Kamis, 13 Februari 2025

SATU TIDAK ADA DUANYA

 Satu yang tidak mungkin ada duanya ialah Allah (Qs. 112/1, 20/14)

Dua yang tidak ada tiganya adalah malam dan siang (Qs. 17/12).

Tiga yang tidak mungkin ada empatnya ialah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Nabi Haidir menengge lamkan perahu, membunuh anak kecil dan menegakkan dinding yang hampir roboh. (Qs. 18/71 - 72).

Empat yang tidak mungkin ada limanya ialah 4 kitab samawi, Taurat, Tsabur, Injil & Al Qur'an

Lima yang tidak mungkin ada enamnya ialah sholat 5 waktu

Enam yang tidak mungkin ada tujuhnya ialah hari ketika Allah menciptakan makhluk (Qs.32/4)

Tujuh yang tidak mungkin ada delapan nya ialah 7 lapis langit (Qs. 2/29, 67/3)

8 yang tidak mungkin ada sembilan nya ialah Malaikat yang memikul Arasy Ar-Rahman, (Qs. 69/17, 40/7)

9 yang tidak mungkin ada sepuluh nya ialah mukjizat Nabi Musa 'Alaihissalam, (yaitu) Tongkat, Tangan bercahaya, Angin Topan, Musim Paceklik, Katak, Darah, Kutu, belalang,

Sesuatu yang tidak lebih dari 10 ialah Kebaikan Allah SWT yang diberikan kepada orang yang berbuat kebaikan (Qs. 6/160)

11 yang tidak mungkin ada duabelas nya ialah saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalm

12 yang tidak mungkin ada tiga belasnya ialah mukjizat Nabi Musa ketika meminta Kepada Allah 12 mata air untuk 12 suku dari kaumnya maka Allah memerintahkan untuk memukul sebuah batu besar lalu memancarlah 12 mata air (Qs. 2/60)

13 yang tidak mungkin ada empat belasnya ialah saudara-saudara Nabi Yusuf di tambah ayah dan Ibunya.

Adapun yang bernafas namun tidak punya roh ialah waktu subuh, Allah berfirman: dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing (bernafas) (81/18)

Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus Alaihissalam (Qs. 37/143 - 144, 21/87 - 88).

Yang berdusta namun masuk Surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya bahwa Yusuf dimakan Srigala, namun Yusuf dan Ayahnya memaafkannya. (Qs. 12/98)

Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak disukai adalah suara keledai (Qs. 31/19)

Makhluk yang diciptakan Allah tanpa Ibu dan Ayah adalah Nabi Adam Alaihissalam, Malaikat, Unta Nabi Sholeh & kambing nabi Ibrahim.

Makhluk yg diciptakan dari api adalah Iblis, yg di azab dengan api adalah Abu Jahal dan yg dipelihara dari api adalah Nabi Ibrahim (21/69).

Makhluk yg terbuat dari batu adalah Unta Nabi Sholeh, yg diazab dgn batu adalah tentara bergajah, dan yg terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahf.

Pohon yg mempunyai 12 ranting, 30 daun, buahnya ada 5 buah, 3 di bawah tuduhan dan 2 di bawah sinar matahari hari. Maknanya, pohon adalah tahun, ranting adalah bulan (12), daun adalah hari (30), buahnya adalah sholat 5 waktu, 3 di malam hari dan 2 di siang hari.

Kunci Surga adalah 2 kalimat Syahadat.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنْ لَا إِلهَ إلَّا الله دَخَلَ اْلجَنَّةَ
Artinya, “ Barang siapa mati sedang ia percaya Tiada Tuhan selain Allah, maka masuklah ia ke dalam surga.” (HR. Muslim)

Kamis, 23 Januari 2025

TATA CARA MANDI JUNUB

 Dari Aisyah, isteri Nabi ﷺ, bahwa jika Nabi ﷺ mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.  (HR Bukhari & Muslim)


Kamis, 09 Januari 2025

Istilah-istilah Penting Dalam Materi Pembelajaran AIK

Beberapa istilah penting dalam materi perkuliahan AIK 

Kata Addin dalam al Quran
(1) Ad-Din = Agama. Firman Allah
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ . . .  -١٩-
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. (Qs 3/19). Jadi kata addin di sini diartikan agama.
(2) Ad-Din juga diartikan Hari Pembalasa. Disebutkan dalam ayat
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) }
Yang Menguasai hari pembalasan. (Qs 1/4).
Agama Islam disebut juga Agama Allah. Disebutkan dalam ayat berikut :
أَفَغَيْرَ دِينِ اللّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعاً وَكَرْهاً وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ -٨٣-
Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka (secara sadar) maupun terpaksa ? dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan. (Qs.3/83).
Ayat ini menjelaskan :
(1) Agama Islam ini disebut juga agama Allah.
(2) Semua apa yang di langit dan di bumi semua (makhuik ciptaan Allah) semuanya berserah diri. Dari kata Aslama (Islam).
Perhatikan pula ayat berikut :
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ -٨٥-
Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi. (Qs.3/85).
Ayat ini menjelaskan, bahwa Agama yang diharapkan untuk diikuti manusia adalah agama Islam, dimana kalau manusia mengikuti agama selain Islam tidak diterima oleh Allah Swt. kalau tidak diterima agamanya berarti tidak diterima : Ibadahnya, tidak diterima amalnya, berarti tidak mendapatkan pahala (balasan)-nya. Sebab itu dalam ayat ini ditegaskan bahwa di akhirat nanti akan merugi. Kenapa ? karena dia tidak membawa bekal berupa pahala (ganjaran) amal.

Juga disebutkan dalam ayat berikut :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً
Pada hari ini (masa haji wada / haji perpisahan) telah Aku Sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku Cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku Ridai Islam sebagai agamamu. (Qs.5/3).
Ayat ini menjelaskan :
(1) Islam adalah agama yang sempurna. Oleh sebab itu tidak perlu ditambah atau dikurangi. Tetapi perlu bahkan penting untuk dipahami.
(2) Islam ini adalah agama yang merupakan nikmat terbesar dari Allah Swt. begitu juga Iman.
(3) Islam adalah agama yang diridhai Allah Swt.

Juga disebutkan dalam ayat berikut :
وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ -١٥٣-
Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan (agama)-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa (Al-An'am ayat 153).
Ayat ini menegaskan :
(1) Agama Islam (Agama Allah) adalah Jalan yang lurus (cara-cara hidup yang benar).
(2) Allah memerintahkan agar manusia mengikutinya, dan melarang mengikuti jalan-jalan atau cara-cara hidup yang bertentangan dengannya (disebut jalan setan/iblis).

Islam ditujukan kepada dua hal yaitu agama Islam dan umat Islam. Keduanya tak terpisahkan. Pengertian Islam secara umum ialah agama yg di wahyukan kepada para rasul mulai dari nabi Adam 'Alaihissalam (A.S.) sampai kepada nabi Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wasallam (SAW). Dan secara khusus agama Islam adalah agama yang diturunkan atau diwahyukan kepada Nabi Muhammad S.A.W. dan ditujukan untuk seluruh manusia dan sebagai rahmatan lil alamin.

Muslim (orang Islam)
Muslimin atau muslimin (orang-orang Islam).
Mukmin (orang yang beriman).
Mukminin atau Mukminin (orang-orang yang beriman.
Muhsin (orang yang berbuat baik/ihsan/beramal shalih).
Muhsinin atau Muhsinin (orang-orang yang berbuat baik dan yaqin bahwa apa yang dikerjakan dilihat dan diawasi oleh Allah dan Malaikat-malaikat-Nya.

Mukhlis (orang yang beramal dengan ikhlas).
Mukhlisun atau mukhlisun (orang-orang yang beribadah atau beramal dengan ikhlas.
Muttaqin (orang yang bertaqwa). Arti taqwa menurut Buya Hamka mengandung arti cinta, kasih, harap, cemas, tawakal, ridha, dan sabar.
Juga berarti berhati-hati  dan berani .
Kafir. Kata kafir adalah istilah dalam agama Islam, yang banyak disebutkan dalam Al Quran.. Kata kafir dalam bahasa Arab (bahasa Al-Qur’an) berasal dari kata  "kafara-yakfuru-kufran" yang berarti "menutupi". Dikatakan demikian karena orang itu menutup hatinya untuk menerima agama Islam, tidak mau percaya kepada nabi Muhammad, Al Qur'an dan hari Kiamat.
Yang disebut orang kafir itu adalah orang di luar Islam (tidak beragama Islam). Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al-Bayyinah, ayat 6-8
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
Bahkan ada satu surah yang disebut surah Al Kafirun (surah ke-109).

Kafir Harbi (orang kafir yang memusuhi Islam).
Kafir Dzimmi (orang kafir yang tidak memusuhi Islam dan mendapat perlindungan dari umat Islam dengan membayar jizya (pajak).

Munafik juga istilah yang banyak disebutkan dalam Al Qur'an. Yaitu orang-orang yang suka berdusta (berbohong), khianat dan ingkar janji. Sebagaimana Hadits Nabi SAW menyatakan : tanda orang munafik itu, bila berkata ia dusta, bila berjanji ia ingkar dan bila diberi amanat ia khianat. Al Qur'an menyebutkan dalam QS  An-Nisa' ayat 145
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ
Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.
Bahkan ada satu surah yang disebut surah Al Munafiqun

Fasik juga salah satu istilah yang banyak disebutkan dalam Al Qur'an. Dalam Islam, pengertian fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Kitab Mukasyafatul Qulub, mengatakan, fasik adalah orang yang berbuat durhaka, melanggar janji, serta keluar dari jalan hidayah, rahmat, dan ampunan-Nya.
Orang fasik juga disebut dalam Al-Qur’an orang yang lipa kepada Tuhan.
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ  اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. (QS. Al-Hasyr ayat 19).

Zalim, dzalim atau bitulis dolim artinya melampaui batas. Tindakan atau perkataan yang melampaui batas.
Firman Allah dalam Al Qur'an : Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka mereka disambar petir karena kezalimannya (QS. An-Nisa ayat 153).

Al-Mujrimun (orang-orang yang berdosa). Juga istilah yang banyak disebutkan dalam Al Qur'an, antara lain dalam Surah Ar-Rahman ayat 43
هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.

Islamofobia adalah suatu ketakutan terhadap Islam yang didasarkan kepada prasangka buruk karena tidak mengenal agama Islam secara benar atau secara keseluruhan (kaffah) seperti yg diperintahkan dlm Al Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 208
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً  ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
Ada pula pendapat yg mengatakan bahwa Islamophobia itu adalah direkayasa atau sengaja diciptakan oleh orang-orang orientalis untuk menimbulkan ketakutan terhadap orang-orang yg tidak mengenal Islam untuk menimbulkan kebencian terhadap Islam dan umat Islam.
Orientalis yaitu orang-orang Barat (orang Amerika & Eropa) yg sengaja mempelajari Islam bukan untuk mengenal secara baik dan bukan untuk mengamalkannya tetapi hanya untuk mencari-cari kelemahan dan untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan agama Islam dan umat Islam. Mereka itulah yg menuduh agama Islam dan umat Islam sebagai teroris, radikal, fanatik, dsb. Dalam kenyataannya hal ini banyak juga dilakukan oleh orang-orang Islam sendiri.

Kamis, 02 Januari 2025

METODE IJTIHAD

 Metode Ijtihad Majelis Tarjih Muhammadiyah

Majelis Tarjih dalam melaksanakan tugasnya untuk menghasilkan fatwa menggunakan beberapa metode ijtihad, yaitu: ijtihad bayâni, ijtihad qiyasi, dan ijtihad istishlâhiy. Bayâni dapat dikatakan sebuah usaha menafsirkan satu ayat dzanni dengan ayat yang lain. Dalam kaidah ilmu tafsir, metode tersebut disebut dengan tafsir bi al- ma'tsur; menafsirkan ayat yang satu dengan ayat yang lainnya.

Qiyasi, dimaksudkan sebagai usaha menganalogikan satu permasalahan yang belum ada hukumnya kepada masalah yang sudah ada hukumnya karena adanya persamaan illah, Istishlahy, bertumpu pada konsep maslahah. metode ini biasanya dilakukan untuk suatu perkara yang sama sekali tidak ada nash, baik itu yang qath'l atau pun zhanni, namun didalamnya ada ruh kemaslahatan untuk manusia. Metode yang ketiga dikembangkan oleh Tarjih ke dalam 5 macam pertimbangan yaitu; istihsan, saddu al-dzari'ah, istislah, al-'urf, dan ijtihad kauniyah.

Istihsan adalah salah satu dari empat metode ijtihad, yaitu metode interpretasi hukum Islam, yang juga mencakup qiyas (analogi), ijma (konsensus), dan istislah (pertimbangan kepentingan umum).

Istihsan adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "mencari yang leb baik" atau "mencari kebaikan."

Dalam konteks hukum Islam, istihsan mengacu pada metode ijtihad saat seoran mujtahid (ahli hukum Islam) dapat menggunakan akal dan pertimbangan pr untuk menentukan keputusan hukum yan tak didasarkan pada dalil (bukti) yang jela dalam Al-Qur'an atau hadis.

Ini berarti bahwa istihsan digunakan ketika tidak ada referensi hukum yang tepat atau ketika hukum yang ada dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam. 


Selasa, 31 Desember 2024

Tidak akan dimasukkan ke NERAKA orang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat dengan jujur

 Tiada seorang yang menyaksikan bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dengan penuh kejujuran dari hatinya, kecuali diharamkan oleh Allah terhadap neraka.  (HR Bukhari)

ما شهد أحد أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله صادقاً من قلبه إلا حرم الله النار.  (HR البخاري)
ma shahid 'ahad 'an la 'iilah 'iilaa allah wa'ana mhmdaan rasul allah sadqaan min qalbih 'iilaa haram allah alnaaru. (HR albukhari)

Kamis, 26 Desember 2024

TINGGALKAN YANG MERAGUKAN


وعَنْ أَبِي محمد الحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قال: حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: «دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ، فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ، وَإِنَّ الكَذِبَ رِيبَةٌ». رواه الترمذي وقال حديث صحيح

Tinggalkan dan beralihlah dari sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu  yang tidak meragukanmu. Sungguh kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedang dusta menggelisahkannya” (HR. Tirmidzi Dan Dia berkata bahwa hadis ini sahih).


Faedah hadits 

1. sifat wara' (kehati-hatian) adalah menjauhi segala yang meragukan dan yang masih samar-samar, serta menghindarinya. Karena sesungguhnya yang murni  halal  tidak menimbulkan keraguan dalam hati seorang mukmin. Dan barang siapa yang menjauhi yang meragukan, maka dia telah menjaga agamanya dan kehormatannya."

2. Berhati-hati dalam meninggalkan hal-hal yang meragukan hanya dapat dicapai oleh orang yang keadaan hidupnya lurus dan Istiqomah dalam ketakwaan serta kebaikan. Adapun orang yang melanggar hal-hal yang jelas diharamkan namun berhati-hati terhadap perkara syubhat, maka itu adalah sikap wara' yang semu dan kebodohan yang menipu.

3. Kembali kepada kata hati saat menghadapi keraguan yaitu dengan mengikuti apa yang membuat hati merasa tenang dan dada merasa lapang. Itulah kebaikan dan yang halal. Karena kebaikan membuat hati merasa tenang, sedangkan yang bertentangan dengan itu adalah dosa, perbuatan haram, dan keburukan yang membuat hati merasa ragu dan tidak tenang. Namun, perlu dipastikan bahwa hati tidak condong karena dorongan hawa nafsu yang kuat atau keinginan sebelumnya, karena hasil (keputusan) adalah bayangan dari pendahuluan (niat dan motivasi).


Sumber: Al bahjah an-nadzirin syarah riyadus Sholihin Li an-Nawawi (pensyarah: syekh Salim bin ied Al hilali) jilid 1 Hal. 121 - 122



Bermakmum Kepada Imam Yang Shalat Sunnah

 Tidak ada larangan orang yang melakukan shalat wajib bermakmum kepada orang yang sedang melakukan shalat sunnah. Hal ini terjadi pada masa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dimana Muadz bin Jabal malekukan shalat wajib Bersama Nabi, kemudian melakukan shalat sunnah di tempat kaumnya dan anggota kaumnya melakukan shalat wajib bermakmum kepada Muadz. Demikian Riwayat Al-Bukhari, jelasnya dapat diikuti Hadits berikut,

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : إِنَّ مُعَاذَا كَانَ يُصَلِّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِشَاءَ الْآخِرَةِ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى قَوْمِهِ فَيُصَلِّى بِهِمْ تِلْكَ الصَّلَاةَ.

Dari Jabir bin 'Abdullah radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Sesungguhnya Muadz bin Jabal dahulu melakukan shalat isya, kemudian Kembali ke kaumnya dan melakukan shalat sunnah beserta kaumnya shalat isya." (HR Bukhari)

Featured Post

JADILAH SEPERTI MUSAFIR

source image: detik.com عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل...