Selasa, 12 Juli 2022

Bukti Kekuasaan Allah



Banyak bukti atau tanda-tanda kekuasaan Tuhan, Allah subhanahuwata'ala (yang Mahasuci dan Mahatinggi). Salah satunya seperti yang diceritakan dalam kitab suci al Qur'an sebagai berikut :

Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 259).

Minggu, 26 Juni 2022

Bahaya Orang Yang Suka Mengadu Domba



Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Semoga Allah SWT,memberikan Rahmatnya dan Karunianya kepada kita semua jauh dari sifat suka mengadu domba.


Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda : Salah satunya adalah mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia,


“Dari Ibnu Abbas dia berkata; Nabi saw pernah keluar dari salah satu kebun yang ada di Madinah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di kuburnya, setelah itu beliau bersabda: “Tidaklah keduanya disiksa karena dosa besar namun hal itu adalah perkara yang besar, salah satu darinya adalah tidak bersuci dari kencingnya sedangkan yang lain selalu mengadu domba.” Kemudian beliau meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Beliau membelahnya menjadi dua, sepotong beliau tancapkan di kuburan yang satu dan sepotong di kuburan yang lain. Beliau kemudian bersabda: ‘Semoga ini bisa meringankan siksa keduanya selagi belum kering.” (HR. al-Bukhari).


“Dari Abdurrahman bin Ghanm dan sampai kepada Rasulullah saw: “Sebaik-baik hamba Allah ialah hamba yang senantiasa mengingat Allah, dan seburuk-buruk hamba Allah ialah orang-orang yang suka mengadu domba, suka memecah belah antara orang-orang yang saling mengasihi, serta mereka yang suka berbuat zhalim, mencerai-beraikan manusia dan selalu menimbulkan kesusahan.” (HR Ahmad)


Tukang adu domba itu dijamin tidak akan masuk sorga. Nabi Muhammad saw bersabda :


عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَجُلاً يَنِمُّ الْحَدِيثَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ ».


“Dari Hudzaifah, beliau menerima laporan ada tukang adudomba. Ia mengatakan : aku mendengar Rasulullah bersabda, “Pelaku adu domba tidak akan masuk surga” (HR Muslim no. 303).


Orang yang suka mengumbaar hasutan dan menebar fitnah dicap oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai orang paling buruk. NabiS AW telah bersabda:


 عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ بْنِ السَّكَنِ؛ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ؟ ". قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: "الذين إذا رُؤوا ذُكر اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ". ثُمَّ قَالَ: "أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ؟ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ، الْمُفْسِدُونَ بَيْنَ الْأَحِبَّةِ، وَالْبَاغُونَ لِلْبُرَآءِ العَنَت".


Dari Asma binti Yazid ibnus Sakan, bahwa Nabi Saw. bersabda, "Maukah aku beritakan kepada kalian tentang orang yang paling baik dari kalian?" Mereka menjawab, "Tentu kami mau, ya Rasulullah." Rasulullah Saw. bersabda: (Yaitu) orang-orang yang apabila terselip rasa ria, maka ia segera ingat kepada Allah SWT.


Marilah kita selalu meminta petunjuk kepada Allah jauh dari sifat yg suka mengadu domba diantara kita terutama sesama muslim


Nabi saw juga bersabda :


أفلا أخبركم بشراركم؟”. قالوا: بلى. قال:” المشَّاؤُون بالنميمة، المفسدون بين الأحبة، البَاغُون البُرَآءَ العنت “. أخرجه البخاري في الأدب المفرد


“Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang jahat?. Mereka menjawab : baik Nabi. Beliau mengatakan : “Ialah orang-orang yang kesana kemari menyebarkan fitnah, orang-orang yang merusak hubungan persahabatan dan orang-orang yang mencari-cari keburukan orang lain yang tak bersalah” .


Semoga yg like dan share jauh dari sifat yg suka mengadu domba antara sesama muslim..Amin Ya Rabbal Alamin.


(PESAN DAKWAH. JAMAL SAHIL di WhartsApp) 

Senin, 06 Juni 2022

Kisah Wais al Qarni

 


Wais al Qarni, dikenal sebagai penghuni langit setelah wafatnya.
Wais Al Qarani lahir di suatu desa terpencil dekat Nejed, Yaman. Nama kampungnya adalah Qarani, oleh sebab itu ia sering  dipanggil Wais al Qarani atau WIs al Qarni. Tidak ada yang mendokumentasikan tanggal kelahirannya. 
Wais adalah sosok pemuda yang sholeh dan sangat memuliakan orang tuanya tertimewa ibunya yang tinggal satu-datunya yang menemani dalam hidupnya, karena ayahnya telah wafat terlebih dahulu.  Wais juga punya psnyakit sofak, terdapat belang-belang di sekujur tubuhnya.
Tinggalah bersama ibunya yang sudah tua dan lumpuh. Untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, Wais bekerja sebagai penggembala domba dan unta.  Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang hidup kesehariannya bersama sang ibu. Meskipun ia dalam keadaan tidak berkecukupan namun ia rajin betsedekah, membantu tetangganya yang juga serba kekurangan seperti keadaannya.
Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh, tidak mempengaruhi kegigihannya dalam beribadah. Ia tetap melakanakan puasa di siang hari dan bermunajat (sholat) di malam hari.

Wais masuk Islam setelah mendengarkan berita Nabi Muhammad SAW dari Madinah. Akhirnya Wais ingin sekali bertemu dengan Nabi SAW.
Maka pada satu waktu,  Wais meminta izin kepada ibunya untuk berjumpa dengan Rasulullah SAW yang saat itu berada di Madinah. Ibunya mengizinkannya dan berpesan kepada Wais agar cepat pulang karena Ibunya sakit-sakitan. Alhasil Wais tiba di Madinah, Wais langsung menuju rumah Rasulullah. Namun sayang Wais tak bisa menemui Rasulullah sebab sedang di medan perang.
Wais hanya bertemu dengan Aisya RA. isteri Nabi SAW. Setelah beristirahat sejenak, teringat pesan sang ibu agar lekas kembali ke Yaman, Waais dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah RA, istri Rasulullah yang ketika itu ada di rumah. Tak lupa dia menitipkan salam untuk Rasulullah.

Beberapa hari kemudian, Rasulullah datang, maka Aisyah mberi tahu Nabi tentang Wais. Maka Nabi memberi tahu Aisyah bahwa dia itu manusia langit.

Wais Al Qarani senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya ada satu permintaan yang sulit dipenuhi, yaitu menunaikan ibadah haji. Namun Wais tweuz berusah dan berdo'a.
Di usianya yang sudah tua, ibunya  pernah berkata, “Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi hidup bersamamu, ikhtiarkanlah agar ibu dapat menunaikan ibadah haji,” pinta sang ibu.
Iya ibu do'akan agar Wais dapat membawa ibu berkunjung ke Baitullah, jawab Wais.
Ibunya menangis tetharu, mendemgar jawaban anaknya.
Mendengar keinginan sang ibu,  Wais termenung sejenak, mengingat perjalanan ke Makkah sangatlah jauh. Harus melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya berkunjung ke sana menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu bisa dilakukan  Wais yang miskin dan tidak memiliki unta ?

Wais Al Qarani terus berpikir mencari cara bagaimana supaya ibunya bisa menunaikan ibadah haji. Kemudian, dibelilah seekor anak domba. Lalu timbul pertanyaan, untuk apa anak domba itu dibeli ? Tidak mungkin pergi haji naik domba.  Wais Al Qarani membuatkan kandang dombanya di puncak bukit. Setiap pagi bolak-balik menggendong anak domba itu naik turun bukit. “Wais gila... Wais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku  Wais yang aneh. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya itu. Namun Wais tidak menghiraukannya.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan menggendong anak dombanya itu naik-turun bukit. Makin hari anak domba itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan  Wais untuk menggendongnya. Tetapi karena latihan tiap hari, anak domba yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah sekitar 8 bulan dpmbanya, sampailah pada musim haji. Domba  Wais Al Qarani telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot-otot  Waiis Al Qarani yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang, apa maksud  Wais Al Qarani menggendong domba setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

 Wais Al Qarani lantas menggendong Ibunya dengan berjalan kaki dari Yaman ke Makkah. Subhanallah, alangkah besar cinta  Wais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Setelah sampai di Mekah Wais Al Qarni berjalan tegap menggendong ibunya tawwaf di Ka’bah lalu wukuf di Arafah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata  Wais Al Qarani.
“Bagaimana dengan dosamu nak?” tanya sang Ibu.
 Wais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga." kata Uwais.
Setelah berdo'a, penyakit belang-belang Wais, alhamdulillah sudah hilang. Tinggal ada satu di tengkuknya berbekas.

Rasulullah sempat berpesan kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk mencari Wais Al Qarni.
"Carilah ia (Wais al Qarni), dan mintalah kepadanya agar memohonkan ampun untuk kalian," Dia itu manusia langit. Dia punya tanda di tengkuknya bekas penyakit sopak.

Siapa sebenarnya Wais al Qarni, sehingga begitu istimewa bagi Rasulullah?

Wais al Qarni adalah senantiasa memenuhi keinginan ibunya. Sang ibu yang sudah tua sangat ingin sekali pergi haji. Padahal dengan kondisi ketika itu ia tak ada uang, Uwais merasa berat untuk memenuhi keinginan sang Ibu.

Dari Yaman, perjalanan ke Makkah sangatlah jauh. Melewati padang tandus yang panas. Orang-orang yang pergi ke Makkah biasanya menggunakan unta untuk membawa perbekalan yang cukup.

Wais terus berpikir untuk mencari jalan keluar agar ibunya bisa berangkat ke Tanah Suci. Kemudian, ia membeli seekor anak domba, dan Wais membuat kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Banyak orang yang menganggap aneh tindakan Wais tersebut. Ternyata kemudian diketahui bahws Wais melatih otot-ototnya supaya kuat menggendong ibunya.
Setelah 8 bulan berat domba Wais telah mencapai hampir 100 kilogram. Saat tiba musim haji, Wais merasa otot-ototnya sudah kuat dan siap mengangkat beban berat. Dia pun menggendong sang Ibu dari Yaman ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Sampai dii tanah suci, Wais al Qarni dengan tegap menggendong ibunya wukuf di Arafah dan Thawaaf di Kakbah. Di depan Kakbah air mata sang Ibu tumpah. Wais pun berdoa agar diampuni  dosa-dosanya dan dosa ibu,nya serta disembuhkan penyakitnya.

Itulah keinginan  Wais Al Qarani yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya.  Wais Al Qarani seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya.

Beberapa tahun kemudian, Wais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat beliau akan di mandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan ingin memandikannya. Dan ketika di bawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang sudah menunggu untuk mengafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa ke pekuburannya, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Meninggalnya Wais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Wais Al Qarni adalah seorang yang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak beliau dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Wais Al Qarni? Bukankah Wais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal, mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakaman Wais al Qarni.”

Berita meninggalnya Wais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Wais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Wais Al Qarni disebabkan permintaan Wais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang beliau. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, bahwa Wais Al Qarni adalah penghuni langit..

Wais Al Qarani termasuk tokoh ahli zuhud dan panutan utama dalam kezuhudan juga sebaik-baik tabiin hal ini sesuai hadis muslim dari Umar bin Khattab ra berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: 
"Sesungguhnya sebaik-baiknya tabiin adalah seorang lelaki bernama Wais, beliau memiliki seorang ibu dan ia berbakti kepadanya, ia juga memiliki tanda putih, suruhlah ia memintakan ampun kepada kalian


Senin, 23 Mei 2022

Bersyukur

 


SYUKURI APA YANG ALLAH TAKDIRKAN
Tidak seorang pun di dunia ini akan senantiasa berada dalam kenikmatan dan kebahagiaan, sekalipun ia seorang raja.
Dan sebaliknya tidak seorang pun di dunia akan senantiasa dalam kepahitan dan kesedihan, sekalipun ia rakyat biasa.

Karena sejatinya setiap insan telah Allah tetapkan antara kesedihan dan kebahagiaannya masing-masing.
Pun demikian juga dengan segala kekurangan dan kelebihannya,
Rezeki kita masing-masing sudah Allah bagi dengan berbagai bentuk dan macamnya,
Semua sangat pas takarannya dan sangat tepat pada tempatnya,
Dan kita semua menikmatinya dengan cara yang berbeda-beda,

Ada yang diberi *kesehatan* namun tidak dengan *kekayaan*,
Ada yang diberi *harta* namum tidak dengan *keshalehan*.
Ada yang diberi *paras* yang menawan namun tidak dengan kebaikan *akhlak*.
Ada yang diberi *jabatan* dan *pangkat* namun tidak dengan *kedamaian* rumah tangganya,
Ada yang diberi *kecerdasan* namun tidak dengan *fisik* yang sempurna,
Ada yang diberi *pasangan hidup* yang sabar namun tidak dengan *keturunan*,
Ada yang *berpenghasilan* besar namun tidak dengan *kebersamaan* bersama keluarga dan saudara,
Dan ada yang memiliki *penghasilan* pas-pasan namun ia di beri keluarga yang *harmonis*, anak-anak yang *shalih, dan kesehatan*.

Begitulah cara Allah membagikan rezekinya kepada hambanya.

Jika kita lihat, hampir setiap dari kita telah mendapatkan rezekinya dari Allah,
Dan selanjutnya tugas kita tinggal bagaimana mensyukuri,
Maka kita tidak perlu iri dengan rezeki orang lain, karena kita tidak tau apa yang Allah akan ambil darinya,

Dan kita tidak perlu juga sedih akan cobaan yang kita terima, karena kita tidak tau apa yang Allah akan berikan kepada kita.
Firman Allah SWT.
Q surat Ibrahim ayat 7
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Selasa, 19 April 2022

Jalam Masuk Surga



Manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan interaksi. Setiap orang memerlukan penghargaan dan pengakuan dari sesamanya. Saling menghormati antar sesama manusia merupakan kewajiban dan kebutuhan. Menjaga hubungan antar manusia sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar. Salah satu ayat yang membahas tentang saling menghormati

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)]. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.”
( An - Nisa 86 ).

dari Salman Al-Farisi yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, lalu ia mengucapkan, "Assalamu 'alaika, ya Rasulullah (semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu, wahai Rasulullah)." Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menjawab: Semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpahkan atas dirimu. Kemudian datang pula lelaki yang lain dan mengucapkan, "Assalamu 'alaika, ya Rasulullah, warahmatullahi (semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpahkan kepadamu, wahai Rasulullah)." Maka beliau Shalallahu'alaihi Wasallam menjawab: Semoga keselamatan dan rahmat serta berkah Allah terlimpahkan atas dirimu. Lalu datang lagi lelaki yang lain dan mengucapkan, "Assalamu 'alaika, ya Rasulullah, warahmatullahi wabarakatuh (semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya terlimpahkan kepadamu, wahai Rasulullah)." Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menjawab: Hal yang sama semoga terlimpahkan kepadamu. Maka lelaki yang terakhir ini bertanya, "Wahai Nabi Allah, demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusanmu, telah datang kepadamu si anu dan si anu, lalu keduanya mengucapkan salam kepadamu dan engkau menjawab keduanya dengan jawaban yang lebih banyak dari apa yang engkau jawabkan kepadaku." Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: Karena sesungguhnya engkau tidak menyisakannya buatku barang sedikit pun, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, "Apabila kalian diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). (An-Nisa: 86)," maka aku menjawabmu dengan salam yang serupa.

Dari 'Abdullah bin Sal â m, ia berkata: “Ketika Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam (karena ingin melihatnya). Ada yang mengatakan: Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam telah datang, lalu aku mendatanginya ditengah-tengah banyak orang untuk melihatnya. Dan yang pertama kali beliau sampaikan adalah, 'Wahai semua manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang sedang tidur; pasti kalian akan masuk Surga dengan sejahtera. ” Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2485); ad-Dârimi (I/340); Ibnu Mâjah (no. 1334 dan 3251); al-Hâkim (III/13), Ahmad (V/451)

Referensi: https://almanhaj.or.id/12592-amal-amal-yang-dapat-memasukkan-ke-surga-dengan-selamat.html

Rabu, 30 Maret 2022

Indahnya Saling Memaafkan

 


Pada suatu hari, Rasulullah Sallallahu A'laihi Wassallam sedang berkumpul dengan para sahabat beliau.

Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah Sallallahu A'laihi Wasallam tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.

Umar r.a. yang berada di sisi Rasulullah, bertanya : "Apa yang membuat Engkau tertawa wahai Rasulullah ?"

Rasulullah Sallallahu A'laihi Wasallam menjawab : "Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah Subhanahu Watta'la".

Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata : "Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku."

Allah Subhanallau Watta'la berfirman : "Bagaimana bisa Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena dia tidak punya kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?"

Orang itu berkata : "Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya".

Sampai di sini, mata Rasulullah berkaca-kaca. Rasulullah tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis.

Lalu, beliau Rasulullah berkata : _ "Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosanya".

Rasulullah melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi : "Sekarang angkat kepalamu".

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : "Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan dinding-dinding dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian. 

Istana-istana itu untuk para Nabi, ya Rabb ?

Atau untuk orang-orang shiddiq, ya Rabb ?

Atau untuk para Syuhada (orang-orang uang mati syahid), ya Rabb ?"

Allah berfirman :
_"Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya"._

Orang itu bertanya : _"Siapakah yang  mampu membayar harganya, ya Rabb ?"_

Allah berfirman : "Engkau pun mampu membayar harganya".

Orang itu terheran-heran, sambil bertanya :
"Dengan cara apa aku bisa membayarnya, ya Rabb ?"

Allah berfirman : "Caranya adalah, engkau memaafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku".

Orang itu berkata : "Ya Rabb, kini aku memaafkannya".

Allah berfirman : "Kalau begitu, gandenglah tangannya saudaramu itu, dan ajak ia masuk ke surga bersamamu". Masya Allah.

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Sallallahu Waa'laihi Wasallam. berkata : _"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai dan memaafkan. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin".

(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).

Saudaraku dan sahabatku tercinta,
Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah :
Nemberi maaf, meminta maaf, dan saling memaafkan.

Maka dari itu maafkan diriku ya saudara dan sahabatku tersayang sekiranya pernah menyakitimu dalam perkataan dan perbuatan.

Semoga kita bersama-sama masuk ke dalam Surga-Nya Allah Subhanahu Wata''ala. Aamiin, aamiin Yaa Rabbal Alamin
..
Salam persaudaraan dan persahabatan.
Mohon maaf lahir bathin atas segala kesalahan dan kekhilafan kami dan  keluarga..

Selamat menyambut akan datangnya Bulan Suci Ramadhan !


Selasa, 22 Maret 2022

Jin Mendengarkan Al Qur'an Dibacakan

Imam Bukhari dan At-Tirmidzi dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, "Rasulullah tidak pernah sekalipun membacakan Al-Qur'an (secara khusus) kepada bangsa jin dan tidak pula pernah melihat mereka. Akan tetapi, pada suatu ketika beliau bersama beberapa orang sahabat bermaksud pergi ke pasar Ukaz. Ketika itu, para jin sudah tidak dapat lagi mendengarkan berita-berita langit. Setiap kali mereka berusaha (mencuri-curi dengar) maka mereka langsung diburu oleh panah-panah api. Ketika para jin itu kembali kepada kaumnya, mereka lalu berkata, 'Hal ini (terhalangnya kita dari berita langit) tidak lain karena sesuatu telah terjadi.

Oleh karena itu, berpencarlah kalian ke seluruh penjuru bumi ini untuk mencari tahu apa gerangan yang telah terjadi.' Jin-jin itu pun lantas berpencar ke berbagai penjuru. Setelah melanglang buana beberapa lama, kelompok jin yang baru kembali dari daerah Tihamah lantas bertemu (menemukan) dengan Rasulullah. Ketika itu, beliau dan para sahabat tengah melaksanakan Shalat Subuh. Ketika mereka mendengarkan bacaan Al-Qur'an, mereka lantas saling berkata, 'Demi Allah, inilah dia yang telah menghalangi kalian dari mendengar berita-berita langit.'

Setelah selesai mendengarkan, mereka pun lantas kembali ke kaumnya (kelompoknya) dan berkata, 'Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an)." Allah lalu menurunkan (ayat) kepada Nabi Saw, Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an), (Quran surah Al Jinn, ayat 1).

Ibnul Jauzi, dalam kitabnya shafwatu Ash-Shafwah, meriwayatkan dengan sanadnya sendiri dari Sahal bin Abdillah yang berkata, "Suatu hari, saya berada di dekat bekas pemukiman kaum 'Ad terdahulu. Tiba-tiba, saya melihat sebuah perkampungan di permukaan tanah lapang yang berlubang. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah istana dari batu yang berlubang atap dan pintunya. Di lubang itu banyak jin yang bermukim. Saya lantas masuk ke istana itu untuk mencari tahu (ada apa didalamnya). Tiba-tiba, saya melihat seorang tua yang berbadan sangat besar tengah shalat menghadap Ka'bah.' Orang tua itu memakai jubah dari wol yang sangat lembut. Saya tidak begitu kaget melihat badannya yang besar. Saya justru lebih terheran-heran dengan lembutnya jubah yang ia kenakan. Ketika saya memberi salam kepada orang tua itu, ia pun lalu menjawab salam saya. Ia lantas berkata, 'Wahai Sahal, sesungguhnya bukan badan yang mebuat pakaian seseorang lusuh. Akan tetapi, yang membuatnya lusuh dan usang adalah uap-uap dosa dan makanan haram. Sesungguhnya jubah ini telah melekat di tubuh saya selama tujuh ratus tahun.' Dengan jubah inilah saya telah bertemu dengan Nabi Isa a.s. dan Muhammad saw. Lalu beriman kepada keduanya.' Saya lantas berkata, 'Siapa engkau?' Ia menjawab, 'Saya adalah jin yang tentangnya diturunkan ayat, "Katakanlah (Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),' lalu mereka berkata, 'Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an), (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami, (Qs.72: 1-2).

Sumber : Al Qur'an Tajwid, Link :
https://youtu.be/LXRJwhnCL-0

Featured Post

JADILAH SEPERTI MUSAFIR

source image: detik.com عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل...