّٰبِرُوْنَ
orang-orang yang diberkati ilmu berkata, “Selamat kamu! Tentu saja, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang memberi dan mengabdi, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.”

Al-Qasas/28 ayat 81
فَخَسَفْنَا بِهٖ وَبِدَارِهِ الْاَرْضَ ۗفَمَا كَانَ لَهٗ مِنْ فِئَ ةٍ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖوَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ
Maka Kami benamkan (tenggelamkan) dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada satu golongan pun yang akan membantu selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.

Contoh contoh perbuatan syirik :
1. Berdoa (memohon) kepada Orang yang Sudah Meninggal
Mengutip kitab Syarah 'Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, (2006: 172), berdoa kepada selain Allah, seperti bedoa meminta suatu hajat , isti'anah (minta tolong), istighotsah (minta tolong di saat sulit) kepada orang mati, baik itu kepda Nabi, wali, habib, kyai, jin maupun kuburan keramat, atau minta rizki, meminta kesembuhan penyakit dari mereka, atau pohon kepada dan lainnya selain Allah adalah syirik akbar (syirik besar).

2. Mencintai seseorang secara berlebihan
Mencintai seseorang secara berlebihan, dalam arti menyetarakan cintanya kepadamakhluk dengan cintanya kepada Allah, juga termasuk salah satu contoh perbuatan syirik.
Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 165, yang berbunyi,

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَو ْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِل َ لِلَ َهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْع…

Artinya: Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari berhenti), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah sangat berat terkena-Nya (niscaya mereka menyesal).

3. Percaya pada Ramalan Bintang
Jika seseorang membaca ramalan bintang dan percaya bahwa ramalan itu berpengaruh pada kehidupannya, hal tersebu masuk pada contoh musyrik.
Namun, membaca ramalan bintang itu hanya sebagai hiburan, maka tidak melakukan perbuatan maksiat dan dosa.
4. Bersumpah dengan Selain Nama Allah
Contoh perbuatan syirik lainnya adalah bersumpah atas nama selain Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah berbuat syirik”. (HR.Ahmad).
5. Memakai Jimat
Seseorang yang mengenakan peniti, cincin, gelang, dan lain sebagainya, kemudian mempercayainya sebagai penangkal marabahaya, maka orang tersebut telah melakukan perbuatan syirik.

Syirik modern
Syirik adalah menyekutukan Allah, atau menyamakan Allah dengan makhluk-Nua dalam hal rububiyah atau uluhiyah-Nya.
Dulunya kita kenal zaman modern, sekarang millenial atau zaman digital.

Jadi, Syirik Zaman Modern yaitu menyekutukan Allah yang tanpa terasa dan tanpa disadari namun banyak yang melakukan dan secara terang- terangan dilakukan umat beragama islam sendiri. Berrupa Hidup Materialistik dan lebih senang uang daripada melakukan ibadah.

Syirik yang berkembang pada jaman dahulu adalah syirik jali yaitu mempersekutukan Allah secara terang-terangan. Namun syirik modern ini adalah syirik khafı yaitu mempersekutukan Allah secara tidak sadar

Jadi syirik jali adalah syirik yang terang, nyata yang menyebabkan seseorang dianggap jatuh ke tahap kufur.

Syirik khafi (tersembunyi) yang menyebabkan hilang atau lhapusnya pahala seseorang.
Syirik itu banyak berkaitan dengan perbuatan ria (pamer) di dalam beramal atau melakukan sesuatu hal syirik.

Bentuk bentuk syirik modern (syirik khafi).
> Menganggap yang menyembuhkan penyakit adalah dokter, tabib atau obat yang diminum. Padahal dokter, tabib atau obat hanyalah wasilah/sarana, yang menyembuhkan adalah Allah. serupa dalam firman-Nya: "Dan bila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku." [QS Asy Syu'ara : 80]

> Menganggap tubuh tetap sehat dan bugar karena pola makan yang seimbang olah raga yang teratur.
Pada hal hakikatnya yang memberikan kesehatan adalah Allah.

> Jabatan yang diperoleh karena kepintaran, kedekatan atau kepiawaiannya memanfaatkan bantuan orang lain.
Pada hal jbatan diperoleh karena atas kehendak Allah,

> Panen berlimpah, karena keprofesionalannya mengolah tanah pertanian. Padahal yang menumbuhkan tanaman adalah Allah

> Anak-anaknya pintar karena gizi yang diberikan memenuhi standar gizi yang ditentukan.
Pada hal Allah Maha Kuasa mencerdaskan seseorang,
> Seseorang bisa sampai ke tujuan tepat waktu, karena kepintarannya menyetir kendaraan.
Pada hal jika Allah tidak menghendaki maka sepintar apapun kita menyetir, tidak akan sampai ke tujuan
> Mempertuhankan undang-undang buatan manusia atau syirik undang-undang, dengan mengabaikan undang-undang Allah (Al Qur'an).

Bentuk syirik modern juga sebagai berikut:
> Kesyirikan dalam ramalan horoskop (bintang, matahari, dan planet) dan Fengshui. Feng shui adalah ilmu warisan masyarakat Tionghoa yang mengatur aliran energi (qi), dan efeknya dalam mendatangkan energi positif dan menghindari energi negatif.

> Mengutamakan pekerjaan, teknologi, ilmu, dsb. dari pada beribadah (sholat) kepada Allah SWT.


Bahaya Syirik Bagi Kehidupan Manusia :

> Sulit menerima kebenaran. Hati orang-orang syirik tertutup untuk menerima kebenaran yang

> Menghancurkan seluruh amal

> Jika meninggal dalam keadaan syirik, maka tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

> Pelakunya diharamkan masuk surga Kekal di dalam neraka


CARA MENANGGULANGI SYIRIK DI ZAMAN MODERN

> Dengan Memperdalam keimanan kita kepada Allah dan Rasulnya serta Ajaran Agama Allah yaitu Islam.

> Terbiasa dengan kerja keras & Berdoa pada Allah dan mengharapkan hasil yang terbaik hanya mengharap kepada Allah.

> Meyakini bahwa tidak ada kekuatan dan kekuasaan yang lebih besar dibandingkan dengan kekuasaan dan kekuatan Allah. 

> Banyak Mengingat ALLAH SWT (berdzikir) Ikhlas dalam Melakukan Amal Kebaikan


Dosa syirik dan Allah Maha Pengampun. 

Jika ingin diamuni maka contailah Allah dan ikutilah Nabi Saw. Kemudian ditukarlah dengan obat yang tulus ikhlas. Perhatikan ayat-ayat Al Qur'an sbb. 

Al-Furqan ayat 71
وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَاِنَّهٗ يَتُوْبُ اِلَى اللّٰهِ مَتَ ابًا
Dan barangsiapa mengkonversi dan mengerjakan fasilitas, maka sesungguhnya dia mengkonversi kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

Surat Al-'Imran ayat 31

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ ال لّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ( Allah
Muhammad), “Jika kamu menyembah , ikutilah aku, niscaya Allah sayang dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Hasan al-Bashri, dia berkata, "Beberapa kaum pada masa Nabi kita berkata, 'Wahai Muhammad, demi Allah kami sungguh-sungguh mencintai Allah.' Maka Allah menurunkan ayat ini.

At-Tahrim ayat 8

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُو ْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَك ُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ 

Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan obat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasuk kan kamu ke dalam surga yang mengalir di dasar sungai-sungai. 




Senin, 11 September 2023

DICIBIR KARENA GAK TAHLILAN

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dizaman now acara tahlilan seakan merupakan suatu keharusan di pandangan sebagian masyarakat. Bahkan merupakan celaan yang besar jika seseorang meninggal lalu tidak ditahlilkan. Sampai-sampai ada yang berkata, "Kamu kok tidak mentahlilkan saudaramu yang meninggal??, seperti NGUBURIN KUCING aja !!!".

Tidaklah diragukan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah kehilangan banyak saudara, karib kerabat, dan juga para sahabat beliau yang meninggal di masa kehidupan beliau. Anak-anak beliau (Ruqoyah, Ummu Kaltsum, Zainab, dan Ibrahim radhiallahu 'anhum) meninggal semasa hidup beliau, akan tetapi tak seorangpun dari mereka yang ditahlilkan oleh Nabi ﷺ. Apakah semuanya dikuburkan oleh Nabi seperti menguburkan kucing??.

Istri beliau yang sangat beliau cintai Khodijah radhiallahu 'anhaa juga meninggal di masa hidup beliau, akan tetapi sama sekali tidak beliau tahlilkan. Jangankan hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, ke-1000 bahkan sehari saja tidak beliau tahlilkan. Demikian juga kerabat-kerabat beliau yang beliau cintai meninggal di masa hidup beliau, seperti paman beliau Hamzah bin Abdil Muthholib, sepupu beliau Ja'far bin Abi Tholib, dan juga sekian banyak sahabat-sahabat beliau yang meninggal di medan pertempuran, tidak seorangpun dari mereka yang ditahlilkan oleh Nabi ﷺ... Lantas APAKAH Nabi kurang ajar dan gak berbakti ??

Allahu yahdik

Demikian pula jika kita beranjak kepada zaman al-Khulafaa' ar-Rosyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) tidak seorangpun yang melakukan tahlilan terhadap saudara mereka atau sahabat-sahabat mereka yang meninggal dunia... Apakah para sahabat juga kayak orang yg mungkuburkan KUCING ?? .

Ketahuilah..bahwasanya orang2 yang merasa kurang dengan apa yg telah Nabi ﷺ ajarkan berarti sama saja dia telah merasa pintar dan merasa lebih tau dari Nabi ﷺ.

Seakan-akan dia telah berkata "Ma'af Ya Rasulullah saya lebih tau daripada anda, seharusnya ini begini dan ini lebih baik ditambah begini"

"Ma'af Ya Rasulullah saya lebih tau daripada anda, anda nggak ngerti, seharusnya kalo ada orang yang mati LEBIH BAIK ditambahin dgn acara TAHLILAN biar kesannya gak kayak nguburin kucing"

BerIslam lah yg kaffah jangan setengah2,,lebih baik mana di musuhi banyak orang apa satu orang yaitu Nabi muhammad shalallahu alaihi wa sallaam,,,,? mau di usir dari telaga Rosululloh gara2 membuat2 amalan baru,,,? 

Allahul musta'an

Mari bersama berdakwah tebarkan mamfaat! Jadikan media sosialmu pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak.

Salam......Melani Ummu Aisyah

Barakallahu Fiikum

 (Dari WA Sang Surya, 11 Sep. 2023).




SPIRIT TAHAJUD

Diceritakan dalam sejarah Islam bahwa Ubaidah ibn al-Jarrah, jenderal yang memimpin tentara Islam dalam pertempuran melawan Romawi, pernah berkirim surat kepada Khalifah Umar ibn al-Khattab menceritakan tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Dalam surat balasannya Khalifah Umar menyuruh Ubaidah agar bersabar dan tahan uji, karena Allah akan memberikan banyak kemudahan di balik kesulitan itu. 


Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah seperti dipesankan Khalifah Umar di atas haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan. Allah berfirman, 

 لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا 

Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.(Al-Thalaq: 7). 

Dalam ayat lain, kemudahan itu dikatakan datang bersama dengan kesulitan itu sendiri. Dengan kata lain, dicelah-celah setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Perhatikan firman Allah ini: 

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

"Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan."(Al-Insyirah: 5-6). 

Kemudahan itu, tentu saja tidak datang secara cuma-cuma. Dibutuhkan sekurang-kurangnya tiga syarat untuk mendapatkannya. *Pertama*, usaha dan kerja keras dari setiap orang yang diterpa kesulitan. *Kedua*, sabar dan tahan uji dalam mengatasi dan menanggulangi kesulitan itu. *Ketiga*, penuh harap dan optimistik bahwa kesulitan itu akan segera berlalu. 

Dalam hadis yang bersumber dari Abu Hurairah dikatakan bahwa pertolongan Allah pasti datang sebesar bantuan yang diperlukan (nazala al-ma'unah 'ala qadr al ma'unah) dan kesabaran pun datang sebesar musibah yang menimpa (nazal al-shabr 'ala qadr al-mushibah).

Sejalan dengan makna hadis ini, Imam Syafi'i pernah memberikan nasihat. Katanya, "Siapa yang meyakini kebesaran Allah, ia tidak akan pernah ditimpa kehinaan. Dan siapa yang menyandarkan harapan kepada-Nya, pastilah harapan itu menjadi kenyataan (wa man raja-hu yakunu haitsu raja). 

Optimisme seperti dikemukakan di atas sungguh penting agar manusia tidak gelap mata melihat masa depan. Manusia pada umumnya mengambil dua sikap dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup.

*Pertama*, sikap patah semangat dan putus asa. Sikap ini tentu bukan sikap dan watak dari seorang yang beriman. 

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ

"Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang sesat." (Alhijr: 56). 

*Kedua*, sikap penuh harap (optimisme) disertai instrospeksi dan mawas diri. Orang yang mengambil sikap ini tidak pernah menimpakan kesalahan kepada pihak lain, apalagi kepada Tuhan. Ia tidak pernah berprasangka buruk (su'u zh-zhan) kepada Allah meski doa yang setiap saat dipanjatkan belum juga terkabul. Ia justru mengevaluasi diri kalau-kalau perjuangan dan doa yang dilakukan belum optimal. 

Dalam soal doa ini barangkali perlu disimak nasihat seorang pujangga. Katanya, "Kalau di tengah kegelapan malam Anda meminta siang hari datang, berarti permohonan Anda sia-sia. Tapi bila kepekatan malam telah mencapai puncaknya, pastilah fajar segera menyingsing, dan dalam kecerahan fajar itu, banyak hal bisa Anda lakukan.". Jadi selain berdoa kita harus jihad dan kerja keras dan terus bekerja keras tanpa kenal lelah. Ketika itu, kemudahan pasti akan datang, dan badai pun pasti berlalu. Semoga. (Mujaddid Ashari Akib - Tabligh PWM). 



Featured Post

JADILAH SEPERTI MUSAFIR

source image: detik.com عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل...