Sabtu, 17 Desember 2022

AGAMA JADI TERSANGKA

Oleh:

 *Dr. H. Haedar Nashir MSi*

*KETUM PP MUHAMMADIYAH*


Ada apa dengan agama? Urusan radikalisme, terorisme, intoleransi, dan kekerasan banyak dikaitkan dengan agama dan umat beragama. Agama malah disebut produk impor layaknya barang dagangan.


Aura negatif keagamaan itu tidak jarang tertuju pada Islam. Ibnu Taimiyah secara ceroboh dimasukkan sebagai salah satu tokoh sumber paham radikalisme. Padahal, dialah yang menyatakan pemimpin non-Islam yang adil lebih baik ketimbang pemimpin muslim nan zalim. Pemikiran pembaruan ulama besar dari Syiria ini malah melampau zamannya.


Ironisnya, ada sebagian golongan agama membeli isu radikalisme itu tanpa sikap kritis. Dalil dan fatwa keagamaan tentang radikalisme pun serta-merta dikeluarkan. Padahal, ranah lain tak kurang bermasalah dan menjadi sumber masalah kalau kita angkat secara objektif ke ruang publik. Radikalisme itu milik siapa saja tanpa pandang bulu. Sejarah mengenal radikalisme petani sebagai gerakan perlawanan.


*Tanyakan pada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, kenapa dan atas nama apa mereka menyandera dan berbuat teror terhadap orang-orang tak bersalah.* Kelompok ini pun tidak disebut teroris dan radikalis. Tentu selalu ada alasan untuk pembenaran, tetapi tampak sekali bias parameter yang dipakai ketika mengaitkannya dengan agama.


Agama dan umat beragama seolah jadi terdakwa. *Agama dianggap sumber radikalisme dan benih konflik yang membelah warga bangsa.* Hingga di negeri ini mulai tumbuh pandangan kuat, janganlah membawa-bawa agama di ruang publik. Simpanlah agama di ranah domestik.


Sementara ranah politik, etnik, kedaerah, dan segala atribut lain ketika bermasalah dianggap biasa dan bukan sumber kegaduhan. Padahal, karena soal politik rakyat terbelah, gedung dibakar, konflik mengeras, dan kehidupan gaduh. Orang mengelompok dengan fanatik dalam referensi etnik atau kedaerahan tak disebut eksklusif dan intoleran. Semuanya keliru, tetapi tidak membuahkan stigma dengan aura buruk-muka!


Pandangan sekular


Kita umat beragama sungguh menolak segala bentuk radikalisme atas nama apapun, di manapun, dan kapanpun. Lebih-lebih yang memproduksi kekerasan dan segala bentuk tindakan fasad fil-Ardi. Sejengkal apapun tak ada ruang untuk perbuatan merusak di muka bumi, Hatta atas nama agama, kitab suci, nabi, dan Tuhan.


Kita akui juga ada elemen umat beragama karena bias-pemahaman dan bias-perilaku keagamaan menjadikan agama pendorong tindakan-tindakan ekstrem seperti sikap radikal, intoleran, kebencian, aksi sweeping, dan sejenisnya. Kita juga paham atas sorotan tajam manakala agama dipakai sebagai pendorong hal-hal yang beraura garang dan permusuhan karena secara normatif dan profetik agama dan umat beragama memang membawa misi Ilahi yang suci untuk membangun kehidupan serba bermoral dan rahmat bagi semesta alam.


Jadi, tidak terlalu keliru kalau agama dan umat beragama disoroti tajam ketika masuk pada ranah yang dikategorikan radikal dan sebagainya. Umat beragama tentu penting untuk bermuhasabah diri agar tidak terjebak pada keberagamaan yang bermasalah seperti itu.


Dengan demikian fungsi agama dan peran pemeluk agama tetap kuat sebagai penyebar misi damai, toleran, inklusif, dan segala kebajikan yang utama. Jadikan agama sebagai rujukan nilai utama kebajikan peradaban di negeri tercinta ini, bukan sebaliknya sebagai pemicu perilaku keras dan konflik atasannya Tuhan.


Namun, penting juga pandangan yang adil dan objektif dalam melihat posisi agama dan umat beragama di negeri ini, yang nilai positifnya jauh lebih luas dan menjadi bingkai moral utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu arus utama umat beragama di negeri ini pun sungguh moderat, damai, toleran, dan berkemajuan. Agama dan umat beragama harus dilihat secara komprehensif, tidak parsial dengan nada sarat dakwaan. Tidak perlu juga dipolitisisasi secara ekstrem, seolah agama dan umat beragama sebagai sumber masalah.


Tampaknya, terdapat kecenderungan yang menguat di sebagian elite, pakar, dan warga bangsa tentang alam pikiran sekuler yang bersenyawa dengan proses demokratisasi dan hak asasi manusia yang liberal sebagaimana pandangan hidup masyarakat Barat yang berbasis pada humanisme-sekuler. Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang agama dan kepercayaan yang kontroversial dapat dibaca dalam aura alam pikir humanisme-sekuler itu. Pandangan yang demikian tentu tidak cocok dengan jati diri bangsa Indonesia yang beragama kuat dan berideologi Pancasila.


Peter L Berger pernah menengarai bahwa masyarakat modern tidak begitu hirau dengan persoalan-persoalan metafisik, tentang hakikat kehidupan, dari mana manusia berasal dan untuk apa tujuan hidup di dunia, serta makna-makna kehidupan lainnya. Hal itu karena proses rasionalisasi atau lebih tepatnya sekularisasi begitu kuat, sehingga hal-hal yang mendasar seperti itu seolah wilayah abstrak dan tidak empirik.


Padahal kenyataan masyarakat modern justru memerlukan dimensi yang melampaui dunia rasional itu, yang hanya dapat ditemukan dalam agama. Agama, tulis Berger, merupakan kanopi suci (the sacred canopy) yang dapat membebaskan manusia dari chaos atau segala bentuk kekacauan hidup. Hatta dalam masyarakat dan dunia yang sekuler, menurut Bryan Wilson, secara sosiologis agama masih tetap diperlukan dalam memberi makna luhur bagi kehidupan umat manusia.


*Maka menjadi ironis manakala di Indonesia yang penduduknya beragama dan ber-Pancasila, agama dipandang sebagai sumber masalah atau malah menjadi terdakwa untuk segala hal buruk seperti radikalisme, terorisme, intoleran, dan kekerasan.* Lebih-lebih karena prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang serbaliberal, agama mulai dimarjinalkan dan malah harus disamasebangunkan dengan bentuk-bentuk kepercayaan tertentu yang sama sekali berbeda dari agama. Agama dianggap skrup kecil dari kehidupan masyarakat Indonesia.


Fungsi agama


*Benarkah agama sumber masalah?* Agama merupakan sistem keyakinan universal yang berdasarkan wahyu Illahi membimbing manusia menuju jalan hidup yang benar untuk meraih kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Agama, menurut Arseln van Feuerbach merupakan kebutuhan hidup manusia yang ideal. Ekspresi orang beragama dan bertuhan dapat beragam tetapi manusia sungguh tidak dapat hidup tanpa Tuhan dan tanpa agama, meski ada manusia yang ateis dan agnostik.


Agama mengajarkan manusia hidup saleh untuk diri sendiri, sesama, dan lingkungannya sehingga kehadiran agama justru menjadi rahmatan lil-‘alamin. Tidak ada agama apapun yang mengajarkan keburukan, semuanya berisi kebajikan yang utama. Agama sebagai refleksi iman tidak hanya terbukti dalam ucapan keyakinan dan iman saja, tetapi agama juga merefleksikan sejauh mana iman itu diungkapkan dalam kehidupan dunia ini (Mukti Ali, 1982).


Agama menurut tokoh Perbandingan Agama dan mantan Menteri Agama itu berfungsi sebagai faktor transendensi, sublimasi, profetik, liberasi, humanisasi, dan kritik atas kehidupan manusia. Dengan agama manusia menjadi insan relijius, shaleh, welas asih, sabar, peduli, mau berbagi, rendah hati, dan berbuat serba kebajikan yang utama. Agama mengajarkan manusia menjadi hamba Allah yang beriman sekaligus beramal shaleh bagi kebaikan semesta. Rasul bahkan diutus untuk menyempurnakan akhlak utama manusia serta menyebar misi rahmatan lil-‘alamin untuk kemajuan peradaban dunia.


Umat Islam selaku mayoritas di negeri ini selain menjadikan agamanya sebagai pedoman kehidupan yang utama dalam keberagamaan, pada saat yang sama menjadikan Islam berfungsi bagi kehidupan berbangsa. Apalah jadinya bangsa ini tanpa Islam dan umat Islam, bersama dengan agama dan pemeluk agama lain. Setidaknya bangsa Indonesia menjadi relijius dan berkeadaban, sesuatu yang mendasar bagi kehidupan suatu bangsa. Bacalah secara jernih dan objektif pengaruh positif agama dalam kehidupan bangsa Indonesia agar tidak terjebak pada stigma atau pandangan negatif dan menjadikannya seolah terdakwa atas hal-hal buruk di negeri ini.


Dalam konteks kesatuan dan persatuan nasional, peranan umat Islam di negeri ini sangatlah besar. Menurut antropolog kenamaan Koentjaraningrat, Islam merupakan kekuatan integrasi nasional dalam pembentukan kebudayaan Indonesia. Menurut George Kahin (1995), salah satu faktor terpenting yang mendukung pertumbuhan suatu nasionalisme terpadu di Indonesia adalah tingginya derajat homogenitas agama yakni lebih 90 persen penduduknya beragama Islam. *Agama Islam bukan hanya hanya suatu ikatan biasa, ini benar-benar merupakan semacam simbol kelompok atau in-group untuk melawan penggangu asing dan penindas suatu agama yang berbeda.*


*Dalam pejuangan melawan penjajahan sungguh besar pengorbanan dan perjuangan umat Islam.* Pengaruh, peranan, dan kiprah umat Islam sungguh tak terhitung. *Kekuatan Islam seperti Muhammadiyah bahkan menjadikan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah.*  *Nahdatul Ulama mengeluarkan Resolusi Jihad.* Segenap pergerakan Islam menggelorakan cinta Tanah Air sebagai bagian dari jihad fi-sabilillah. Semuanya berjuang untuk Indonesia yang dicintai dan dibelanya dengan sepenuh jiwa-raga dengan ruh agama!

Selasa, 13 September 2022

Kisah Laksamana Malahayati dari Aceh

 

Tahukah anda bahwa laksamana Angkatan Laut perempuan, Laksamana Keumalahayati (Malahayati), adalah laksamana muslimah pertama di dunia, dan di Nusantara Indonesia? 


Tahukah anda bahwa Elizabeth, Ratu Inggris, mengirimkan pesan, meminta izin Laksamana Malahayati agar kapal mereka lewat di depan pulau Aceh di Nusantara, yang kini bernama Indonesia? 


Tahukah kamu bahwa Ratu Elizabeth pernah mengirimkam surat permohonan maaf kepada Laksamana Malahayati? 


Pesan itu ditempatkan dalam mangkuk emas yang dilapisi sutra terbaik. Mangkuk itu diletakkan di atas sofa berbulu merah tua, di dalam pelana, di atas punggung gajah terbesar dari enam gajah. Pesan tersebut dibawa oleh Sir James Lancaster, dan dia  seorang Yahudi. 


Bangkit para Janda Aceh!


Suami Laksamana Malahayati telah syahid dalam pertempuran laut antara Indonesia dan Portugal di selat Malaka, (antara malaysia dan sumatera), pada sekitar tahun 1590 M. 


Setelah suaminya syahid, dia meminta kepada Raja Aceh 1596-1604, untuk membentuk armada perang, dan permintaan itu adalah permintaan yang aneh pada saat itu! 


Laksamana Malahayati membuat Angkatan Laut masuk dan memanggil semua janda yang suaminya mati syahid dalam pertempuran Selat Malaka, dan semuanya lulus sebagai perwira angkatan laut, setelah menyelesaikan latihan. 


Laksamana Malahayati, membentuk 100 armada kapal perang besar yang dilengkapi dengan meriam dan senjata modern pada saat itu, semuanya dalam waktu sekitar 5 tahun, dan dia merekrut jumlah tentara angkatan laut untuk menambahkan jumlah mereka dalam masa yang sama.


Kemudian dia membangun benteng besar dengan menara yang dipersenjatai dengan meriam, dengan infanteri, angkatan laut, dan berbagai senjata di dalamnya, di atas area benteng, di pelabuhan utama pulau itu. 


Di armada armada ini, semua benteng diperkuat, dan menyediakan senjata dan pelatihan terus menerus menyebabkan teror terhadap musuh di laut sekitar Indonesia dan sekitarnya. 


Dan kapal komando pertamanya dinamai kapal "Teror Laut Tariq bin Ziyad",  kedua dinamai "Guntur Laut Uqbah bin Nafi'".


Dan ketiga, dinamainya "Khaibar-khaibar", nama itu diambil karena para pasukan kapal berteriak "Khaibar-khaibar!", seperti ketika Rosululloh - shollallohu 'alaihi wasallam - dan pasukan kaum berimaan, menaklukan benteng khairbar Yahudi!


Laksamana Malahayati, memimpin serangkaian pertempuran laut, dan membalas dendam pada armada dan tentara Portugal, Inggris, Cina, sampai dia memaksa semua orang kafir untuk berlutut di hadapan angkatan lautnya. 


Di antara pertempuranya yang tanpa menyusun strategi, adalah pertempuran laut yang dipimpinnya pada tanggal 21 Juni 1599 M. Pertempuran itu melawan tentara Belanda yang baru saja selesai mengalahkan dan menduduki kerajaan di Banten. Kemudian Belanda datang dengan  angkuh dan senang atas kemenangannya, mereka berpikir bahwa apa yang terjadi di Banten, akan terulang di pulau Aceh.  


Tentara belanda tidak tahu bahwa yang menguasai laut Aceh adalah pelaut horor, seorang wanita muslimah, Laksamana Malahayati, bahkan Malahayati sendiri yang memenggal kepala jenderal belanda. 


Kekalahan tentara Belanda dalam perang tersebut mempermalukan mereka, sampai ditulis dalam sejarah Belanda, dan pertempuran itu memiliki kisah peristiwa yang indah dan menakjubkan.


Itulah sekelumit kisah Laksamana Keu Malahayati, rahiimahallaahu. (Dikirim oleh teman di WA Sang Surya hari ini Selada, 13 Septembaer 2022).

Sabtu, 10 September 2022

Cerdasnya Orang Yang Beriman

 Cerdasnya orang yg beriman adalah, dia yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:


● *Pertama*

Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.


● *Kedua,*

Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.


● *Ketiga,*

Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan (dahulu) kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yg memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.


● *Keempat,*

Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha


● *Kelima,*

Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yg suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yg bersedekah setiap hari.


● *Keenam*

Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yg berwudhu.

Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangi dia Ya Allah”.


● *Ketujuh,*

Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yg terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah (dari masalah itu).

*Tiga doa yang (penting) janganlah kau lupakan dalam sujud*

*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah

_Allahumma inni as'aluka husnal khotimah_

("Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah)".

*2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat

_Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut_"  (Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "

*3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya

_Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika_" (Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU").

Kemudian saya sampaikan,

jika engkau sebarkan perkataan ini, & engkau berniat baik maka kami doakan (semoga Allah Swt.) menjadikan kemudahan urusan urusanmu di dunia & akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah engkau ketahui amal kebaikan apakah (manakah) yang dapat menghantarkanmu ke syurga

Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..

*SEKECIL* apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...

Smga kita semua termasuk dlm golongan org² yang bertaqwa,, aamiin... 

*"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”*

Sebarkanlah... Insya Allah kita akan membuat beribu-ribu manusia berdzikir.

(Pesan - almarhum yarhamukallah -  Ust. Arifin Ilham saat diraeat di RSCM).


Kamis, 01 September 2022

HAJI FURODA

Dengan berlabel Kyai atau anak kyai udah cukup orang percaya. Ini terjadi pada haji FURODA. Haji yg dikelola para bandit penjual agama. Dan konsumennya alhamdulillah bukan rakyat biasa. Konsumennya pasti orang² yg suka cari duit dengan jalan ilegal. Dilihat dari mana ...? Yah dari harganya yg amat sangat fantatis.


Kalau dulu kita mengenal haji paling mahal itu adalah haji ONHPLUS. Yg kita tahu itu cara haji orang² kaya alias BOS² dan para pejabat yg gak mau ribet. Tapi sekarang berkembang lagi menjadi HAJI FURODA yg dulu sewaktu belajar di MADRASAH gak ada model haji seperti itu. Yg kita kenal cuma ada *haji tamattu, qiran dan ifrad*. Kalau furoda itu haji versi para Bandit² travel haji yg punya link dengan kekuasaan karena bapaknya pejabat negeri.


Kalau baca keluhan mereka yg ikut haji furoda bukan makin enak dalam berhaji malah makin sengsara. IBADAH KOQ MAU CARI ENAKNYA. Nabi aja tidak seperti itu. Bahkan dikala haji Allah sangat senang melihat hambanya seperti pemulung kain ihramnya karena dipakai beribadah. Nah kalau bersih² kinclong dalam berhaji mending jalan² round the world.


Karena banyak yg berduit dari para koruptor dan suka makan riba YG MAU pergi haji boleh jadi untuk pertobatan model makan sambel maka peluang itu dimanfaatkan bagus oleh para bandit travel haji untuk memanfaatkan duit mereka yg konon hampir mendekati satu miliar ongkos haji FURODA. Dan yg lagi ramai di beritakan saat ini yg dilakukan oleh *PUTRI KH. MA'RUF AMIN*  wakil presiden.


Haji itu harus sesuai Nabi SAW. Bukan model haji NUSANTARA. Kalau haji nusantara maka begitulah akibatnya. Duit banyak yg terbuang tapi ibadah hajinya berantakan. 


Memang ibadah haji sekarang bukan hanya membutuhkan tenaga tapi juga membutuhkan mental kejiwaan yg prima. Kalau dulu zaman kakek nenek kita pergi haji berbulan² baru nyampe karena pakai kapal laut tapi sekarang kendaraan udah cepat laksana buroq waktu Isra Mi'raj tapi waiting listnya (daftar tunggunya) yg lama bertahun².


Kalau belum bisa haji maka Umroh aja karena hukumnya sama yakni sama² wajib. "Wa atimmul HAJJA wal UMROTA lillah. Penuhilah haji dan Umrah karena Allah". Selamat yg haji furoda yg dikadalin oleh bandit² travel haji dari anak pejabat. Semoga haji kalian MABRUR kalau gak mabrur, maka jadi haji MABUR. Emang uweanaaak.


(MOH. NAUFAL DUNGGIO)

Rabu, 31 Agustus 2022

TERNYATA HIDUP ITU INDAH

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang  mahasiswa di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yg sudah usang & lusuh.


Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.


Sang mahasiswa melihat kpd dosennya & berkata : Bgmn kalau kita candai tukang kebun ini dgn menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi dibelakang pepohonan, nanti ketika dia datang, kita lihat bgmn dia kaget & cemas krn kehilangan sepatunya...


Dosen itu menjawab:

Mahasiswaku, tidak pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan org miskin.

Kamu kan seorang yg kaya & kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya...


Sekarang  coba kamu masukkan beberapa  lembar uang kertas ke dlm sepatunya, kemudian saksikan bgmn respon dari tukang kebun miskin itu?


Sang mahasiswa sangat takjub dgn usulan dosennya.

Dia langsung  memasukkan beberapa lembar uang ke dlm  sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2 bersama dosennya sambil mengintip apa yg akan terjadi dgn tukang kebun.


Tak berapa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia menuju, tempat dia meninggalkan sepatu sebelum bekerja.


Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu, ia menjadi terperanjat, krn ada sesuatu yg mengganjal di dalamnya.


Saat ia keluarkan ternyata, ..UANG...

Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata juga berisi ..UANG...

Dia memandangi UANG itu ber-ulang2 seolah ia tidak percaya dgn penglihatannya. 


Ia pun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia tidak melihat seorg pun.


Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit ia berucap :

“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yg maha Pengasih & Penyayang...

Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit & anak2-ku  kelaparan, mrk belum mendapatkan makanan hari ini.


Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan...”


Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.


Sang mhsiswa sangat terharu dgn pemandangan yg di lihatnya dari balik persembunyian itu Air matanya menetes tanpa dapat ia bendung.


Sang dosen yg bijak tsb pun berkata pada mahasiswanya :

“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dgn menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”


Sang mahasiswa menjawab :"Aku telah mendapatkan pelajaran yg tidak akan aku lupakan seumur hidupku."

Sekarang aku paham makna kalimat :

“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.


Sang dosen melanjutkan nasehatnya, & ketahuilah bhw bentuk pemberian itu ber-macam2 : 

1. Memaafkan kesalahan org di saat kamu mampu melakukan balas dendam,...adalah suatu pemberian.


2. Mendoakan teman & saudaramu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga pemberian.


3. Berusaha berbaik sangka & menghilangkan prasangka buruk juga suatu pemberian.


4. Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita dibelakangnya adalah pemberian juga.


Ini semua adalah "pemberian"


Marilah kita saling "memberi & berbuat baik", niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah.

(HAEDAR R)

Kamis, 25 Agustus 2022

BALADA SAMBO, KAU BUKAN DIRIMU LAGI

Oleh Wina Armada Sukardi,* _wartawan dan penulis senior_ 


     SEBELUMNYA banyak yang “ngiri” terhadap Ferdy Sambo. Suatu rasa yang manusiawi saja. Rasa “iri” dalam kontek persepsi positif. Ingin  bagaimana diri dapat seperti Sambo. Bermimpi dapat seberuntung Sambo. 

     Betapa tidak.  Sambo memiliki segalanya. Wajah tampan. Tubuh atletis Tegap. Macho.

Pesonanya dapat membuat kaum hawa “klepak - klepek.”

    Sambo punya isteri yang menarik. Manis. Kulit wajahnya nampak jelas terawat sangat baik. Terasa benar ada “sentuhan” perawatan kelas atas. 

   Sang isteri juga termasuk yang mudah bergaul. Dapat cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Dia dapat membawa diri dengan baik. Tak aneh isteri Sambo juga banyak disukai orang.

    Karier Sambo sendiri melesat bak mobil formula one. Dia sudah menyandang bintang dua di pundaknya. Sudah Letnan Jenderal (Letjen) polisi. Hebatnya lagi ,  di antara seluruh koleganya, Sambo  merupakan jenderal berbintang dua paling muda, serta termasuk jajaran jenderal yang menonjol. Dia kerap memberikan pengarahan kepada anak buahnya dengan jelas dan tegas. Disiplin kepolisiannya terpancar dari penampilanya. Pers sering mengutipnya. Media sosial kerap menampilkannya.

    Tak heran Sambo diserahi jabatan Kepala Profesi Pengamanan (Propam), sebuah jabatan yang selain bergengsi, juga menjadi simbol penjaga marwah polisi. Propamlah, melalui alat kelengkapannya,  dapat  

menindak, menahan dan menyatakan seorang anggota polisi melanggar etika atau disiplin polisi. Jika merasa diperlakukan tidak sesuai prosedur atau tidak adil, masyarakat dapat melaporkan anggota polisi  ke Propam. Nanti Propam bakal memeriksa polisi yang dilaporkan. Kalau si polisi terbukti  bersalah, akan dihukum sesuai tingkat kesalahannya. Kalau pelanggaran etik dan disiplin organisasi kepolisian, polisi yang bersangkutan diberikan sanksi etik. Sedangkan jika ditemukan mengandung unsur  pidana, dapat dibawa kepada proses hukum pidana yang berlaku. Pendek kata, Propamlah yang menjaga harkat dan martabat polisi. Marwah polisi. 

    Tak heran jabatan Kepala Propam menjadi sangat berpengaruh. Berwibawa. Tak ada polisi yang tidak “jiper” (baca: takut) terhadap Propam. Selain kalau terbukti bersalah dapat dikenakan sanksi, dalam karier si polisi bakal ada catatan negatif pernah ditindak Propam. Kalau boleh, polisi selalu akan menghindar dari sanksi Propam. 

   Sesama jenderal bintang dua pun, segan kepada pemangku Kepala Propam. Posisi itulah yang disandang oleh Sambo. Hebat bukan?

    Tak sampai disitu. Sambo sudah digadang-gadang menjadi next Kepala Polisi (Kapolri). Tinggal tunggu waktu saja, posisi Tribrata 1 atau TB1 , julukan Kapolri, berpeluang dapat diraihnya. Kurang apa lagi?

    Oh ya, semua itu masih didukung oleh kekayaan yang memadai. Rumah, tanah  dan mobil tersedia lebih dari cukup. Barang-barang branded pun menjadi salah satu keseharian yang dinikmatinya, termasuk pistol merek Clock. Untuk senjata api pistol, merek ini setara merek

tas wanita seperti Hermes, Louis Vutton dan lain-lain. Hanya para perwira dan kaum _the haves_ yang mampu membeli pistol ini. Sambo pun sanggup mempunyai pistol Clock. 

    Jadi, apalagi yang kurang dari Sambo? Segalanya boleh dibilang relatif “sempurna.” Maka tak heran jika banyak orang yang “ngiri” terhadap Sambo. Ingin jadi seperti Sambo. Berkhayal dapat sehebat Sambo.

    Meskipun telah banyak didengungkan dan diulang-ulang, tapi tak banyak yang dapat menghayati : kekuasan, jabatan, uang dan harta  ialah amanah yang perlu dijaga dengan cermat, hati-hati dan penuh kehormatan. Jika tidak, kekuasan, jabatan, uang dan harta itu justeru tiba-tiba bakal menjadi palu godam yang mampu meruntuh lantakkan semua yang dimiliki dalam sekejab. Harga diri akan terpelanting sampai titik nadir. Sampai di tingkat hina dina sehina-hinanya. 

    Sambo, tentu, paham soal ini. Apalagi dia penjaga marwah  polisi. Pasti dia tahu benar akan hal ini, bahkan mungkin hafal. Hanya satu yang kurang, dia tidak menghayati sepenuh hati. Dia tidak menjiwai dengan seluruh tarikan nafasnya. Sambo hanya menempelkan pada dirinya, tetapi tidak melekatkan pada jiwanya. Sambo hanya 

menafsirkanya  secara harafiah, bukan dari nurani yang terdalam.

    Walhasil, Sambo tersandung di “lobang yang keci,” tapi berdampak meledak dahsyat menjadi gempa nasional.

    Terpicu oleh motif yang sejatinya  dapat “diselesaikan” oleh perwira tinggi setingkatnya, tapi emosi Sambo tersulut luar biasa. Dia lepas kendali. Sesaat dia hilang akal sehat. Sambo dituduh sebagai aktor intelektual pembunuhan berencana anak buahnya sendiri. Itu yang pertama.

    Adapun yang kedua, cara eksekusi pembunuhan itu sendiri “sangat amatiran.” Disain pembunuhan kentara sama sekali tidak matang. Alibi-alibi yang ingin diciptakan cetek (baca: dangkal) sekali. Seakan semua itu dilaksanakan oleh penjahat amatiran yang sama sekali tidak pernah mengenal keahlian kriminal. Tak ada impresi sama sekali itu dilaksanakan oleh seorang jenderal pemegang marwah polisi yang sudah memiliki  pengetahuan asam garam  lika-liku perbuatan kriminal. Cara bertindaknya bukan cara seorang jenderal bintang dua.

    Memang itulah yang sering terjadi jika kekuasaan, jabatan, uang dan harta  tidak dirawat sebagaimana semestinya. Pemangkunya menjadi kalap.  Hilang pertimbangan taktis dan teknis. 

    Dampaknya, seluruh tindakannya dengan mudah dapat terlacak dan terbongkar. Hampir tak ada yang menjadi misteri yang tak terpecahkan dalam kasusnya, meski atas permintaannya sendiri

motif Sambo melakukan itu semua belum diumumkan oleh polisi.

    Sang perwira tinggi yang gagah nan perkasa serta berkuasa itu pun kini menghadapi ancaman tuntutan yang maha berat:  mulai  hukuman mati, seumur hidup sampai yang  paling ringan 20 tahun penjara. Balada kejayaan Sambo _ambyaar_  dalam sekedipan saja. 

    Tak hanya sampai disitu. Sambo pun menularkan pengaruh buruk terhadap para loyalisnya. Mereka juga terancam hukum yang berat karena disangka ikut membantu melaksanakan rencana pembunuhan oleh Sambo.

     Nah, apakah setelah seperti ini,  masih banyak yang  masih  “ngiri” kepada Sambo?  Semua yang saya tanya, langsung menggeleng kepala. Tak ada lagi yang “ngiri”  terhadap Sambo. Tak ada lagi yang mau bernasib seperti Sambo. Malah sebagian yang selalu dekat dengan Sambo, sudah mulai “bersih-bersih” menjauh dari pengaruh Sambo. Mereka takut dianggap ikut terlibat dari bagian Sambo.

    Sambo hanyalah satu contoh kita tak boleh “ngiri” kepada orang lain. Kita harus menjadi diri  kita sendiri. Kita harus memakai “baju kehidupan” yang diberikan kepada kita. Bukan berarti kita tak boleh berikhtiar. Berupaya. Itu boleh, dan bahkan harus. Hanya jangan melewati batas. Jangan melewati berkah yang telah kita terima. Jangan ingin menjadi orang lain. Tetaplah menjadi diri sendiri. Bersyukurlah terhadap yang kita punya. 

    Memakai ukuran orang lain terhadap diri sendiri, selain tidak pas, juga berkonsekwensi dapat menjerumuskan kita. Balada Sambo membuat kita perlu bertanya: nikmat mana lagi yang kita ingkari?

    Dari kejauhan terdengar lagu dari Dewi  Yull yang biasa duet dengan Brory…”_Kau bukan dirimu lagi_…”***


Jakarta,1282022.

Rabu, 10 Agustus 2022

Umur Ummat ini

 Assalamu Alaikum Wr.Wb. semoga Allah SWT, memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua Nikmat Kesehatan dan Umur Panjang.


Yang lahir pada tahun 1960, umur kita sudah memasuki Finish.

Rata - rata umur ummatnya Rasulullah Saw hanya berkisar 60 - 70 tahun.

Umur kita Allah sudah tentukan sejak kita berumur 120 hari di dalam kandungan...


Umur Umat Ini

 

Allah  telah menakdirkan bahwa umur umat ini tidak sepanjang umur umat terdahulu. Yang demikian mengandung hikmah yang terkadang tidak diketahui oleh hamba. Nabi  bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah z:

 

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

 

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.” (Dihasankan sanadnya oleh Ibnu Hajar  dalam Fathul Bari, 11/240)

 

Maksud dari hadits ini adalah bahwa keumuman ajal umat ini antara umur 60 hingga 70 tahun, dengan bukti keadaan yang bisa disaksikan. Di mana di antara umat ini ada yang (mati) sebelum mencapai umur 60 tahun. Ini termasuk dari rahmat Allah l dan kasih sayang-Nya supaya umat ini tidak terlibat dengan kehidupan dunia kecuali sebentar. Karena umur, badan dan rizki umat-umat terdahulu lebih besar sekian kali lipat dibandingkan umat ini. Dahulu ada yang diberi umur hingga seribu tahun, panjang tubuhnya mencapai lebih dari 80 hasta atau kurang. Satu biji gandum besarnya seperti pinggang sapi. Satu delima diangkat oleh sepuluh orang. Mereka mengambil dari kehidupan dunia sesuai dengan jasad dan umur mereka, sehingga mereka sombong dan berpaling dari Allah . Dan manusia pun terus mengalami penurunan bentuk fisik, rizki, dan ajal. Sehingga menjadilah umat ini sebagai yang terakhir, yang mengambil rizki sedikit, dengan badan yang lemah dan pada masa yang pendek, supaya mereka tidak menyombongkan diri. Ini termasuk dari kasih sayang Allah l terhadap mereka. Demikian makna ucapan Al-Imam Ath-Thibi t seperti dalam Faidhul Qadir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir (2/15).


Marilah kita gunakan sisa - sisa umur kita berbuat kebaikan, menolong kepada orang yg membutuhkannya pertolongan apa saja, apa lagi kita sebagai profesi dokter adalah pekerjaan mulia dapat memberikan pertolongan kepada orang yg mengalami musibah atau jatuh sakit, sisitkan penghasilanmu sebagian kepada orang yg membutuhkannya....

Pekerjaan kita sebagai dokter paling gampang berbuat kebaikan apa lagi yg memegang pisau. Bilamana ada pasien kita dalam 1 bulan di operasi 10 , sedekahkanlah 3 orang, jangan kasih bayar, itulah tabunganmu saudara yg selama lamanya di akhirat, bukan tabungan kita yg ada sekarang ini di Bank mandir, BRI, BCA, Bank Syariah Mandiri. Kesemuanya ini tidak ada yg kita bawah mati.

Sadarlah kita semua saudara- saudaraku hidup ini sangat singkat...


Berapa lama kita hidup di dunia, hidup ini hanya singkat rata rata umur kita paling lama 60 - 70 tahun...


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ (جة 4236,ت 3550, الصحيحة 757, وهو حديث حسن)


Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun. Dan sangat sedikit di antara mereka yang melewati itu.” [HR Ibnu Majah, no. 4.236; Tirmidzi, no. 3.550. Lihat Ash Shahihah, no. 757].


Hidup di dunia ternyata hanya 1,5 jam saja...

Mari kita lihat berdasarkan Alqur'an sebagai sumber kebenaran Absolut.


وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ


Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.


1 hari akhirat = 1000 

   tahun.

24 jam   =  1000 tahun.

   1 jam  =   41, 66 thn.

1, 5 jam =    62 ,5 tahn.

Berdasarkan hadist diatas umur ummatku rata - rata 60 - 70 tahun.


Pantas kita selalu diingatkan masaalah waktu ternyata hanya 1,5 jam saja akan menentukan kehidupan abadi kelak hendak di surga atau neraka...


Hari ini kita Sholat... Kelak orang akan Sholatkan kita.

Hari ini kita Baca Qur'an... Kelak orang akan Bacakan untuk kita...

Hari ini kita Mandi... Kelak orang akan me mandikan kita.

Hari ini kita berpakaian bermodel... Kelak kita akan berkain Kafan..

Hari ini kita Menangis... Kelak orang akan Menangisi  kita....


Semoga yang like, share dan Comen Amin ditingkatkan keimanannya dan ketakwaannya selalu berbuat baik kepada siapa saja karena amal kebaikanlah yg dibawa ke liang kubur.


Ya Allah....

Muliakanlah yang membaca status ini.

Mohon iman yang sempurna dan keyakinan yang benar.

Berikanlah rezeki yg luas dan halal.

Terimalah taubat kami sebelum mati.

Berilah keampunan-Mu dan Rahmat-Mu sesudah mati.

Berilah keampunan ketika dihisab.

Berilah keuntungan memperoleh surga.

Jaukanlah dari siksa kubur.

Jauhkanlah dari api neraka.

Akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah.

Amin Ya Rabbal Alamin...


(PESAN DAKWAH.JAMAL SAHIL.).

Featured Post

JADILAH SEPERTI MUSAFIR

source image: detik.com عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل...