Kamis, 01 September 2022

HAJI FURODA

Dengan berlabel Kyai atau anak kyai udah cukup orang percaya. Ini terjadi pada haji FURODA. Haji yg dikelola para bandit penjual agama. Dan konsumennya alhamdulillah bukan rakyat biasa. Konsumennya pasti orang² yg suka cari duit dengan jalan ilegal. Dilihat dari mana ...? Yah dari harganya yg amat sangat fantatis.


Kalau dulu kita mengenal haji paling mahal itu adalah haji ONHPLUS. Yg kita tahu itu cara haji orang² kaya alias BOS² dan para pejabat yg gak mau ribet. Tapi sekarang berkembang lagi menjadi HAJI FURODA yg dulu sewaktu belajar di MADRASAH gak ada model haji seperti itu. Yg kita kenal cuma ada *haji tamattu, qiran dan ifrad*. Kalau furoda itu haji versi para Bandit² travel haji yg punya link dengan kekuasaan karena bapaknya pejabat negeri.


Kalau baca keluhan mereka yg ikut haji furoda bukan makin enak dalam berhaji malah makin sengsara. IBADAH KOQ MAU CARI ENAKNYA. Nabi aja tidak seperti itu. Bahkan dikala haji Allah sangat senang melihat hambanya seperti pemulung kain ihramnya karena dipakai beribadah. Nah kalau bersih² kinclong dalam berhaji mending jalan² round the world.


Karena banyak yg berduit dari para koruptor dan suka makan riba YG MAU pergi haji boleh jadi untuk pertobatan model makan sambel maka peluang itu dimanfaatkan bagus oleh para bandit travel haji untuk memanfaatkan duit mereka yg konon hampir mendekati satu miliar ongkos haji FURODA. Dan yg lagi ramai di beritakan saat ini yg dilakukan oleh *PUTRI KH. MA'RUF AMIN*  wakil presiden.


Haji itu harus sesuai Nabi SAW. Bukan model haji NUSANTARA. Kalau haji nusantara maka begitulah akibatnya. Duit banyak yg terbuang tapi ibadah hajinya berantakan. 


Memang ibadah haji sekarang bukan hanya membutuhkan tenaga tapi juga membutuhkan mental kejiwaan yg prima. Kalau dulu zaman kakek nenek kita pergi haji berbulan² baru nyampe karena pakai kapal laut tapi sekarang kendaraan udah cepat laksana buroq waktu Isra Mi'raj tapi waiting listnya (daftar tunggunya) yg lama bertahun².


Kalau belum bisa haji maka Umroh aja karena hukumnya sama yakni sama² wajib. "Wa atimmul HAJJA wal UMROTA lillah. Penuhilah haji dan Umrah karena Allah". Selamat yg haji furoda yg dikadalin oleh bandit² travel haji dari anak pejabat. Semoga haji kalian MABRUR kalau gak mabrur, maka jadi haji MABUR. Emang uweanaaak.


(MOH. NAUFAL DUNGGIO)

Rabu, 31 Agustus 2022

TERNYATA HIDUP ITU INDAH

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang  mahasiswa di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yg sudah usang & lusuh.


Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.


Sang mahasiswa melihat kpd dosennya & berkata : Bgmn kalau kita candai tukang kebun ini dgn menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi dibelakang pepohonan, nanti ketika dia datang, kita lihat bgmn dia kaget & cemas krn kehilangan sepatunya...


Dosen itu menjawab:

Mahasiswaku, tidak pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan org miskin.

Kamu kan seorang yg kaya & kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya...


Sekarang  coba kamu masukkan beberapa  lembar uang kertas ke dlm sepatunya, kemudian saksikan bgmn respon dari tukang kebun miskin itu?


Sang mahasiswa sangat takjub dgn usulan dosennya.

Dia langsung  memasukkan beberapa lembar uang ke dlm  sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2 bersama dosennya sambil mengintip apa yg akan terjadi dgn tukang kebun.


Tak berapa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia menuju, tempat dia meninggalkan sepatu sebelum bekerja.


Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu, ia menjadi terperanjat, krn ada sesuatu yg mengganjal di dalamnya.


Saat ia keluarkan ternyata, ..UANG...

Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata juga berisi ..UANG...

Dia memandangi UANG itu ber-ulang2 seolah ia tidak percaya dgn penglihatannya. 


Ia pun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia tidak melihat seorg pun.


Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit ia berucap :

“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yg maha Pengasih & Penyayang...

Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit & anak2-ku  kelaparan, mrk belum mendapatkan makanan hari ini.


Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan...”


Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.


Sang mhsiswa sangat terharu dgn pemandangan yg di lihatnya dari balik persembunyian itu Air matanya menetes tanpa dapat ia bendung.


Sang dosen yg bijak tsb pun berkata pada mahasiswanya :

“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dgn menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”


Sang mahasiswa menjawab :"Aku telah mendapatkan pelajaran yg tidak akan aku lupakan seumur hidupku."

Sekarang aku paham makna kalimat :

“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.


Sang dosen melanjutkan nasehatnya, & ketahuilah bhw bentuk pemberian itu ber-macam2 : 

1. Memaafkan kesalahan org di saat kamu mampu melakukan balas dendam,...adalah suatu pemberian.


2. Mendoakan teman & saudaramu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga pemberian.


3. Berusaha berbaik sangka & menghilangkan prasangka buruk juga suatu pemberian.


4. Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita dibelakangnya adalah pemberian juga.


Ini semua adalah "pemberian"


Marilah kita saling "memberi & berbuat baik", niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah.

(HAEDAR R)

Kamis, 25 Agustus 2022

BALADA SAMBO, KAU BUKAN DIRIMU LAGI

Oleh Wina Armada Sukardi,* _wartawan dan penulis senior_ 


     SEBELUMNYA banyak yang “ngiri” terhadap Ferdy Sambo. Suatu rasa yang manusiawi saja. Rasa “iri” dalam kontek persepsi positif. Ingin  bagaimana diri dapat seperti Sambo. Bermimpi dapat seberuntung Sambo. 

     Betapa tidak.  Sambo memiliki segalanya. Wajah tampan. Tubuh atletis Tegap. Macho.

Pesonanya dapat membuat kaum hawa “klepak - klepek.”

    Sambo punya isteri yang menarik. Manis. Kulit wajahnya nampak jelas terawat sangat baik. Terasa benar ada “sentuhan” perawatan kelas atas. 

   Sang isteri juga termasuk yang mudah bergaul. Dapat cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Dia dapat membawa diri dengan baik. Tak aneh isteri Sambo juga banyak disukai orang.

    Karier Sambo sendiri melesat bak mobil formula one. Dia sudah menyandang bintang dua di pundaknya. Sudah Letnan Jenderal (Letjen) polisi. Hebatnya lagi ,  di antara seluruh koleganya, Sambo  merupakan jenderal berbintang dua paling muda, serta termasuk jajaran jenderal yang menonjol. Dia kerap memberikan pengarahan kepada anak buahnya dengan jelas dan tegas. Disiplin kepolisiannya terpancar dari penampilanya. Pers sering mengutipnya. Media sosial kerap menampilkannya.

    Tak heran Sambo diserahi jabatan Kepala Profesi Pengamanan (Propam), sebuah jabatan yang selain bergengsi, juga menjadi simbol penjaga marwah polisi. Propamlah, melalui alat kelengkapannya,  dapat  

menindak, menahan dan menyatakan seorang anggota polisi melanggar etika atau disiplin polisi. Jika merasa diperlakukan tidak sesuai prosedur atau tidak adil, masyarakat dapat melaporkan anggota polisi  ke Propam. Nanti Propam bakal memeriksa polisi yang dilaporkan. Kalau si polisi terbukti  bersalah, akan dihukum sesuai tingkat kesalahannya. Kalau pelanggaran etik dan disiplin organisasi kepolisian, polisi yang bersangkutan diberikan sanksi etik. Sedangkan jika ditemukan mengandung unsur  pidana, dapat dibawa kepada proses hukum pidana yang berlaku. Pendek kata, Propamlah yang menjaga harkat dan martabat polisi. Marwah polisi. 

    Tak heran jabatan Kepala Propam menjadi sangat berpengaruh. Berwibawa. Tak ada polisi yang tidak “jiper” (baca: takut) terhadap Propam. Selain kalau terbukti bersalah dapat dikenakan sanksi, dalam karier si polisi bakal ada catatan negatif pernah ditindak Propam. Kalau boleh, polisi selalu akan menghindar dari sanksi Propam. 

   Sesama jenderal bintang dua pun, segan kepada pemangku Kepala Propam. Posisi itulah yang disandang oleh Sambo. Hebat bukan?

    Tak sampai disitu. Sambo sudah digadang-gadang menjadi next Kepala Polisi (Kapolri). Tinggal tunggu waktu saja, posisi Tribrata 1 atau TB1 , julukan Kapolri, berpeluang dapat diraihnya. Kurang apa lagi?

    Oh ya, semua itu masih didukung oleh kekayaan yang memadai. Rumah, tanah  dan mobil tersedia lebih dari cukup. Barang-barang branded pun menjadi salah satu keseharian yang dinikmatinya, termasuk pistol merek Clock. Untuk senjata api pistol, merek ini setara merek

tas wanita seperti Hermes, Louis Vutton dan lain-lain. Hanya para perwira dan kaum _the haves_ yang mampu membeli pistol ini. Sambo pun sanggup mempunyai pistol Clock. 

    Jadi, apalagi yang kurang dari Sambo? Segalanya boleh dibilang relatif “sempurna.” Maka tak heran jika banyak orang yang “ngiri” terhadap Sambo. Ingin jadi seperti Sambo. Berkhayal dapat sehebat Sambo.

    Meskipun telah banyak didengungkan dan diulang-ulang, tapi tak banyak yang dapat menghayati : kekuasan, jabatan, uang dan harta  ialah amanah yang perlu dijaga dengan cermat, hati-hati dan penuh kehormatan. Jika tidak, kekuasan, jabatan, uang dan harta itu justeru tiba-tiba bakal menjadi palu godam yang mampu meruntuh lantakkan semua yang dimiliki dalam sekejab. Harga diri akan terpelanting sampai titik nadir. Sampai di tingkat hina dina sehina-hinanya. 

    Sambo, tentu, paham soal ini. Apalagi dia penjaga marwah  polisi. Pasti dia tahu benar akan hal ini, bahkan mungkin hafal. Hanya satu yang kurang, dia tidak menghayati sepenuh hati. Dia tidak menjiwai dengan seluruh tarikan nafasnya. Sambo hanya menempelkan pada dirinya, tetapi tidak melekatkan pada jiwanya. Sambo hanya 

menafsirkanya  secara harafiah, bukan dari nurani yang terdalam.

    Walhasil, Sambo tersandung di “lobang yang keci,” tapi berdampak meledak dahsyat menjadi gempa nasional.

    Terpicu oleh motif yang sejatinya  dapat “diselesaikan” oleh perwira tinggi setingkatnya, tapi emosi Sambo tersulut luar biasa. Dia lepas kendali. Sesaat dia hilang akal sehat. Sambo dituduh sebagai aktor intelektual pembunuhan berencana anak buahnya sendiri. Itu yang pertama.

    Adapun yang kedua, cara eksekusi pembunuhan itu sendiri “sangat amatiran.” Disain pembunuhan kentara sama sekali tidak matang. Alibi-alibi yang ingin diciptakan cetek (baca: dangkal) sekali. Seakan semua itu dilaksanakan oleh penjahat amatiran yang sama sekali tidak pernah mengenal keahlian kriminal. Tak ada impresi sama sekali itu dilaksanakan oleh seorang jenderal pemegang marwah polisi yang sudah memiliki  pengetahuan asam garam  lika-liku perbuatan kriminal. Cara bertindaknya bukan cara seorang jenderal bintang dua.

    Memang itulah yang sering terjadi jika kekuasaan, jabatan, uang dan harta  tidak dirawat sebagaimana semestinya. Pemangkunya menjadi kalap.  Hilang pertimbangan taktis dan teknis. 

    Dampaknya, seluruh tindakannya dengan mudah dapat terlacak dan terbongkar. Hampir tak ada yang menjadi misteri yang tak terpecahkan dalam kasusnya, meski atas permintaannya sendiri

motif Sambo melakukan itu semua belum diumumkan oleh polisi.

    Sang perwira tinggi yang gagah nan perkasa serta berkuasa itu pun kini menghadapi ancaman tuntutan yang maha berat:  mulai  hukuman mati, seumur hidup sampai yang  paling ringan 20 tahun penjara. Balada kejayaan Sambo _ambyaar_  dalam sekedipan saja. 

    Tak hanya sampai disitu. Sambo pun menularkan pengaruh buruk terhadap para loyalisnya. Mereka juga terancam hukum yang berat karena disangka ikut membantu melaksanakan rencana pembunuhan oleh Sambo.

     Nah, apakah setelah seperti ini,  masih banyak yang  masih  “ngiri” kepada Sambo?  Semua yang saya tanya, langsung menggeleng kepala. Tak ada lagi yang “ngiri”  terhadap Sambo. Tak ada lagi yang mau bernasib seperti Sambo. Malah sebagian yang selalu dekat dengan Sambo, sudah mulai “bersih-bersih” menjauh dari pengaruh Sambo. Mereka takut dianggap ikut terlibat dari bagian Sambo.

    Sambo hanyalah satu contoh kita tak boleh “ngiri” kepada orang lain. Kita harus menjadi diri  kita sendiri. Kita harus memakai “baju kehidupan” yang diberikan kepada kita. Bukan berarti kita tak boleh berikhtiar. Berupaya. Itu boleh, dan bahkan harus. Hanya jangan melewati batas. Jangan melewati berkah yang telah kita terima. Jangan ingin menjadi orang lain. Tetaplah menjadi diri sendiri. Bersyukurlah terhadap yang kita punya. 

    Memakai ukuran orang lain terhadap diri sendiri, selain tidak pas, juga berkonsekwensi dapat menjerumuskan kita. Balada Sambo membuat kita perlu bertanya: nikmat mana lagi yang kita ingkari?

    Dari kejauhan terdengar lagu dari Dewi  Yull yang biasa duet dengan Brory…”_Kau bukan dirimu lagi_…”***


Jakarta,1282022.

Rabu, 10 Agustus 2022

Umur Ummat ini

 Assalamu Alaikum Wr.Wb. semoga Allah SWT, memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua Nikmat Kesehatan dan Umur Panjang.


Yang lahir pada tahun 1960, umur kita sudah memasuki Finish.

Rata - rata umur ummatnya Rasulullah Saw hanya berkisar 60 - 70 tahun.

Umur kita Allah sudah tentukan sejak kita berumur 120 hari di dalam kandungan...


Umur Umat Ini

 

Allah  telah menakdirkan bahwa umur umat ini tidak sepanjang umur umat terdahulu. Yang demikian mengandung hikmah yang terkadang tidak diketahui oleh hamba. Nabi  bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah z:

 

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

 

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.” (Dihasankan sanadnya oleh Ibnu Hajar  dalam Fathul Bari, 11/240)

 

Maksud dari hadits ini adalah bahwa keumuman ajal umat ini antara umur 60 hingga 70 tahun, dengan bukti keadaan yang bisa disaksikan. Di mana di antara umat ini ada yang (mati) sebelum mencapai umur 60 tahun. Ini termasuk dari rahmat Allah l dan kasih sayang-Nya supaya umat ini tidak terlibat dengan kehidupan dunia kecuali sebentar. Karena umur, badan dan rizki umat-umat terdahulu lebih besar sekian kali lipat dibandingkan umat ini. Dahulu ada yang diberi umur hingga seribu tahun, panjang tubuhnya mencapai lebih dari 80 hasta atau kurang. Satu biji gandum besarnya seperti pinggang sapi. Satu delima diangkat oleh sepuluh orang. Mereka mengambil dari kehidupan dunia sesuai dengan jasad dan umur mereka, sehingga mereka sombong dan berpaling dari Allah . Dan manusia pun terus mengalami penurunan bentuk fisik, rizki, dan ajal. Sehingga menjadilah umat ini sebagai yang terakhir, yang mengambil rizki sedikit, dengan badan yang lemah dan pada masa yang pendek, supaya mereka tidak menyombongkan diri. Ini termasuk dari kasih sayang Allah l terhadap mereka. Demikian makna ucapan Al-Imam Ath-Thibi t seperti dalam Faidhul Qadir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir (2/15).


Marilah kita gunakan sisa - sisa umur kita berbuat kebaikan, menolong kepada orang yg membutuhkannya pertolongan apa saja, apa lagi kita sebagai profesi dokter adalah pekerjaan mulia dapat memberikan pertolongan kepada orang yg mengalami musibah atau jatuh sakit, sisitkan penghasilanmu sebagian kepada orang yg membutuhkannya....

Pekerjaan kita sebagai dokter paling gampang berbuat kebaikan apa lagi yg memegang pisau. Bilamana ada pasien kita dalam 1 bulan di operasi 10 , sedekahkanlah 3 orang, jangan kasih bayar, itulah tabunganmu saudara yg selama lamanya di akhirat, bukan tabungan kita yg ada sekarang ini di Bank mandir, BRI, BCA, Bank Syariah Mandiri. Kesemuanya ini tidak ada yg kita bawah mati.

Sadarlah kita semua saudara- saudaraku hidup ini sangat singkat...


Berapa lama kita hidup di dunia, hidup ini hanya singkat rata rata umur kita paling lama 60 - 70 tahun...


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ (جة 4236,ت 3550, الصحيحة 757, وهو حديث حسن)


Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun. Dan sangat sedikit di antara mereka yang melewati itu.” [HR Ibnu Majah, no. 4.236; Tirmidzi, no. 3.550. Lihat Ash Shahihah, no. 757].


Hidup di dunia ternyata hanya 1,5 jam saja...

Mari kita lihat berdasarkan Alqur'an sebagai sumber kebenaran Absolut.


وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ


Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.


1 hari akhirat = 1000 

   tahun.

24 jam   =  1000 tahun.

   1 jam  =   41, 66 thn.

1, 5 jam =    62 ,5 tahn.

Berdasarkan hadist diatas umur ummatku rata - rata 60 - 70 tahun.


Pantas kita selalu diingatkan masaalah waktu ternyata hanya 1,5 jam saja akan menentukan kehidupan abadi kelak hendak di surga atau neraka...


Hari ini kita Sholat... Kelak orang akan Sholatkan kita.

Hari ini kita Baca Qur'an... Kelak orang akan Bacakan untuk kita...

Hari ini kita Mandi... Kelak orang akan me mandikan kita.

Hari ini kita berpakaian bermodel... Kelak kita akan berkain Kafan..

Hari ini kita Menangis... Kelak orang akan Menangisi  kita....


Semoga yang like, share dan Comen Amin ditingkatkan keimanannya dan ketakwaannya selalu berbuat baik kepada siapa saja karena amal kebaikanlah yg dibawa ke liang kubur.


Ya Allah....

Muliakanlah yang membaca status ini.

Mohon iman yang sempurna dan keyakinan yang benar.

Berikanlah rezeki yg luas dan halal.

Terimalah taubat kami sebelum mati.

Berilah keampunan-Mu dan Rahmat-Mu sesudah mati.

Berilah keampunan ketika dihisab.

Berilah keuntungan memperoleh surga.

Jaukanlah dari siksa kubur.

Jauhkanlah dari api neraka.

Akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah.

Amin Ya Rabbal Alamin...


(PESAN DAKWAH.JAMAL SAHIL.).

Selasa, 12 Juli 2022

Bukti Kekuasaan Allah



Banyak bukti atau tanda-tanda kekuasaan Tuhan, Allah subhanahuwata'ala (yang Mahasuci dan Mahatinggi). Salah satunya seperti yang diceritakan dalam kitab suci al Qur'an sebagai berikut :

Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 259).

Minggu, 26 Juni 2022

Bahaya Orang Yang Suka Mengadu Domba



Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Semoga Allah SWT,memberikan Rahmatnya dan Karunianya kepada kita semua jauh dari sifat suka mengadu domba.


Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda : Salah satunya adalah mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia,


“Dari Ibnu Abbas dia berkata; Nabi saw pernah keluar dari salah satu kebun yang ada di Madinah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di kuburnya, setelah itu beliau bersabda: “Tidaklah keduanya disiksa karena dosa besar namun hal itu adalah perkara yang besar, salah satu darinya adalah tidak bersuci dari kencingnya sedangkan yang lain selalu mengadu domba.” Kemudian beliau meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Beliau membelahnya menjadi dua, sepotong beliau tancapkan di kuburan yang satu dan sepotong di kuburan yang lain. Beliau kemudian bersabda: ‘Semoga ini bisa meringankan siksa keduanya selagi belum kering.” (HR. al-Bukhari).


“Dari Abdurrahman bin Ghanm dan sampai kepada Rasulullah saw: “Sebaik-baik hamba Allah ialah hamba yang senantiasa mengingat Allah, dan seburuk-buruk hamba Allah ialah orang-orang yang suka mengadu domba, suka memecah belah antara orang-orang yang saling mengasihi, serta mereka yang suka berbuat zhalim, mencerai-beraikan manusia dan selalu menimbulkan kesusahan.” (HR Ahmad)


Tukang adu domba itu dijamin tidak akan masuk sorga. Nabi Muhammad saw bersabda :


عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَجُلاً يَنِمُّ الْحَدِيثَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ ».


“Dari Hudzaifah, beliau menerima laporan ada tukang adudomba. Ia mengatakan : aku mendengar Rasulullah bersabda, “Pelaku adu domba tidak akan masuk surga” (HR Muslim no. 303).


Orang yang suka mengumbaar hasutan dan menebar fitnah dicap oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai orang paling buruk. NabiS AW telah bersabda:


 عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ بْنِ السَّكَنِ؛ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ؟ ". قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: "الذين إذا رُؤوا ذُكر اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ". ثُمَّ قَالَ: "أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ؟ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ، الْمُفْسِدُونَ بَيْنَ الْأَحِبَّةِ، وَالْبَاغُونَ لِلْبُرَآءِ العَنَت".


Dari Asma binti Yazid ibnus Sakan, bahwa Nabi Saw. bersabda, "Maukah aku beritakan kepada kalian tentang orang yang paling baik dari kalian?" Mereka menjawab, "Tentu kami mau, ya Rasulullah." Rasulullah Saw. bersabda: (Yaitu) orang-orang yang apabila terselip rasa ria, maka ia segera ingat kepada Allah SWT.


Marilah kita selalu meminta petunjuk kepada Allah jauh dari sifat yg suka mengadu domba diantara kita terutama sesama muslim


Nabi saw juga bersabda :


أفلا أخبركم بشراركم؟”. قالوا: بلى. قال:” المشَّاؤُون بالنميمة، المفسدون بين الأحبة، البَاغُون البُرَآءَ العنت “. أخرجه البخاري في الأدب المفرد


“Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang jahat?. Mereka menjawab : baik Nabi. Beliau mengatakan : “Ialah orang-orang yang kesana kemari menyebarkan fitnah, orang-orang yang merusak hubungan persahabatan dan orang-orang yang mencari-cari keburukan orang lain yang tak bersalah” .


Semoga yg like dan share jauh dari sifat yg suka mengadu domba antara sesama muslim..Amin Ya Rabbal Alamin.


(PESAN DAKWAH. JAMAL SAHIL di WhartsApp) 

Senin, 06 Juni 2022

Kisah Wais al Qarni

 


Wais al Qarni, dikenal sebagai penghuni langit setelah wafatnya.
Wais Al Qarani lahir di suatu desa terpencil dekat Nejed, Yaman. Nama kampungnya adalah Qarani, oleh sebab itu ia sering  dipanggil Wais al Qarani atau WIs al Qarni. Tidak ada yang mendokumentasikan tanggal kelahirannya. 
Wais adalah sosok pemuda yang sholeh dan sangat memuliakan orang tuanya tertimewa ibunya yang tinggal satu-datunya yang menemani dalam hidupnya, karena ayahnya telah wafat terlebih dahulu.  Wais juga punya psnyakit sofak, terdapat belang-belang di sekujur tubuhnya.
Tinggalah bersama ibunya yang sudah tua dan lumpuh. Untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, Wais bekerja sebagai penggembala domba dan unta.  Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang hidup kesehariannya bersama sang ibu. Meskipun ia dalam keadaan tidak berkecukupan namun ia rajin betsedekah, membantu tetangganya yang juga serba kekurangan seperti keadaannya.
Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh, tidak mempengaruhi kegigihannya dalam beribadah. Ia tetap melakanakan puasa di siang hari dan bermunajat (sholat) di malam hari.

Wais masuk Islam setelah mendengarkan berita Nabi Muhammad SAW dari Madinah. Akhirnya Wais ingin sekali bertemu dengan Nabi SAW.
Maka pada satu waktu,  Wais meminta izin kepada ibunya untuk berjumpa dengan Rasulullah SAW yang saat itu berada di Madinah. Ibunya mengizinkannya dan berpesan kepada Wais agar cepat pulang karena Ibunya sakit-sakitan. Alhasil Wais tiba di Madinah, Wais langsung menuju rumah Rasulullah. Namun sayang Wais tak bisa menemui Rasulullah sebab sedang di medan perang.
Wais hanya bertemu dengan Aisya RA. isteri Nabi SAW. Setelah beristirahat sejenak, teringat pesan sang ibu agar lekas kembali ke Yaman, Waais dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah RA, istri Rasulullah yang ketika itu ada di rumah. Tak lupa dia menitipkan salam untuk Rasulullah.

Beberapa hari kemudian, Rasulullah datang, maka Aisyah mberi tahu Nabi tentang Wais. Maka Nabi memberi tahu Aisyah bahwa dia itu manusia langit.

Wais Al Qarani senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya ada satu permintaan yang sulit dipenuhi, yaitu menunaikan ibadah haji. Namun Wais tweuz berusah dan berdo'a.
Di usianya yang sudah tua, ibunya  pernah berkata, “Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi hidup bersamamu, ikhtiarkanlah agar ibu dapat menunaikan ibadah haji,” pinta sang ibu.
Iya ibu do'akan agar Wais dapat membawa ibu berkunjung ke Baitullah, jawab Wais.
Ibunya menangis tetharu, mendemgar jawaban anaknya.
Mendengar keinginan sang ibu,  Wais termenung sejenak, mengingat perjalanan ke Makkah sangatlah jauh. Harus melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya berkunjung ke sana menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu bisa dilakukan  Wais yang miskin dan tidak memiliki unta ?

Wais Al Qarani terus berpikir mencari cara bagaimana supaya ibunya bisa menunaikan ibadah haji. Kemudian, dibelilah seekor anak domba. Lalu timbul pertanyaan, untuk apa anak domba itu dibeli ? Tidak mungkin pergi haji naik domba.  Wais Al Qarani membuatkan kandang dombanya di puncak bukit. Setiap pagi bolak-balik menggendong anak domba itu naik turun bukit. “Wais gila... Wais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku  Wais yang aneh. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya itu. Namun Wais tidak menghiraukannya.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan menggendong anak dombanya itu naik-turun bukit. Makin hari anak domba itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan  Wais untuk menggendongnya. Tetapi karena latihan tiap hari, anak domba yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah sekitar 8 bulan dpmbanya, sampailah pada musim haji. Domba  Wais Al Qarani telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot-otot  Waiis Al Qarani yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang, apa maksud  Wais Al Qarani menggendong domba setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

 Wais Al Qarani lantas menggendong Ibunya dengan berjalan kaki dari Yaman ke Makkah. Subhanallah, alangkah besar cinta  Wais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Setelah sampai di Mekah Wais Al Qarni berjalan tegap menggendong ibunya tawwaf di Ka’bah lalu wukuf di Arafah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata  Wais Al Qarani.
“Bagaimana dengan dosamu nak?” tanya sang Ibu.
 Wais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga." kata Uwais.
Setelah berdo'a, penyakit belang-belang Wais, alhamdulillah sudah hilang. Tinggal ada satu di tengkuknya berbekas.

Rasulullah sempat berpesan kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk mencari Wais Al Qarni.
"Carilah ia (Wais al Qarni), dan mintalah kepadanya agar memohonkan ampun untuk kalian," Dia itu manusia langit. Dia punya tanda di tengkuknya bekas penyakit sopak.

Siapa sebenarnya Wais al Qarni, sehingga begitu istimewa bagi Rasulullah?

Wais al Qarni adalah senantiasa memenuhi keinginan ibunya. Sang ibu yang sudah tua sangat ingin sekali pergi haji. Padahal dengan kondisi ketika itu ia tak ada uang, Uwais merasa berat untuk memenuhi keinginan sang Ibu.

Dari Yaman, perjalanan ke Makkah sangatlah jauh. Melewati padang tandus yang panas. Orang-orang yang pergi ke Makkah biasanya menggunakan unta untuk membawa perbekalan yang cukup.

Wais terus berpikir untuk mencari jalan keluar agar ibunya bisa berangkat ke Tanah Suci. Kemudian, ia membeli seekor anak domba, dan Wais membuat kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Banyak orang yang menganggap aneh tindakan Wais tersebut. Ternyata kemudian diketahui bahws Wais melatih otot-ototnya supaya kuat menggendong ibunya.
Setelah 8 bulan berat domba Wais telah mencapai hampir 100 kilogram. Saat tiba musim haji, Wais merasa otot-ototnya sudah kuat dan siap mengangkat beban berat. Dia pun menggendong sang Ibu dari Yaman ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Sampai dii tanah suci, Wais al Qarni dengan tegap menggendong ibunya wukuf di Arafah dan Thawaaf di Kakbah. Di depan Kakbah air mata sang Ibu tumpah. Wais pun berdoa agar diampuni  dosa-dosanya dan dosa ibu,nya serta disembuhkan penyakitnya.

Itulah keinginan  Wais Al Qarani yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya.  Wais Al Qarani seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya.

Beberapa tahun kemudian, Wais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat beliau akan di mandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan ingin memandikannya. Dan ketika di bawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang sudah menunggu untuk mengafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa ke pekuburannya, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Meninggalnya Wais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Wais Al Qarni adalah seorang yang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak beliau dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Wais Al Qarni? Bukankah Wais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal, mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakaman Wais al Qarni.”

Berita meninggalnya Wais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Wais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Wais Al Qarni disebabkan permintaan Wais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang beliau. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, bahwa Wais Al Qarni adalah penghuni langit..

Wais Al Qarani termasuk tokoh ahli zuhud dan panutan utama dalam kezuhudan juga sebaik-baik tabiin hal ini sesuai hadis muslim dari Umar bin Khattab ra berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: 
"Sesungguhnya sebaik-baiknya tabiin adalah seorang lelaki bernama Wais, beliau memiliki seorang ibu dan ia berbakti kepadanya, ia juga memiliki tanda putih, suruhlah ia memintakan ampun kepada kalian


Featured Post

JADILAH SEPERTI MUSAFIR

source image: detik.com عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَل...