Selasa, 20 Desember 2022

ORANG YANG MATI SYAHID

1. Orang yang terbunuh atau mati di jalan Allah (Qs. Al-Imran, ayat 169).

2. Orang yang mati karena wabah penyakit (HR. Bukhari,  Muslim).
3. Orang yang mati karena penyakit dalam perutnya. (HR. Muslim).
4, Orang yang mati karena tenggelam.
5. Orang yang mati tertimpa reruntuhan.
6. Orang yang mati terbakar
7. Wanita yang  mati karena melahirka. (HR. Abu Daud).
8. Orang yang mati terbunuh karena membela hartanya, agamanya, jjiwanya dan keluarganya. (HR. Thitmidzi).
9. Orang yang senantiasa berdoa agar mati syahid.  (HR. Muslim).

Mati syahid (dijamin masuk surga tanpa hisab).


Sumber: Majalah SM No 14-16 Tahun 2001.

ARTI DAN MAKNA TAKWA

Suatu ketika, Abu Hurairah ditanya oleh seseorang, ''Wahai Abu Hurairah, apakah yang dimaksud dengan takwa itu?'' Abu Hurairah tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi memberikan satu ilustrasi.

''Pernahkah engkau melewati suatu jalan dan engkau melihat jalan itu penuh dengan duri? Bagaimana tindakanmu untuk melewatinya?'' Orang itu menjawab, ''Apabila aku melihat duri, maka aku menghindarinya dan berjalan di tempat yang tidak ada durinya, atau aku langkahi duri-duri itu, atau aku mundur.'' Abu Hurairah cepat berkata, ''Itulah dia takwa!'' (HR Ibnu Abi Dunya). Jadi arti takwa di sini adalah berhati-hati.

Kata takwa, menurut HAMKA dalam tafsirnya, Al-Azhar, diambil dari rumpun kata wiqayah yang berarti memelihara. Memelihara hubungan yang baik dengan Allah SWT. Memelihara jangan sampai terperosok kepada perbuatan yang tidak diridhai-Nya. Memelihara segala perintah-Nya supaya dapat dijalankan. Memelihara kaki jangan terperosok ke tempat yang penuh lumpur atau duri.

Takwa, dengan demikian, tidak dapat diartikan sebatas takut kepada Allah SWT. Rasa takut kepada Allah SWT adalah bagian kecil dari takwa. Menurut HAMKA lagi, dalam takwa terkandung cinta, kasih, harap, cemas, tawakal, ridha, dan sabar. Takwa adalah pelaksanaan dari iman dan amal saleh. Bahkan, dalam kata takwa terkandung juga arti berani.


Senin, 19 Desember 2022

TAHUN-TAHUN PENUH KEDUSTAAN

 Hadits menjelaskan sbb.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. (رواه ابن ماجة)t

“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum” (HR Ibnu Majah).

Hadits dari jalur Abu Hurairah ra sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. (رواه أحمد)

“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penipuan, di dalamnya orang yang berdusta dipercaya sedang orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat diberi amanah, sedang orang yang amanah dikhianati, dan di dalamnya juga terdapat al-ruwaibidhah.” Ditanya, “Apa itu al-ruwaibidhah wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Yaitu orang bodoh yang berbicara (memberi fatwa) dalam urusan manusia” (HR Ahmad).

Hadits riwayat Imam Ahmad dari jalur Anas bin Malik ra sebagai berikut:

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَمَامَ الدَّجَّالِ سِنِينَ خَدَّاعَةً يُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيَتَكَلَّمُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الْفُوَيْسِقُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. (رواه أحمد)

“Dari Anas bin Malik ra berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sebelum munculnya Dajjal akan ada beberapa tahun munculnya para penipu, sehingga orang jujur didustakan, sedang pendusta dibenarkan. Orang yang amanat dikhianati, sedang orang yang suka berkhianat dipercaya, dan para al-ruwaibidhah angkat bicara,” ada yang bertanya, apa itu ruwaibidhah? Rasulullah saw bersabda, “Orang fasik yang berbicara tentang persoalan publik” (HR Ahmad).


Sabtu, 17 Desember 2022

AGAMA JADI TERSANGKA

Oleh:

 *Dr. H. Haedar Nashir MSi*

*KETUM PP MUHAMMADIYAH*


Ada apa dengan agama? Urusan radikalisme, terorisme, intoleransi, dan kekerasan banyak dikaitkan dengan agama dan umat beragama. Agama malah disebut produk impor layaknya barang dagangan.


Aura negatif keagamaan itu tidak jarang tertuju pada Islam. Ibnu Taimiyah secara ceroboh dimasukkan sebagai salah satu tokoh sumber paham radikalisme. Padahal, dialah yang menyatakan pemimpin non-Islam yang adil lebih baik ketimbang pemimpin muslim nan zalim. Pemikiran pembaruan ulama besar dari Syiria ini malah melampau zamannya.


Ironisnya, ada sebagian golongan agama membeli isu radikalisme itu tanpa sikap kritis. Dalil dan fatwa keagamaan tentang radikalisme pun serta-merta dikeluarkan. Padahal, ranah lain tak kurang bermasalah dan menjadi sumber masalah kalau kita angkat secara objektif ke ruang publik. Radikalisme itu milik siapa saja tanpa pandang bulu. Sejarah mengenal radikalisme petani sebagai gerakan perlawanan.


*Tanyakan pada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, kenapa dan atas nama apa mereka menyandera dan berbuat teror terhadap orang-orang tak bersalah.* Kelompok ini pun tidak disebut teroris dan radikalis. Tentu selalu ada alasan untuk pembenaran, tetapi tampak sekali bias parameter yang dipakai ketika mengaitkannya dengan agama.


Agama dan umat beragama seolah jadi terdakwa. *Agama dianggap sumber radikalisme dan benih konflik yang membelah warga bangsa.* Hingga di negeri ini mulai tumbuh pandangan kuat, janganlah membawa-bawa agama di ruang publik. Simpanlah agama di ranah domestik.


Sementara ranah politik, etnik, kedaerah, dan segala atribut lain ketika bermasalah dianggap biasa dan bukan sumber kegaduhan. Padahal, karena soal politik rakyat terbelah, gedung dibakar, konflik mengeras, dan kehidupan gaduh. Orang mengelompok dengan fanatik dalam referensi etnik atau kedaerahan tak disebut eksklusif dan intoleran. Semuanya keliru, tetapi tidak membuahkan stigma dengan aura buruk-muka!


Pandangan sekular


Kita umat beragama sungguh menolak segala bentuk radikalisme atas nama apapun, di manapun, dan kapanpun. Lebih-lebih yang memproduksi kekerasan dan segala bentuk tindakan fasad fil-Ardi. Sejengkal apapun tak ada ruang untuk perbuatan merusak di muka bumi, Hatta atas nama agama, kitab suci, nabi, dan Tuhan.


Kita akui juga ada elemen umat beragama karena bias-pemahaman dan bias-perilaku keagamaan menjadikan agama pendorong tindakan-tindakan ekstrem seperti sikap radikal, intoleran, kebencian, aksi sweeping, dan sejenisnya. Kita juga paham atas sorotan tajam manakala agama dipakai sebagai pendorong hal-hal yang beraura garang dan permusuhan karena secara normatif dan profetik agama dan umat beragama memang membawa misi Ilahi yang suci untuk membangun kehidupan serba bermoral dan rahmat bagi semesta alam.


Jadi, tidak terlalu keliru kalau agama dan umat beragama disoroti tajam ketika masuk pada ranah yang dikategorikan radikal dan sebagainya. Umat beragama tentu penting untuk bermuhasabah diri agar tidak terjebak pada keberagamaan yang bermasalah seperti itu.


Dengan demikian fungsi agama dan peran pemeluk agama tetap kuat sebagai penyebar misi damai, toleran, inklusif, dan segala kebajikan yang utama. Jadikan agama sebagai rujukan nilai utama kebajikan peradaban di negeri tercinta ini, bukan sebaliknya sebagai pemicu perilaku keras dan konflik atasannya Tuhan.


Namun, penting juga pandangan yang adil dan objektif dalam melihat posisi agama dan umat beragama di negeri ini, yang nilai positifnya jauh lebih luas dan menjadi bingkai moral utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu arus utama umat beragama di negeri ini pun sungguh moderat, damai, toleran, dan berkemajuan. Agama dan umat beragama harus dilihat secara komprehensif, tidak parsial dengan nada sarat dakwaan. Tidak perlu juga dipolitisisasi secara ekstrem, seolah agama dan umat beragama sebagai sumber masalah.


Tampaknya, terdapat kecenderungan yang menguat di sebagian elite, pakar, dan warga bangsa tentang alam pikiran sekuler yang bersenyawa dengan proses demokratisasi dan hak asasi manusia yang liberal sebagaimana pandangan hidup masyarakat Barat yang berbasis pada humanisme-sekuler. Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang agama dan kepercayaan yang kontroversial dapat dibaca dalam aura alam pikir humanisme-sekuler itu. Pandangan yang demikian tentu tidak cocok dengan jati diri bangsa Indonesia yang beragama kuat dan berideologi Pancasila.


Peter L Berger pernah menengarai bahwa masyarakat modern tidak begitu hirau dengan persoalan-persoalan metafisik, tentang hakikat kehidupan, dari mana manusia berasal dan untuk apa tujuan hidup di dunia, serta makna-makna kehidupan lainnya. Hal itu karena proses rasionalisasi atau lebih tepatnya sekularisasi begitu kuat, sehingga hal-hal yang mendasar seperti itu seolah wilayah abstrak dan tidak empirik.


Padahal kenyataan masyarakat modern justru memerlukan dimensi yang melampaui dunia rasional itu, yang hanya dapat ditemukan dalam agama. Agama, tulis Berger, merupakan kanopi suci (the sacred canopy) yang dapat membebaskan manusia dari chaos atau segala bentuk kekacauan hidup. Hatta dalam masyarakat dan dunia yang sekuler, menurut Bryan Wilson, secara sosiologis agama masih tetap diperlukan dalam memberi makna luhur bagi kehidupan umat manusia.


*Maka menjadi ironis manakala di Indonesia yang penduduknya beragama dan ber-Pancasila, agama dipandang sebagai sumber masalah atau malah menjadi terdakwa untuk segala hal buruk seperti radikalisme, terorisme, intoleran, dan kekerasan.* Lebih-lebih karena prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang serbaliberal, agama mulai dimarjinalkan dan malah harus disamasebangunkan dengan bentuk-bentuk kepercayaan tertentu yang sama sekali berbeda dari agama. Agama dianggap skrup kecil dari kehidupan masyarakat Indonesia.


Fungsi agama


*Benarkah agama sumber masalah?* Agama merupakan sistem keyakinan universal yang berdasarkan wahyu Illahi membimbing manusia menuju jalan hidup yang benar untuk meraih kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Agama, menurut Arseln van Feuerbach merupakan kebutuhan hidup manusia yang ideal. Ekspresi orang beragama dan bertuhan dapat beragam tetapi manusia sungguh tidak dapat hidup tanpa Tuhan dan tanpa agama, meski ada manusia yang ateis dan agnostik.


Agama mengajarkan manusia hidup saleh untuk diri sendiri, sesama, dan lingkungannya sehingga kehadiran agama justru menjadi rahmatan lil-‘alamin. Tidak ada agama apapun yang mengajarkan keburukan, semuanya berisi kebajikan yang utama. Agama sebagai refleksi iman tidak hanya terbukti dalam ucapan keyakinan dan iman saja, tetapi agama juga merefleksikan sejauh mana iman itu diungkapkan dalam kehidupan dunia ini (Mukti Ali, 1982).


Agama menurut tokoh Perbandingan Agama dan mantan Menteri Agama itu berfungsi sebagai faktor transendensi, sublimasi, profetik, liberasi, humanisasi, dan kritik atas kehidupan manusia. Dengan agama manusia menjadi insan relijius, shaleh, welas asih, sabar, peduli, mau berbagi, rendah hati, dan berbuat serba kebajikan yang utama. Agama mengajarkan manusia menjadi hamba Allah yang beriman sekaligus beramal shaleh bagi kebaikan semesta. Rasul bahkan diutus untuk menyempurnakan akhlak utama manusia serta menyebar misi rahmatan lil-‘alamin untuk kemajuan peradaban dunia.


Umat Islam selaku mayoritas di negeri ini selain menjadikan agamanya sebagai pedoman kehidupan yang utama dalam keberagamaan, pada saat yang sama menjadikan Islam berfungsi bagi kehidupan berbangsa. Apalah jadinya bangsa ini tanpa Islam dan umat Islam, bersama dengan agama dan pemeluk agama lain. Setidaknya bangsa Indonesia menjadi relijius dan berkeadaban, sesuatu yang mendasar bagi kehidupan suatu bangsa. Bacalah secara jernih dan objektif pengaruh positif agama dalam kehidupan bangsa Indonesia agar tidak terjebak pada stigma atau pandangan negatif dan menjadikannya seolah terdakwa atas hal-hal buruk di negeri ini.


Dalam konteks kesatuan dan persatuan nasional, peranan umat Islam di negeri ini sangatlah besar. Menurut antropolog kenamaan Koentjaraningrat, Islam merupakan kekuatan integrasi nasional dalam pembentukan kebudayaan Indonesia. Menurut George Kahin (1995), salah satu faktor terpenting yang mendukung pertumbuhan suatu nasionalisme terpadu di Indonesia adalah tingginya derajat homogenitas agama yakni lebih 90 persen penduduknya beragama Islam. *Agama Islam bukan hanya hanya suatu ikatan biasa, ini benar-benar merupakan semacam simbol kelompok atau in-group untuk melawan penggangu asing dan penindas suatu agama yang berbeda.*


*Dalam pejuangan melawan penjajahan sungguh besar pengorbanan dan perjuangan umat Islam.* Pengaruh, peranan, dan kiprah umat Islam sungguh tak terhitung. *Kekuatan Islam seperti Muhammadiyah bahkan menjadikan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah.*  *Nahdatul Ulama mengeluarkan Resolusi Jihad.* Segenap pergerakan Islam menggelorakan cinta Tanah Air sebagai bagian dari jihad fi-sabilillah. Semuanya berjuang untuk Indonesia yang dicintai dan dibelanya dengan sepenuh jiwa-raga dengan ruh agama!

Selasa, 13 September 2022

Kisah Laksamana Malahayati dari Aceh

 

Tahukah anda bahwa laksamana Angkatan Laut perempuan, Laksamana Keumalahayati (Malahayati), adalah laksamana muslimah pertama di dunia, dan di Nusantara Indonesia? 


Tahukah anda bahwa Elizabeth, Ratu Inggris, mengirimkan pesan, meminta izin Laksamana Malahayati agar kapal mereka lewat di depan pulau Aceh di Nusantara, yang kini bernama Indonesia? 


Tahukah kamu bahwa Ratu Elizabeth pernah mengirimkam surat permohonan maaf kepada Laksamana Malahayati? 


Pesan itu ditempatkan dalam mangkuk emas yang dilapisi sutra terbaik. Mangkuk itu diletakkan di atas sofa berbulu merah tua, di dalam pelana, di atas punggung gajah terbesar dari enam gajah. Pesan tersebut dibawa oleh Sir James Lancaster, dan dia  seorang Yahudi. 


Bangkit para Janda Aceh!


Suami Laksamana Malahayati telah syahid dalam pertempuran laut antara Indonesia dan Portugal di selat Malaka, (antara malaysia dan sumatera), pada sekitar tahun 1590 M. 


Setelah suaminya syahid, dia meminta kepada Raja Aceh 1596-1604, untuk membentuk armada perang, dan permintaan itu adalah permintaan yang aneh pada saat itu! 


Laksamana Malahayati membuat Angkatan Laut masuk dan memanggil semua janda yang suaminya mati syahid dalam pertempuran Selat Malaka, dan semuanya lulus sebagai perwira angkatan laut, setelah menyelesaikan latihan. 


Laksamana Malahayati, membentuk 100 armada kapal perang besar yang dilengkapi dengan meriam dan senjata modern pada saat itu, semuanya dalam waktu sekitar 5 tahun, dan dia merekrut jumlah tentara angkatan laut untuk menambahkan jumlah mereka dalam masa yang sama.


Kemudian dia membangun benteng besar dengan menara yang dipersenjatai dengan meriam, dengan infanteri, angkatan laut, dan berbagai senjata di dalamnya, di atas area benteng, di pelabuhan utama pulau itu. 


Di armada armada ini, semua benteng diperkuat, dan menyediakan senjata dan pelatihan terus menerus menyebabkan teror terhadap musuh di laut sekitar Indonesia dan sekitarnya. 


Dan kapal komando pertamanya dinamai kapal "Teror Laut Tariq bin Ziyad",  kedua dinamai "Guntur Laut Uqbah bin Nafi'".


Dan ketiga, dinamainya "Khaibar-khaibar", nama itu diambil karena para pasukan kapal berteriak "Khaibar-khaibar!", seperti ketika Rosululloh - shollallohu 'alaihi wasallam - dan pasukan kaum berimaan, menaklukan benteng khairbar Yahudi!


Laksamana Malahayati, memimpin serangkaian pertempuran laut, dan membalas dendam pada armada dan tentara Portugal, Inggris, Cina, sampai dia memaksa semua orang kafir untuk berlutut di hadapan angkatan lautnya. 


Di antara pertempuranya yang tanpa menyusun strategi, adalah pertempuran laut yang dipimpinnya pada tanggal 21 Juni 1599 M. Pertempuran itu melawan tentara Belanda yang baru saja selesai mengalahkan dan menduduki kerajaan di Banten. Kemudian Belanda datang dengan  angkuh dan senang atas kemenangannya, mereka berpikir bahwa apa yang terjadi di Banten, akan terulang di pulau Aceh.  


Tentara belanda tidak tahu bahwa yang menguasai laut Aceh adalah pelaut horor, seorang wanita muslimah, Laksamana Malahayati, bahkan Malahayati sendiri yang memenggal kepala jenderal belanda. 


Kekalahan tentara Belanda dalam perang tersebut mempermalukan mereka, sampai ditulis dalam sejarah Belanda, dan pertempuran itu memiliki kisah peristiwa yang indah dan menakjubkan.


Itulah sekelumit kisah Laksamana Keu Malahayati, rahiimahallaahu. (Dikirim oleh teman di WA Sang Surya hari ini Selada, 13 Septembaer 2022).

Sabtu, 10 September 2022

Cerdasnya Orang Yang Beriman

 Cerdasnya orang yg beriman adalah, dia yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:


● *Pertama*

Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.


● *Kedua,*

Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.


● *Ketiga,*

Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan (dahulu) kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yg memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.


● *Keempat,*

Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha


● *Kelima,*

Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yg suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yg bersedekah setiap hari.


● *Keenam*

Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yg berwudhu.

Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangi dia Ya Allah”.


● *Ketujuh,*

Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yg terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah (dari masalah itu).

*Tiga doa yang (penting) janganlah kau lupakan dalam sujud*

*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah

_Allahumma inni as'aluka husnal khotimah_

("Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah)".

*2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat

_Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut_"  (Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "

*3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya

_Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika_" (Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU").

Kemudian saya sampaikan,

jika engkau sebarkan perkataan ini, & engkau berniat baik maka kami doakan (semoga Allah Swt.) menjadikan kemudahan urusan urusanmu di dunia & akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah engkau ketahui amal kebaikan apakah (manakah) yang dapat menghantarkanmu ke syurga

Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..

*SEKECIL* apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...

Smga kita semua termasuk dlm golongan org² yang bertaqwa,, aamiin... 

*"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”*

Sebarkanlah... Insya Allah kita akan membuat beribu-ribu manusia berdzikir.

(Pesan - almarhum yarhamukallah -  Ust. Arifin Ilham saat diraeat di RSCM).


Kamis, 01 September 2022

HAJI FURODA

Dengan berlabel Kyai atau anak kyai udah cukup orang percaya. Ini terjadi pada haji FURODA. Haji yg dikelola para bandit penjual agama. Dan konsumennya alhamdulillah bukan rakyat biasa. Konsumennya pasti orang² yg suka cari duit dengan jalan ilegal. Dilihat dari mana ...? Yah dari harganya yg amat sangat fantatis.


Kalau dulu kita mengenal haji paling mahal itu adalah haji ONHPLUS. Yg kita tahu itu cara haji orang² kaya alias BOS² dan para pejabat yg gak mau ribet. Tapi sekarang berkembang lagi menjadi HAJI FURODA yg dulu sewaktu belajar di MADRASAH gak ada model haji seperti itu. Yg kita kenal cuma ada *haji tamattu, qiran dan ifrad*. Kalau furoda itu haji versi para Bandit² travel haji yg punya link dengan kekuasaan karena bapaknya pejabat negeri.


Kalau baca keluhan mereka yg ikut haji furoda bukan makin enak dalam berhaji malah makin sengsara. IBADAH KOQ MAU CARI ENAKNYA. Nabi aja tidak seperti itu. Bahkan dikala haji Allah sangat senang melihat hambanya seperti pemulung kain ihramnya karena dipakai beribadah. Nah kalau bersih² kinclong dalam berhaji mending jalan² round the world.


Karena banyak yg berduit dari para koruptor dan suka makan riba YG MAU pergi haji boleh jadi untuk pertobatan model makan sambel maka peluang itu dimanfaatkan bagus oleh para bandit travel haji untuk memanfaatkan duit mereka yg konon hampir mendekati satu miliar ongkos haji FURODA. Dan yg lagi ramai di beritakan saat ini yg dilakukan oleh *PUTRI KH. MA'RUF AMIN*  wakil presiden.


Haji itu harus sesuai Nabi SAW. Bukan model haji NUSANTARA. Kalau haji nusantara maka begitulah akibatnya. Duit banyak yg terbuang tapi ibadah hajinya berantakan. 


Memang ibadah haji sekarang bukan hanya membutuhkan tenaga tapi juga membutuhkan mental kejiwaan yg prima. Kalau dulu zaman kakek nenek kita pergi haji berbulan² baru nyampe karena pakai kapal laut tapi sekarang kendaraan udah cepat laksana buroq waktu Isra Mi'raj tapi waiting listnya (daftar tunggunya) yg lama bertahun².


Kalau belum bisa haji maka Umroh aja karena hukumnya sama yakni sama² wajib. "Wa atimmul HAJJA wal UMROTA lillah. Penuhilah haji dan Umrah karena Allah". Selamat yg haji furoda yg dikadalin oleh bandit² travel haji dari anak pejabat. Semoga haji kalian MABRUR kalau gak mabrur, maka jadi haji MABUR. Emang uweanaaak.


(MOH. NAUFAL DUNGGIO)

Featured Post

JADILAH SEPERTI MUSAFIR

source image: detik.com عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل...