Begitulah cara Allah membagikan rezekinya kepada hambanya.
Islam itu indah, agama Rahmat bagi semesta alam, pembawa keselamatan bagi siapapun yang menaatinya
Begitulah cara Allah membagikan rezekinya kepada hambanya.
dari Salman Al-Farisi yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, lalu ia mengucapkan, "Assalamu 'alaika, ya Rasulullah (semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu, wahai Rasulullah)." Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menjawab: Semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpahkan atas dirimu. Kemudian datang pula lelaki yang lain dan mengucapkan, "Assalamu 'alaika, ya Rasulullah, warahmatullahi (semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpahkan kepadamu, wahai Rasulullah)." Maka beliau Shalallahu'alaihi Wasallam menjawab: Semoga keselamatan dan rahmat serta berkah Allah terlimpahkan atas dirimu. Lalu datang lagi lelaki yang lain dan mengucapkan, "Assalamu 'alaika, ya Rasulullah, warahmatullahi wabarakatuh (semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya terlimpahkan kepadamu, wahai Rasulullah)." Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menjawab: Hal yang sama semoga terlimpahkan kepadamu. Maka lelaki yang terakhir ini bertanya, "Wahai Nabi Allah, demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusanmu, telah datang kepadamu si anu dan si anu, lalu keduanya mengucapkan salam kepadamu dan engkau menjawab keduanya dengan jawaban yang lebih banyak dari apa yang engkau jawabkan kepadaku." Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: Karena sesungguhnya engkau tidak menyisakannya buatku barang sedikit pun, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, "Apabila kalian diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). (An-Nisa: 86)," maka aku menjawabmu dengan salam yang serupa.
Dari 'Abdullah bin Sal â m, ia berkata: “Ketika Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam (karena ingin melihatnya). Ada yang mengatakan: Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam telah datang, lalu aku mendatanginya ditengah-tengah banyak orang untuk melihatnya. Dan yang pertama kali beliau sampaikan adalah, 'Wahai semua manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang sedang tidur; pasti kalian akan masuk Surga dengan sejahtera. ” Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2485); ad-Dârimi (I/340); Ibnu Mâjah (no. 1334 dan 3251); al-Hâkim (III/13), Ahmad (V/451)
Referensi: https://almanhaj.or.id/12592-amal-amal-yang-dapat-memasukkan-ke-surga-dengan-selamat.html
Pada suatu hari, Rasulullah Sallallahu A'laihi Wassallam sedang berkumpul dengan para sahabat beliau.
Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah Sallallahu A'laihi Wasallam tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.
Umar r.a. yang berada di sisi Rasulullah, bertanya : "Apa yang membuat Engkau tertawa wahai Rasulullah ?"
Rasulullah Sallallahu A'laihi Wasallam menjawab : "Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah Subhanahu Watta'la".
Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata : "Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku."
Allah Subhanallau Watta'la berfirman : "Bagaimana bisa Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena dia tidak punya kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?"
Orang itu berkata : "Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya".
Sampai di sini, mata Rasulullah berkaca-kaca. Rasulullah tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis.
Lalu, beliau Rasulullah berkata : _ "Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosanya".
Rasulullah melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi : "Sekarang angkat kepalamu".
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : "Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan dinding-dinding dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian.
Istana-istana itu untuk para Nabi, ya Rabb ?
Atau untuk orang-orang shiddiq, ya Rabb ?
Atau untuk para Syuhada (orang-orang uang mati syahid), ya Rabb ?"
Allah berfirman :
_"Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya"._
Orang itu bertanya : _"Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb ?"_
Allah berfirman : "Engkau pun mampu membayar harganya".
Orang itu terheran-heran, sambil bertanya :
"Dengan cara apa aku bisa membayarnya, ya Rabb ?"
Allah berfirman : "Caranya adalah, engkau memaafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku".
Orang itu berkata : "Ya Rabb, kini aku memaafkannya".
Allah berfirman : "Kalau begitu, gandenglah tangannya saudaramu itu, dan ajak ia masuk ke surga bersamamu". Masya Allah.
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Sallallahu Waa'laihi Wasallam. berkata : _"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai dan memaafkan. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin".
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).
Saudaraku dan sahabatku tercinta,
Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah :
Nemberi maaf, meminta maaf, dan saling memaafkan.
Maka dari itu maafkan diriku ya saudara dan sahabatku tersayang sekiranya pernah menyakitimu dalam perkataan dan perbuatan.
Semoga kita bersama-sama masuk ke dalam Surga-Nya Allah Subhanahu Wata''ala. Aamiin, aamiin Yaa Rabbal Alamin
..
Salam persaudaraan dan persahabatan.
Mohon maaf lahir bathin atas segala kesalahan dan kekhilafan kami dan keluarga..
Selamat menyambut akan datangnya Bulan Suci Ramadhan !
Imam Bukhari dan At-Tirmidzi dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, "Rasulullah tidak pernah sekalipun membacakan Al-Qur'an (secara khusus) kepada bangsa jin dan tidak pula pernah melihat mereka. Akan tetapi, pada suatu ketika beliau bersama beberapa orang sahabat bermaksud pergi ke pasar Ukaz. Ketika itu, para jin sudah tidak dapat lagi mendengarkan berita-berita langit. Setiap kali mereka berusaha (mencuri-curi dengar) maka mereka langsung diburu oleh panah-panah api. Ketika para jin itu kembali kepada kaumnya, mereka lalu berkata, 'Hal ini (terhalangnya kita dari berita langit) tidak lain karena sesuatu telah terjadi.
Sabda Nabi saw:
Dari Anas Ra, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda : "Akan datang di suatu zaman atas umatku di mana para penguasa mereka seperti Singa, dan menteri-menterinya seperti Serigala, dan Hakim (para penegak Hukumnya) seperti Anjing, serta rakyatnya seperti Domba/Kambing. Bagaimana mereka para domba [para rakyat] boleh hidup diantara kerumunan para Singa, Serigala dan Anjing?" (HR. Ad-Dzahabi)
Seperti sudah mafhum, sama-sama diketahui, Singa, Serigala dan Anjing adalah termasuk binatang bertaring, binatang buas yang akan memangsa dan menerkam serta memakan korbannya dengan cara yang kejam dan bengis.
Singa adalah binatang buas dengan egoisme dan kekejaman luar biasa, Serigala tak kalah buasnya dengan Singa dan dengan kerakusan yang tak pernah mengenal kepuasan, serta Anjing yang tak mengenal aturan, hanya takut kepada yang lebih kuat dan menindas kepada yang lemah.
Dengan penggambaran penguasa, Menteri dan penegak hukum seperti itu, maka sudah boleh dipastikan rakyatnya atau kaum Muslimin pada umumnya hanya akan menjadi korban penindasan, dimangsa oleh penguasa, menteri-menteri dan hakim serta penegak hukumnya, seperti binatang buas memangsa korbannya.
(1) Makna Kekuasaan Ilahi. Isra Mi'raj Nabi Mihammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha terus ke Sidratul Muntaha, mengandung pesan penting bahwa di atas pencapaian ketinggian ilmu dan kedigdayaan manusia, masih ada kekuatan ilahiya yg tidak selalu bisa dirasionalisasi oleh pencerapan nalar verbal dan ilmu pengetahuan manusia. Manusia dengan kedudukan apapun mesti rendah hati untuk mengakui kekuasaan tertinggi Tuhan, agar kekuatan dirinya bermakna mulia dan tidak disalahgunakan.
(3) Nabi setelah Isra' Mi'raj menunaikan risalah membangun keadaban manusia dan menebar rahmat bagi semesta. Nabi setelah Mi'raj ke Sidratul Muntaha turun kembali ke bumi untuk mencerahkan peradaban dunia sebagai misi utama kerisalahannya.
Umat muslim dimanapun (berada) berkewajiban menunaikan risalah Nabi itu untuk memajukan peradaban umat manusia yang rahmatan lil'alamin
Sumber https://m.republika.co.id/amp/r81hgb119478573723000
source image: detik.com عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل...